Kegiatan retreat komunitas Sumba diadakan selama 3 hari terhitung sejak tanggal 3-5 November 2023. Dari diskusi tim kepemimpinan regional dan nasional menyatakan bahwa sangat penting untuk mengembangkan komunitas lokal di pulau Sumba. Memastikan kokohnya pekerja dan pemimpin di area tersebut, serta mendorong munculnya regenerasi pekerja Kristus yang setia. Secara jumlah ada cukup banyak alumni dari Sumba yang dulu pernah dilayani oleh pelayanan kampus di Surabaya, Malang dan pulau Bali. Namun para alumni tersebut belum berjejaring dengan baik dan melayani bersama. Untuk itulah diadakan retreat komunitas Sumba agar dapat megumpulkan anggota-anggota komunitas, memperlengkapi mereka dan mendorong mereka untuk menolong orang lain mengenal Kristus.
Tema retreat kali ini adalah “Lihat, Tuhan hendak membuat sesuatu yang baru!”. Ayat tema diambil dari Yesaya pasal 43 : 19 yang berbunyi : “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan Sungai-sungai di padang belantara.” Kegiatan retreat ini dihadiri kurang lebih 40 orang yang terdiri dari keluarga, alumni muda dan mahasiswa.
Retreat yang diadakan di Hotel Casa Kandara Waingapu ini pada sesi pertamanya dibuka oleh Bapak Rudi MK, beliau berbagi mengenai bagaimana melihat hal baru yang Tuhan sedang kerjakan. Pada hari kedua peserta retreat juga melakukan rekreasi dan makan malam bersama di pantai. “Dengan menginjakkan kaki di Sumba, kami dapat bertemu langsung dengan teman-teman komunitas Sumba, berinteraksi dengan hangat, mendengarkan beban dan pergumulan, berdiskusi dan saling mendoakan. Mulai dari diskusi di meja makan, sampai menikmati keindahan alam dan berkaraoke bersama di Pantai Walakiri”, jelas salah seorang dari panitia retreat.
Pada salah satu sesi tim TDN dan tim Subreg bersama-sama peserta juga mendoakan dan mengutus keluarga Adi Pandrangga dan keluarga Agung Umbu sebagai tim pemimpin lokal di Sumba. Jika teman-teman pembaca mengingat mari kita juga turut mendoakan supaya Tuhan senantiasa menyertai kedua keluarga ini dalam melakukan pelayanannya.
Berikut beberapa kesan dari peserta retreat :
Puji Tuhan, saya pribadi merasakan suasana Kerajaan Allah dalam retreat Nav Sumba ini. Kesan yang paling indah ialah bisa berjumpa dengan alumi Nav yang sungguh-sungguh dipakai Tuhan dalam pelayanannya. Pada materi firman Tuhan yang dibagikan kepada kami, saya pribadi merasa sangat diberkati. Melalui retreat ini saya makin paham visi Nav. Retreat ini memotivasi saya untuk lebih sungguh melakukan pelayanan pemuridan, menikmati hubungan pribadi dengan Tuhan dan mengasihi sesama manusia. (Ryan)
Mengucap syukur karena campur tangan Tuhan nyata, Tuhan maha mendengar setiap doa-doa kita dalam persiapan retreat dengan segala keterbatasan yang kita miliki, Tuhan memperlengkapi semuanya dengan begitu indah sehingga retreat ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Saya percaya semua kita diberkati dengan adanya kegiatan ini, baik melalui sharing ataupun pengalaman hidup para pembicara dan juga kebersamaan yang hangat dan semakin erat walau bertemu dalam waktu yang singkat, terpujilah Tuhan. (Norlin)
