HELLO CIKARANG

Tanggal 3 April 2022, merupakan hari bahagia bagi Subreg 1.4. Hari Minggu, jalanan cukup lengang, dan berkunjunglah kita ke kota Cikarang. Ide dari Pimsubreg 1.4 yaitu Bapak Robet Simorangkir untuk berangkat ke Cikarang memang sangat tepat, karena rasa rindu begitu menggebu dan sudah tidak terbendung.

Kebahagiaan itu lengkap sudah ketika kawan-kawan di Cikarang menyambut dengan sukacita. Ya, memang sukacita ini tidak bisa digambarkan dengan kata-kata lagi. Karena sudah cukup lama kita tidak bertemu.

Bertempat di kediaman Bapak Didit dan Ibu Henny, kami saling melepas kangen, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada. Update pekerjaan, kehidupan di rumah, sekolah online dan tentunya pertumbuhan rohani kita semua selama masa pandemi menjadi topik pembicaraan yang hangat. Senyum sapa pun selalu hadir dari awal kami bertemu hingga kami berpisah kembali untuk pulang ke rumah masing-masing.

Bersyukur, Tuhan sediakan waktu dan tempat yang cocok untuk kita semua bertemu.

Salam dari Cikarang.

“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”

Roma 14:9

Perjalanan di Kamboja

oleh: Gloria Dwika

Setya & List mengunjungi Kamboja tanggal 5-12 April lalu. Ini adalah perjalanan pesawat pertama mereka setelah pandemi. Perjalanan terakhir mereka sebelum pandemi adalah ke Kamboja juga, Maret 2020.

Atas dorongan pak Herry mereka berangkat… meski situasi baik internal maupun eksternal tidaklah normal. Tetapi kelihatannya ini memang waktu yang tepat.

Kel Setya sempat satu malam menginap di desa (provinsi Takeo), 2-2,5 jam dari Phnom Penh (PP), desa tempat tinggal keluarga besar Chomroeun. Kebanyakan penduduk desa ini adalah keluarga/bersaudara (jauh).

Selain ke Takeo, kel Setya juga mengunjungi teman-teman yang kerja di pabrik matras (social enterprise) di Kampung Speu (provinsi lain lagi), 1,5-2 jam dari PP. Ada suasana kegembiraan di tengah tantangan-tantangan yang ada.

Tujuan utama kunjungan ini adalah bertemu dengan teman-teman Navs, teman-teman yang menjadi pondasi dan penggerak bagi keluarga Nav dan perluasan pekerjaan baik di Kamboja, baik teman-teman Kamboja maupun yang dari Indonesia dan US. Melalui pertemuan-pertemuan tersebut, baik pribadi, pasangan, maupun kelompok kecil, bisa didengarkan/didapatkan perasaan dan isi hati serta pemikiran-pemikiran ke depan, apa tantangan yang dirasakan, kesempatan apa yang terbuka, dukungan seperti apa yang diperlukan dari Navina maupun AP.

Juga ada kesempatan rally bersama dengan para relasi/jaringan hubungan dari berbagai tempat. Ada rasa senang berkumpul, lama gak berkumpul bersama karena pandemi, dan merasakan sebagai satu keluarga, keluarga Allah dengan suatu maksud yang indah bagi kebaikan Kamboja.

Ada beberapa foto view perjalanan dan Kamboja, bisa dilihat di link ini: foto-foto.

Berikut kesan beberapa rekan yang ditemui di Kamboja atas perjalanan ini.

Kedatangan mas Setya dan mbak List sangat membesarkan hati dan memberkati serta dukungan support dari Navina secara tidak langsung buat keluarga kami dan team NavCambodia…merasa lebih dekat hubungan kekeluargaan nya🙏😁 Kunjungan dan menginap dgn keluarga Indonesia dan keluarga Kamboja sangat efektif utk menjalin hubungan dan mengenal lebih dekat lagi 🙏

Silvy Suyatno

Kunjungan pak Setya dan ibu List di Kamboja sangat memotivasi dan memberi semangat bagi kami. Mereka membagi waktu untuk mengunjungi satu persatu, itu adalah contoh yg baik dan bisa melihat relitasnya dari keluaga masing-masing. Bisa melihat Tuhan sedang berkerja dalam kehidupan orang-orang dengan cara yang sederhana. Contoh: mereka tinggal di rumah saya di desa semalam, mereka memotivasi dan kami dapat berkat, orang tua saya senang melayani mereka. Kami team NLT di Kamboja termotivasi dengan bagaimana teman-teman di Indonesia peduli dengan kami, siap menolong dan mendukung kami. Kami terus berjuang untuk Injil di Kamboja.

