Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
Yes 54:2
Term 2021-2026 ditandai dengan penetapan staf baru dan pencanangan visi kita pada tanggal 25 Juli 2021.
Ayat di atas adalah ayat yang menjadi dasar kita dalam bergerak ke depan, sampai 2026. Semangat!
Bulan Doa Navina bulan Agustus mengambil tema “Misi dan Regenerasi”/“Generation for Mission”. Ayat tema pada bulan doa dikutip dari Lukas 4:42-43, “Juga di kota-kota lain aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah”. Supaya nafas tsb terasa, akan banyak rekan baru/muda yang menjadi presenter/pemimpin doa harian. Karena itu, secara khusus kami ingin mengajak anak-anak muda lebih banyak bergabung, setiap hari selama bulan Agustus, jam 19:00 WIB (bisa masuk ruang online mulai 15 menit sebelumnya).
Pada tanggal 17 Agustus 2025 mendatang, tepat dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita juga akan melaksanakan rally bersama dengan tema “Aku Navina, Aku Indonesia”.
Rally akan dimulai pada pukul 17.00 WIB/18.00 WITA/19.00 WIT. Akan ada berbagai macam lomba yang bisa diikuti oleh rekan-rekan. Kegiatan ini bisa diikuti (info link dll) di kanal whatsapp nasional Ramah Tamah Navina: https://chat.whatsapp.com/Cuun1M2FifpI0vgZyLGO6q
Mari bergabung!!! Untuk info link online, silakan kontak Asisten Dirnas.
Sri Purnama Sari yang lebih dikenal sebagai Chipo telah pergi bersama Bapa, Minggu 25 Mei 2025 di usia 33 tahun. Sebuah kepergian yang sulit dipercaya dan membuat kaget dan duka mendalam. Tuhan kiranya memberi penghiburan buat yang ditinggal.
Saya ingin menyampaikan cerita indah tentang Chipo, semoga menjadi inspirasi dan kenangan indah untuk semua teman dan keluarga yang ditinggalkan.
Pertama kali mengenal Chipo saat Click 2021 (versi pandemi, via Zoom), bukan karena satu grup, namun karena keisengan saya bersama Nita Sembiring untuk “mengunjungi” grup-grup lain setelah acara selesai.
Saat itu kami mengunjungi salah satunya grup yang dipimpin Mbak Fe. Ada Mega Purba, ada Gian Egbert, dan ada alm. Sri Purnamasari yang akrab dipanggil Chipo.
Mereka tentu kaget ada penyusup, namun mereka menyambut kami dengan ramah. Semenjak itu baik Nita maupun saya menjalin pertemanan yang baik dan erat dengan alm. Chipo.
Bulan Agustus 2023 kami mengunjungi alm. Chipo dan menginap di rumahnya, kami berkenalan dengan ibuknya dan ternyata saya pernah satu sekolah dengan kakaknya.
Selama 4 tahun mengenal Almarhumah, banyak cerita lucu dan suka duka yang kami alami bersama. Alm. Chipo adalah orang yang sangat mementingkan orang lain, selalu ingin berguna dan menolong orang lain walaupun alm. sendiri sedang tidak ada waktu atau kurang fit.
Bagi saya cinta kasih dan dedikasinya sangat mengagumkan.
Alm. Chipo juga seorang penyemangat yang luar biasa. Tak pernah tidak, dia selalu percaya akan kemampuan dan keberhasilan teman-temannya dan menjadi penghibur yang penuh pengertian dikala susah.
Pada momen hari Kartini tahun ini alm. mengirim quote di Instagram (kami sering sekali mengobrol lewat DM dan saling mengomentari story) yang intinya memberikan selamat kepada teman-temannya yang dia anggap ‘Kartini modern’, saya bilang, “Kartini, Chip, yang jauh dari kamu. Kamu yang banting tulang demi keluarga, sementara Kartini seorang anak bangsawan yang dilayani”.
Dia menjawab dengan bahasa Jawa yang intinya, “Aih, tau deh ah kakak ini bikin aku melambung aja”.
Saya bilang dengan sepenuh hati, “Well deserved.”
Dulu dia tidak pernah mau menerima pujian, namun sepertinya karena saya pernah menceramahi dia tentang harus mau dan bisa menerima pujian, akhirnya dia terbiasa juga saat saya puji. Dan waktu itu dengan senang dia pun akhirnya menerima pujian saya, dia kirimkan emoji ❤.
Ah Chipo, maafkan kakakmu ini yang kadang suka sok pintar dan kekeuh ya. Kalo bukan karena sayang, gk sampe segitunya kok.