Sebagai alumni muda yang baru 2 tahun kembali ke Sumba. Saya menyebut Sumba sebagai tanah perjanjian, karena untuk kembali ke Sumba saya memmiliki kisah yang luar biasa bersama Tuhan. Melalui janji dalam firman-Nya saya bisa berada di Sumba. Saya pikir setelah lulus kuliah akan lebih enak tinggal di Bali, tapi Tuhan membawa saya kembali ke Sumba dan saya rasa ini bukan kebetulan. Tuhan ingin melihat pulau Sumba menjadi pulau kesayangan-Nya. Teringat dengan Ulangan 11:10-12 – “Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu negeri yang dipelihara oleh Tuhan, Allahmu: mata Tuhan, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.” (Luci)
Berkat yang saya nikmati melalui retreat ini adalah diingatkan bahwa keselamatan yang sudah saya terima dari Tuhan bukan disimpan untuk diri sendiri tapi untuk dialirkan menjadi berkat bagi sesama. Tuhan menginginkan supaya kita menjadi manusia Eden (serupa dengan Kristus), kemudian untuk menuju tanah Kanaan kita harus berani meninggalkan kenyamanan/ kesenangan hidup. (Agung Umbu)
Penjelasan dan update proyek-proyek strategis 2023 serta kebutuhan terkini. Kami berdoa, rekan-rekan pembaca menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan yang ada, sesuai dengan pimpinan Tuhan.
Jika Tuhan telah menyiapkan dan menggerakkan hati kalian, silakan isikan di form ini: Dukung Proyek Strategis 2023.
Secara Umum
Semua proyek ini membutuhkan dukungan doa yang penuh ketekunan. Sobat sekalian bisa memilih sesuai beban yang ditaruh Tuhan di hati, ingin menjadi/masuk tim doa bagi proyek mana, silakan kontak Admin Proyek tsb.
Kebutuhan dana berbeda-beda dari tiap proyek. Dalam penjelasan di bawah ini, akan coba dijelaskan lebih detail. Silakan mengambil langkah dukungan setelah membacanya dan Tuhan gerakkan.
Keterlibatan tenaga bisa dalam beragam bentuk: menyediakan diri sendiri untuk berperan di lapangan, apakah sebagai utusan atau peran yang lain. Atau menghubungkan sumber-sumber yang ada yang bisa mendukung proyek tsb. Boleh ada kreativitas dalam sumbangsih daya ini, tergantung situasi proyek tsb. Nanti akan lebih jelas dengan membaca info lebih detail di tiap proyek.
Penjelasan Lebih Rinci
Reg1 – IAKN Tarutung
Sejarah singkat dan update Agt 2023 terkini bisa dibaca di sini. Kontak: bang Nangin/Anthoni.
Kebutuhan terkini:
NavLead sudah ada di IAKN 2 orang wanita, karena itu kebutuhan utama adalah: dukungan doa bagi pekerjaan dan pimpinan Tuhan atas pelayanan ini termasuk tim pekerja/perintis di lapangan maupun pendampingan subreg/nasional.
Dukungan dana dibutuhkan untuk biaya operasional dan tahunan NavLead minimal 600rb per bulan per orang = 1,2jt/bulan, atau optimum 2jt/bulan.
Reg1 – Linbud/BTN
Kebutuhan strategis: utusan sekaligus pekerja bagi bisnis craft, pengembangan usaha yang sustain (dukungan advisor bagi bisnis ini). Kontak: Sam Wibowo.
Reg1 – Linbud/BDA
Kebutuhan utama: doa-doa yang intens. Siapa yang punya hati bekerja di wilayah ini, silakan kontak untuk gabung tim. Kontak: Bang Nangin/Anthoni.
Reg2 – Untan Pontianak
Sejarah singkat dan update Agustus 2023 bisa dibaca di sini. Kontak: mas Teguh.
Kebutuhan terkini:
Doa untuk Deki dan komunitas Pontianak serta pendampingan yang intens dari Pimsubreg/Timsubreg/Nasional.
Dana untuk Deki sebesar 3,5jt/bulan.