Chomroeun Nim

Greeting from Phnom Penh, Cambodia!
It was such a blessing to have Pak Setya and his wife visited us, the NavCamb (Navigator Cambodia). They served us with really a loving and caring heart, from individual to family and to group. We really enjoyed the time with them.

Ry Roeurn

Kami sekeluarga sangat terberkati & dikuatkan oleh kunjungan Mas Setya & Mbak List. Mereka adalah tamu pertama keluarga kami sejak COVID-19 dari luar Kamboja.  Teknologi seperti Zoom, WhatsApp, dan email memang sudah berhasil menolong & mempererat jalur komunikasi diantara teman & kerabat jauh. Namun melalui kunjungan ini, barulah saya menyadari bahwa ada banyak hal-hal yang tidak dapat tergantikan dari pertemuan-pertemuan offline atau fisik. Kami sudah beberapa kali bertemu via zoom dengan Mas Setya & Mbak List, tapi pertemuan fisik benar-benar memberkati. Kami menikmati saat-saat bersekutu bersama. Kami benar-benar merasa disegarkan dan dikuatkan kembali. Mas Setya & Mbak List menolong kami untuk semakin mempertajam panggilan kami sebagai keluarga & mengerti peran-peran apa yang sudah Allah siapkan bagi kami dalam pelayanan Nav di Kamboja. Salah satu berkat & pelajaran yang paling kami rasakan adalah tentang panggilan sebagai bagian dari Tubuh Kristus. Bahwa kita semua diciptakan unik dan kita semua memiliki peran spesial yang unik dalam tubuh Kristus. Kami juga memiliki peran spesifik yang Allah siapkan hanya untuk kami sekeluarga (Ef 2:10). Namun ada pula beberapa peran-peran yang tidak bisa kami lakukan dan disitulah kami membutuhkan peran/kontribusi teman-teman sepelayanan lainnya. Seperti bagaimana Tubuh Kristus seharusnya bekerja. Sekarang, kami sekeluarga merasa recharge dan bersemangat untuk kembali berbagi hidup & bersekutu bersama teman teman disini. Karena kami sendiri sudah merasakan dampaknya bagi kehidupan kami sendiri. Blessed to be a blessing. Terimakasih untuk teman2 Navina & TDN yang sudah mensupport pelayanan kunjungan Mas Setya & Mbak List. Terkadang kita meremehkan kehadiran seseorang, tapi “the ministry of presence” (kehadiran fisik) adalah salah satu pelayanan yang sering dipandang sebelah mata namun sebenarnya sangat berarti. Terimakasih.

Yoshua Situmorang

Kesan saya pribadi untuk Mas Setya dan Mbak List, mereka orangnya simple dan humoris juga. Kami sangat diberkati dengan kunjungan dan sharing bersama sambil menikmati berkat dan karya Tuhan. Walau dalam kondisi capek tapi masih juga berkunjung ke Kamboja untuk memberikan semangat dan dorongan buat kami-kami yang ada di Kamboja.

Yohanes Suyatno

Dukungan untuk pengembangan MK (pengembangan pemimpin/staf, penguatan pelayanan dan perluasan pelayanan ke provinsi lain): http://bit.ly/mk-0222. Terima kasih.

Perintisan Kampus Madiun & Kediri

Madiun dan Kediri, 29 Maret – 3 April 2022

Pelayanan merupakan serangkaian sikap dan tindakan sebagai buah dari ungkapan hati yang memuliakan Allah dan mentaati amanat agung Kristus. Kita juga merindukan bahwa pelayanan kita akan menjadi berkat bagi sesama.

Yoh 17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan
menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk
melakukannya
.

Perintisan dan pengembangan pelayanan kampus menjadi salah satu perhatian utama dalam misi pelayanan di Sub Regional 4.1 yang secara tertulis sbb: “merintis/mengembangkan komunitas pelayanan kampus-kampus strategis”.
Dalam hal perintisan pelayanan kampus baru, tim Sub Regional 4.1 memprioritaskan pada perintisan pelayanan kampus di 4 kota strategis yaitu: Madiun (Politeknik Negeri Madiun), Kediri (STIKES Baptis), Kupang (Universitas Negeri Nusa Cendana) dan Kefamenanu (Universitas Negeri Timor).