Sekarang Chipo sudah bersama Bapak kita di surga. Sudah dirumah ya, Chip. Tempat kita yang sesungguhnya.
Sungguh hari ini hari yang berat bagi kami. Saya dengar kabar duka ini saat sedang jauh di puncak gunung di luar negeri. Seperti akan jatuh menggelundung ke dasar gunung rasanya, Chip. Langit disini ikut menangis bersamaku, Chip. Kalo Chipo lihat pasti ketawa deh dan bilang, “Ngopo tho, mbak.” Tapi lalu kau pasti akan memelukku, karena aku tau begitu halus hatimu.
Itulah yang akan selalu kukenang, saudara dalam Kristus saya yang baik hati dan tidak ada duanya.
Note: Jika Rekan-rekan ada kenangan, silakan tuliskan (secara singkat) di kolom komentar. Terima kasih.
Dalam rangka mengawali tahun 2025 Navina mengadakan Rally Nasional Awal Tahun secara daring pada hari Minggu, tanggal 23 Februari 2025 yang lalu. Rally ini dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta dari 266 device yang terhubung dengan aplikasi zoom.
Rally diawali dengan ramah tamah yang dipimpin oleh bu Ocep sebagai MC sesi pertama.
Kemudian bung Justi memberikan sambutan dengan mengingatkan bahwasanya tahun 2024 yang lalu mungkin kita semua banyak mengalami tantangan hidup yang tidak mudah. Namun di sanalah Allah selalu setia ada bersama-sama dengan kita. Sehingga pada rally kali ini biarlah kiranya kita semua bisa menatap tahun 2025 dengan mata yang senantiasa tertuju kepada Kristus dan rencana-Nya.
Sebelum renungan, ada 2 kesaksian mengenai “Penderitaan tidak pernah sia-sia”, yaitu dari Kak Tasha dan Pak Aan. Kesaksian ini bisa didengarkan ulang di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=vsq-q3N3NEU
Pembicara rally kali ini adalah Michael Wee, yang pernah menjadi direktur nasional EA pada tahun 2010-2024. Ibrani 12:1-3 menjadi dasar dari renungan yang Michael sampaikan.
Pada akhir sesi, Julia (istri Michael) berbagi mengenai pengalaman bersama Allah yang pernah dialami. Pada tahun 2013 silam, kesehatan Julia menurun, dia merasa sangat lelah dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Sulit untuk mencerna makanan, tidak bisa berpikir, bahkan tidak bisa bernafas. “Jika saya tidak menyuruh diri saya untuk bernapas, saya akan tetap diam”, begitu katanya. Setiap tarikan nafas adalah usaha. Dan dia merasa seperti orang mati tetapi hidup.
Julia pergi ke 2 dokter “terbaik” di Singapura. Salah satu dari mereka melakukan tes, dan mengatakan bahwa hasilnya baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan kesehatannya. Salah satu kepala departemen dokter berkata, penyakitnya bisa jadi kanker, penyakit autoimun atau masalah hormon lainnya. “Saya tahu hanya Tuhan yang tahu dokter mana yang dapat membantu saya, saya berseru kepada Tuhan untuk meminta pertolongan”, ucapnya. Bulan demi bulan pun berlalu. Julia akhirnya menyadari bahwa penderitaan merupakan suatu panggilan agar kita memperhatikan apa yang ingin Tuhan katakan kepada kita. Kesaksian lengkap Julia bisa dibaca ulang di: Kesaksian Julia (English) atau Kesaksian Julia (Terjemahan).
Setelah renungan kita masuk ke sesi kedua yang dipandu oleh bang Agus dan kak Shio istrinya. Bang Agus dan kak Shio memulai dengan memberikan beberapa game yang menarik, dengan hadiah-hadiah unik. Berbagai macam hadiah tsb disediakan oleh sponsor dari rekan-rekan forum bisnis Navina.
Kemudian sesi dilanjutkan dengan satu kesaksian dari kak Ece tentang bagaimana dia memaknai perjalanan dinas/pekerjaan. Kesaksian ini bisa didengarkan di link ini.
Kemudian tibalah satu bagian penting dari rally ini yaitu presentasi Navina dan tantangan untuk bermitra/mendukung, yang disampaikan bang Wawan. Materi presentasi bisa dilihat/dibaca di link ini. Form dukungan bisa diakses di link ini.
Rally ditutup dengan melakukan foto bersama dan doa penutup dipimpin oleh bung Justi.