Reg3 – Unsrat Manado
Sejarah singkat Unsrat/Manada di masa lalu, dan bagaimana situasi dan visi sekarang, dan beberapa hal detail lain termasuk biaya hidup di sana, bisa dibaca di sini. Kontak: mas Agus.
Kebutuhan terkini:
Kesatuan komunitas lokal yang ada sebagai daya dukung kampus. Kebutuhan pendampingan intens.
Kebutuhan tenaga perintis (NavLead, atau Kontri, dll).
Kebutuhan dana belum bisa ditetapkan, tetapi jika ada tenaga perintis yang siap hadir di Manado, kebutuhan dana sekitar 3jt/bulan.
Reg4 – Unkriswina Waingapu
Penjelasan singkat tentang Unkriswina dan potensi serta perkembangan yang menarik bisa dibaca di sini. Kontak: mas Handy.
Kebutuhan terkini:
Tenaga muda untuk menggerakkan dan perintisan pelayanan kampus di sana. Bisa hadir sebagai dosen atau NavLead/Kontri. Silakan lihat dokumen update di atas (Ada peluang beasiswa studi S2 di Surabaya sbg dosen).
Doakan komunitas Waingapu dan Sumba secara umum supaya terbentuk semakin kuat.
Reg4 – Unimor Kefamenanu
Info situasi saat ini Nav Kampus Unimor bisa dibaca di sini. Pokok doa terbaru bisa dibaca di sini. Kontak: mas Anung.
Kebutuhan terkini:
Pendampingan dari Surabaya yang intens. Doakan rencana perjalanan tim Surabaya dan kecukupan dana (rencana terdekat: Agustus 2023).
Teman-teman telah berada di sana, telah ada kunjungan. Update ini bisa dibaca di sini. Kontak: bu Jermy.
Kebutuhan terkini:
Pendampingan dari Tim Subreg/Jayapura. Doakan kecukupan dana untuk setiap kunjungann (rencana terdekat: Nov 2023).
Navina –
Reg6 – NavCamb
NavCamb dalam tahap strategis untuk memperkuat komunitas lokal dan kepemimpinannya. NavCamb menerima kunjungan dan kolaborasi dalam berbagai bentuk (cross exposure, short term training, etc). Kontak: om Setya.
Untuk bergabung dengan grup doa dan update, klik: NavCamb 2023.
Kebutuhan terkini:
Pemerlengkapan dan kesehatian tim pekerja/pemimpin tentang Panggilan Nav (The Core) supaya bisa kompak dalam melayani bersama. Doakan cara yang paling tepat untuk mengusahakan hal ini.
Pekerja wanita untuk pelayanan kampus di Phnom Penh. Usia under 40, bisa berbahasa Inggris. Dana yang dibutuhkan akan fleksibel sesuai setting (apakah bisa bekerja atau full time dengan pelayanan, dll).
Dukungan finansial untuk NC (anggota kepemimpinan nasional), sebesar USD 300 per bulan (bisa berubah).
Proyek Ministry Home 2024 (untuk mahasiswa), di Phnom Penh/Takeo. Kebutuhan dana cukup besar. Untuk info, kontak: bong Yoshua.
Reg6 – Maher
Maher memulai sebagai utusan jangka panjang di MK sejak awal Mei 2023 secara full time dan tidak bekerja yang menghasilkan uang (GIP – gift income person). Jangka panjang berarti: sampai buah-buah pekerja/pemimpin muncul dari pelayanan #Godwilling. Dua tahun pertama, banyak teman mendukung secara finansial sambil menggalang kemitraan jangka panjang. Kontak: mas Handy.
Untuk bergabung di grup doa dan update, klik: Maher Care.
Kebutuhan terkini:
Sokongan dana rutin bulanan dengan target minimal USD 500 per bulan.
Kehendak Tuhan untuk teman hidup yang sehati.
Kunjungan rutin untuk penguatan.