Berikut adalah beberapa catatan penting dari perjalanan (Rovy-Temy) dalam rangka berkoordinasi untuk implementasi perintisan pelayanan kampus di Madiun dan Kediri dari tgl. 29 Maret hingga 3 April 2022 yang lalu.

MADIUN

Kota Madiun sedang berkembang menjadi kota wisata dan pendidikan. Setidaknya ada 10 kampus di Madiun yang diminati mahasiswa berkuliah di Madiun. Dalam perjalanan kami, fokus survey di 2 kampus kota Madiun, yaitu POLITEKNIK Negeri Madiun (Poltek kampus 1 dan kampus 2) dan Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan 1 kampus di kab. Madiun yaitu: Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Kampus Caruban.

Hari pertama tiba, kami orientasi ke sekitar kampus 1 Poltek.

Kampus 1 Politeknik Negeri Madiun
Pak Rovy sharing dengan Elia di dalam kampus-1 Poltek

Hari kedua kunjungan kami ke kampus 1 Poltek ini, kami gunakan untuk diskusi dan sharing dengan sdr. Elia yang bekerja sebagai tenaga kependidikan (tendik/karyawan) di sekretariat pusat kampus 1 Poltek Negeri Madiun. Dalam sharing tersebut kami mendiskusikan bagaimana melayani mahasiswa dengan mendukung aktifitas persekutuan mahasiswa kristen (PMK) hingga memiliki hubungan persahabatan yang tulus menuju kelompok pelayanan pemuridan.

Sdr. Elia adalah salah satu penggerak persekutuan mahasiswa kristen di kampus Poltek ini. Ia dapat mengumpulkan data mahasiswa kristen yang ada di Poltek jika diperlukan untuk acara persekutuan atau membuat kontak baru. Sdr. Elia saat ini sedang menempuh studi S2 di kampus Universitas Widya Mandala (Sby) dengan harapan dapat membuka peluang menjadi dosen di Poltek tsb. Sdr. Elia ini juga salah satu pekerja pelayanan pemuda di Jemaat GK PUA Madiun, dan juga telah mengikuti program Navlead Batch 4 selama 1tahun. Jadi, sdr Elia mempunyai peran strategis dalam perintisan pelayanan kampus Poltek Neg Madiun ini. Ia sedang mendoakan 5 kontak mhs untuk diajak belajar bersama dalam kelompok PA.

Di depan persis kampus-1 Poltek Negeri Madiun ini, terdapat kampus Universitas Merdeka. Kami mendoakan kemungkinan kesempatan yang terbuka melayani mahasiswa di kampus tersebut.

Kampus Universitas Merdeka ( berlokasi di depan Poltek Negeri Madiun)
Kampus-2 Politeknik Negeri Madiun

Kami juga mengunjungi dan mendoakan kampus-2 pengembangan dari kampus-1 Poltek Neg Madiun. Lokasi kampus 2 Politeknik Madiun ini cukup jauh dari kampus-1 nya. Kampus 2 ini berada di jalur ring-road area barat kota Madiun, di sekitar lingkungan kampus masih belum banyak perumahan masyarakat. Kami melihat proyek pembangunan fasilitas laboratorium teknik perkereta-apian yang tentunya akan menjadi salah satu prodi unggulan Politeknik ini.

Di lokasi berbeda, kami juga mendoakan peluang pelayanan kampus di Universitas PGRI Madiun (UnipMa) dan PSDKU Unesa Magetan (yg untuk sementara memakai ruang kuliah di SMK PGRI Maospati). Ada sekitar 1200 mhs yang kuliah di Unipma.

Kampus UNIPMA [kiri] dan PSDKU UNESA MAGETAN [kanan]

Pak Mulyono, PIC pelayanan Madiun, kami biasa memanggilnya mas Mulyono, sedang mengambil S2 di Unipma ini, juga sedang melihat kemungkinan untuk menemukan kesempatan kontak dengan mahasiswa atau peluang sbg dosen.