Reg6 – TL
Kegiatan utama tahun ini adalah survei. Doakan tim survei, waktu survei, teknis survei dan dana yang dibutuhkan. Kontak: bu Relly Maromon.
Update. Survey 1. Waktu: 5-8 Agustus 2023, Tim: Pak Heryanto dan Findy, Dana : IDR 6.850k (done). Survey 2. Waktu: either September atau October (menunggu high season period di TL selesai), Tim: Bu Uti, Bu Jose dan Awal Steven. Dana: IDR 31.585K. Total dana survey: IDR 38.165K
Rally Nasional 12 Februari 2023 menjadi kesempatan untuk bertemu secara daring dengan rekan-rekan dari seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Perayaan untuk menyambut tahun yang baru dengan mengucapsyukur atas apa yang sudah Allah kerjakan di tahun 2022 dan menanti-nantikan dengan penuh harap apa yang sudah, sedang dan akan Allah kerjakan pada tahun 2023 ini.
Dari rally ini kita mendapat gambaran, apa yang Allah kerjakan lewat tiap pribadi kita, komunitas lokal kita, dan kita bersama sebagai Navina.
Bertema Expect the Unexpected dijiwai oleh Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Kita percaya akan melihat banyak hal tak terduga, hal-hal yang Allah kerjakan.
Melihat dengan apa yang sedang terjadi, hal-hal yang Allah lakukan melalui para pekerja kita. Maka Rally dibuka dengan kesaksian dari generasi muda, Ema di Bintuni. Videonya dapat dilihat dibawah ini.
kesaksian Ema (Bintuni)
Dilanjutkan kesaksian dari generasi senior, pak Samsir Simanjuntak di Balige.
Renungan Firman Tuhan (lihat presentasi) dibawakan oleh Justi Pattikawa, dengarkan melalui video berikut.
Renungan oleh Justi Pattikawa
Lalu ada sesi breakout room sesuai kelompok usia untuk saling diskusi dan memikirkan bagaimana memajukan IKA sesuai generasinya masing-masing. Lihat hasil pleno-nya melalui catatan diskusi atau video berikut.
Pleno diskusi grup umur
Sebagai penerapan, Setya memaparkan Sasaran Nasional 2023 (lihat presentasi) serta apa yang bisa kita kerjakan untuk mendukung gerakan ini.
Penjelasan Proyek 2023 – Setya Santosa
Berikut ini form yang bisa dipakai untuk menyatakan dukungan: form dukungan. Kita bisa mendukung dengan doa, dengan tenaga ataupun dengan dana. Setiap orang Tuhan beri kemampuan berpartisipasi.
No one should show up before me empty-handed.
Exo 23:15
Berikut pengumuman-pengumuman penting mengenai agenda 2023 yang bisa disimak.
Pengumuman
Pertanyaan tentang Pengumuman bisa disampaikan kepada Setya.
Terima kasih untuk bekerja bersama dalam ladang Tuhan, bersama Navina.
Catatan: Semua video di atas adalah adalah satu video, yaitu video streaming acara. Di deskripsinya, ada timestamps-nya. Sekali buka satu link di atas, sudah bisa akses semua bagian tsb, silakan klik timestamps tertera di deskripsi video youtube.
Temu Forum Kampus Nasional perdana secara tatap muka akhirnya sukses digelar pada 14-16 Oktober. Bertempat di Wisma YWI, Batu, Malang, pertemuan ini dihadiri total kurang lebih 99 peserta yang merupakan tim pemimpin kampus dari regional 1 sampai 5. Temu Forum Kampus 2022 ini bertajuk Refocus – Reconneect – Realign.
Ada 7 sesi dalam pertemuan kali ini, yaitu:
Kampus sebagai Fondasi (oleh Rudi Mulyana)
The Next Generation Leaders (oleh Justi Pattikawa)
Supporting System Regu Kampus (oleh Setyabudi)
Membangun Sinergi Komunikasi & Kesehatian Regu Kampus (oleh Rovy Priyono)
Membangun Budaya Pengutusan (Oleh Putu Ardana)
Evaluasi Perencanaan Regional
Agenda
Tentunya selain mendengar paparan materi, pertemuan lebih difokuskan untuk saling berdiskusi dan berbagi mengenai apa yang terjadi di regu kampus masing-masing. Melihat juga bahwa tantangan setiap wilayah juga pasti berbeda, saling belajar dan menyemangati bahwa meski banyak hal yang berbeda tetapi visi kita tetap satu untuk melapangkan kemah dan memancangkan patok-patok sampai ke ujung bumi.
Pada sore-malam hari, acara sengaja dibuat lebih santai dan bebas supaya para peserta bisa saling mengenal, mungkin ramah tamah dan reuni. Banyak juga yang akhirnya memutuskan bersama-sama entah mengelilingi Kota Batu lalu mampir sebentar di Alun-Alun Batu, Makan Bakso Malang, bincang-bincang di cafe/resto, main ke tempat wisata, dll.
Aku berdoa, semoga dengan kehendak ALLAH aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. “
Roma 1:10–12
Janji Tuhan yang mendasari perjalanan pelayanan kami (Justi-Supervisor, Jermy-Pimsubreg dan Tim Kluster) di wilayah Sub Regional 5.3, tepatnya kluster 5.3.2 sebagai respon dari Janji Tuhan di Kejadian 13:14–17
Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram:
“Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeriitu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
Tujuan dari perjalanan ini adalah:
Membangun hati para alumni di kota-kota sunyi untuk berkontribusi bagi pergerakan IKKA di suku-suku yang terdalam
Mendorong kesehatian diantara para alumni agar terbentuk komunitas yang saling mendukung dan melengkapi untuk bergerak ke kanan dan ke kiri dalam lingkup wilayah mereka
Menyiapkan hati para alumni untuk hidup memuridkan di antara yang terhilang di kota-kota sunyi.
Melakukan survei dan merintis kampus Universitas Negeri Papua
Wasior
18 Juli, Bung Jermy bersama Bung Justi melakukan perjalanan ketiga untuk mengunjungi teman-teman di Manokwari dan Wasior. Setelah tiba di Manokwari kami bertemu dengan Usi Ende Ifamut, salah satu Alumni Navina di Ambon yang telah berdomisili di Manokwari sejak tahun 1995.
Gambar 1. Bung Jermy, bung Justi dan usi Ende
Setelah berdiskusi terkait transportasi ke Wasior akhirnya disepakati pada hari itu juga kami ke Wasior dengan menggunakan KM Elizabeth Queen yang direncanakan berangkat pada Pukul 17:00 WIT.
Gambar 2. Persiapan berangkat ke Wasior dengan KM. Elizabeth Queen
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 Jam, kami tiba di Wasior ibukota kebupaten Teluk Wondama, Papua Barat pada tanggal 19 Juli. Kedatangan kami disambut oleh Keluarga Sumaryono yang merupakan Alumni Navina Ambon yang telah menetap di Wasior kurang lebih 17 tahun.
Gambar 3. Bung Justi, Keluarga Sumaryono, Bung Jermy
Sharing dengan mereka tentang tanggung jawab pekerjaan, hati untuk jiwa-jiwa serta komitmen untuk terus bekerjasama dalam menuntaskan AAK di Wasior.
20 Juli, kami bersama keluarga Mas Yono melakukan perjalanan mengitari kota Wasior untuk bersama berdoa sambil mengingat janji Tuhan dari Kejadian 13 dan Yosua 1:3.
Manokwari
21 Juli pukul 13.00 WIT, kami melanjutkan perjalanan ke Manokwari dengan menggunakan kapal cepat dan tiba Pukul 19:00 WIT setelah itu kami menuju ke hotel untuk bermalam sekaligus beristirahat, kondisi kesehatan Bung Justi yang menurun (sakit) sehingga agenda kunjungan di esok hari hanya dilakukan oleh Bung Jermy.
22 Juli, Bung Jermy mengunjungi salah satu mahasiswi yaitu Nona Numberi bersama saudara sepupunya Shela. Mereka berdua baru saja diterima di Universitas Papua fakultas MIPA jurusan Biologi. Mahasiswi ini merupakan adik dari Julius Numberi salah satu mahasiswa Papua yang sementara bertumbuh di Solo dilayani oleh Mas Joko Setyo dan Mas Iwun. Dan adik dari Bastian Numberi mahasiswa USTJ Jayapura yang sementara dilayani oleh Bung Jermy di Jayapura.
Meyakini Janji Tuhan dan mengalami janjiNya merupakan hal yang akan menambah pengenalan akan pribadi Allah secara pribadi. Hal ini akan menggairahkan semangat untuk terus berjalan bersama Dia sambil memegang janji-janjiNya.
Sharing Bung Jermy kepada keluarga Nona dan Shela.
Selanjutnya Bung Jermy melakukan perjalanan ke kampus Universitas Papua, untuk mendoakan kampus tersebut agar banyak jiwa diselamatkan. Bung Jermy juga membangun komunikasi dengan seorang mahasiswa S2 Sospol asal Nabire namanya Noach Pekey.
23 Juli, kondisi kesehatan Bung Justi sudah berangsur membaik, sehinga kami melakukan kunjungan ke kampus STT Erikson Treat dan bertemu dengan beberapa alumni yang baru selesai wisuda. Berbagi tentang tujuan hidup dan panggilan untuk memuridkan. Banyak gereja sudah tidak lagi memuridkan seperti yang ditunjukkan Tuhan di dalam Kabar Baik. Pemuridan bukan sekedar belajar firman Tuhan tetapi membagi hidup, menyediakan waktu bagi 1 atau 2 orang jemaat yang selanjutnya bisa mempengaruhi kehidupan keluarga besar mereka bahkan lingkungan mereka, itulah yang menjadi passion bagi setiap hamba Tuhan.
Selanjutnya Kami bersama Usi Ende berkunjung ke salah seorang alumni yang pernah dilayani di Jayapura, UsiAnne Ferdinandus. Alumni ini sangat semangat membagi bagaimana melakukan Amanat Agung Kristus dan memuridkan para remaja putri di gereja. “Saya menyadari bahwa saya butuh pekerja Kristus untuk bekerja sama melakukan AAK bagi para remaja di gereja kami,” demikian yang disampaikan Anne kepada kami. “Kekurangan pekerja memang itu sudah dialami saat Tuhan Yesus melayani orang banyak,” sela Bung Justi. “Yang penting Anne berdoa dari para remaja putri, atau wanita muda siapa yang Anne bisa ajak kerjasama untuk melakukan tugas ini. Tuhan memilih 12 orang yang bisa bekerjasama dengan-Nya untuk membawa kabar baik. Kami akan mendoakan pergumulan Anne baik dalam pelayanan maupun dalam keluarga,” kata bung Jermy.
Gambar 8. Bung Jermy, bung Justi, usi Ende dan Anne Ferdinandus
Selanjutnya kami mengitari bukit untuk mendoakan kota Manokwari secara bersama-sama. Tuhan berikanlah pada kami jiwa-jiwa yang haus dan berbeban berat untuk dilayani dan ditolong oleh rekan-rekan di Manokwari…
Gambar 9. Bung Jermy, bung Justi dan kota Manokwari
Bung Jermy bersama rekan-rekan kembali ke hotel, dan kondisi kesehatan bung Justi mulai kembali menurun.
Pada malam hari kami bertemu dengan salah satu alumni, tenaga dosen di Universitas Papua yaitu Jory. Berbagi tentang bagaimana membangun hati untuk generasi muda papua melalui kampus Universitas Negeri Papua, Manokwari. Kampus UNIPA merupakan kampus yang strategis dari kampus-kampus yang ada di Papua. Untuk itu sangat diharpkan agar kampur ini muncul pekerja-pekerja orang Papua asli yang mampu berkontribusi bagi pencapaian Amanat Agung Kristus diantara suku-suku yang terhilang di Papua.
Gambar 10. Bung Jermy, bung Justi dan Usi Yori Toru Toja
Keesokan harinya, kami kembali ke kota masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan yang sementara dikerjakan.
Pelajaran Kunjungan :
Perlu dilakukan kunjungan yang terjadwal dan berkelanjutan oleh pimsubreg , pimkluster yang didampingi dengan pendamping sehingga bisa mengidentifikasi kondisi para alumni dan tindak lanjutnya.
Perlu kapasitas khusus untuk mendengar dari setiap alumni sambil berdoa agar Tuhan menunjukkan apa kebutuhan mereka sehingga dapat dilakukan langkah² pemberian solusi sebisa mungkin.
Membesarkan hati dan membangun kesehatian diantara komunitas para alumni di daerah rintisan agar terjaga semangat dan komitmen bersama dalam pencapaian Injil di wilayah tersebut.
Membangun komunikasi yang intensif dengan para alumni di daerah yang dikunjungi agar mendapat informasi terbaru untuk didoakan secara bersama-sama.
Memastikan setiap daerah rintisan yang ada alumni perlu dikumpulkan agar terbangun komunitas saling dan bila tidak ada alumni harus ada orang asli kota/daerah tersebut yang mendengar tentang IKKA.
Update daerah hasil kunjungan perlu diinformasikan secara berkala bagi para alumni agar terbangun kesamaan presepsi untuk mendukung pergerakan IKKA di antara yang terhilang.
Berdoa dan tetap percaya janji- janji Tuhan karena dalam perjalanan pengembalaan tidak selamanya sesuai dengan rencana dan jadwal kita.
Tantangan
Wasior
Pola masyarakat asli yang masa bodoh untuk berjuang hidup menjadi tantangan bagi kel Mas Yono untuk membagi hidup dengan masyarakat setempat.
Kerinduan untuk mendengar tentang kabar baik oleh masyarakat setempat kurang diminati karena lebih terpusat pada kebutuhan hidup sehari-hari.
Manokwari
Kebutuhan untuk mendampingi para alumni yang telah selesai terutama para alumni yang telah berprofesi sebagai hamba Tuhan agar tetap fokus pada panggilannya sehingga butuh penjadwalan untuk tujuan dimaksud
Kekurangan pekerja di pelayanan gereja menjadi tantangn untuk bisa memenuhi kebutuhan untuk melayani orang yang terhilang terutama ppara wanita.
Keberanian untuk memulai pelayanan di kampus UNIPA ditengah tanggung jawab sebagai dosen dan pekerja Kristus.
Pokok Doa
Mohon dukungan doa bp/ibu sekalian bagi :
Keluarga Sumaryono (Mas Yono) agar diberi kekuatan dan kapasitas dalam bekerja serta dipertemukan dengan orang-orang yang rindu dan haus untuk ditolong dalam firman Tuhan
Saudari Ende Ifamut (usi Ende) agar diberi hikmat , kesehatan dan kapasitas sebagai dosen STT Eriksson Treat serta kemampuan untuk berinteraksi dan melayani para mahasiswa demi pencapaian AAK di Papua Barat
Keluarga Anne Ferdinandus agar diberi kekuatan dan hikmat dalam melayani orang-orang muda wanita di gereja sehingga akan menghasilkan generasi muda yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi perubahan sosial dimana mereka berada.
Keluarga Yory Toru Teja agar diberi kekuatan dan kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai dosen, juga kerinduan dan keberanian untuk berkontribusi bagi AAK melalui profesi dosen di kampus Universitas Negeri Papua.