Sementara untuk PSDKU UNESA di Magetan ini, kami mendoakan peluang pelayanan kampus dan kelanjutan program perkuliahannya oleh karena tampaknya program ini sedang dalam evaluasi oleh kedua pihak: Pemkot Magetan dan UNESA Surabaya.

Hal yang mengejutkan kami, di tgl 31 Maret 2022 ialah saat menemukan dan doa keliling kampus di area kampus Universitas Sebelas Maret Solo di Caruban.

Universitas Sebelas Maret di Caruban

Kunjungan di kampus UNS Caruban membuat kami terkesan, sambil memikirkan apa yang sedang Tuhan kerjakan di kampus ini ya ??… Kampus yang baik dan begitu berharga, tempat dimana orang-orang muda generasi baru berkumpul dan belajar, rasanya tidak banyak orang mendengar kehadiran kampus ini (atau kami saja yang terlambat tahu ??). Masyarakat di sekitar kampus nampak masyarakat yang begitu sederhana, dan mungkin karena masih pandemi, belum banyak terlihat mahasiswa sedang beraktifitas di dalam kampus. Kampusnya bersih, dan berada dikawasan masyarakat sederhana. Konon berdasarkan informasi yang kami dengar dari pedangang di depan kampus, ia menawarkan rumah kontrakan untuk mahasiswa dengan harga 750rb-1 jt/tahunnya yang menurut kami itu harga yang sangat murah. Apakah ada yang tertarik berinvestasi rumah di sekitar kampus ini???

Kunjungan pendampingan perintisan kampus di Madiun ini, kami akhiri dengan mengikuti PA Pekerja Pelayanan Madiun yang diselenggarakan di gedung PUA pada tgl 3 April setelah pembukaan ibadah perdana secara onsite jemaat GK PUA. Setelah selesai PA tersebut, kami berdua menyampaikan hasil survey, diskusi dan masukan pemikiran kami kepada tim Pekerja Pelayanan Madiun. Secara berkala, kami akan berkoordinasi dan meng-update perkembangan perintisan pelayanan kampus ini dengan tim Pekerja di bawah koordinasi Mas Mulyono sebagai koordinator pelayanan Madiun.

Tim Pekerja Madiun – PA dan sharing

Saat kami join di PA Pekerja Madiun (kel Mulyono, kel Edi, kel Sugianto, kel Supriyanto, Sdri. Suswati, sdri Irine (Navlead) dan Elia (Navlead)), mereka sedang belajar bersama dari surat 1Yohanes , sangat menarik diskusi dan berbagi pelajaran hidup dari surat tsb. Yesus Kristus adalah dasar di dalam persekutuan yang saling melayani, di dalam rumah, dan di dalam jemaat.

Selama kami di Madiun, kami menyempatkan mengunjungi 4 keluarga pekerja untuk bersekutu dan silahturahmi, kalau sudah bersekutu, rasanya waktu selalu tidak cukup…. Kami juga mengunjungi rumah mahasiswa kristen Unesa asal Madiun yang sedang ikut proses pemuridan di kampus Unesa Surabaya, berharap kelak bisa berkolaborasi melayani orang-orang muda di Madiun.

KEDIRI

Seperti Madiun, Kediri merupakan ibukota wilayah karesidenan. Kediri dikelilingi beberapa kota disekitarnya seperti Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk, namun juga ada 2 kecamatan yang besar yang mendekati seperti kota yaitu Pare dan Kertosono. Pelayanan Navs di Kediri lebih banyak diikuti rekan-rekan alumni yang bekerja di RS Baptis Kediri. Sebagian lagi adalah para alumni pelayanan kampus kota lain, namun mereka berasal dari Kediri dan sekitarnya.

Kampus STIKES Baptis Kediri

Kesempatan untuk pelayanan kampus di STIKES Baptis ini dimungkinkan karena adanya rekan alumni yang terlibat baik sebagai dosen maupun sebagai pendamping praktek para mahasiswa di RS. Rekan-rekan alumni tsb telah melakukan pendekatan pribadi ke beberapa mahasiswa sambil melihat kehausan mahasiswa tersebut untuk belajar F.Tuhan dan kerinduan dimuridkan .

Bersekutu dan sharing kel Lilik dan kel Joko

Dalam kesempatan bersekutu dengan kel Lilik dan kel Joko, Sabtu 2 April 2022, kami diskusi kemungkinan/peluang untuk menjangkau mahasiswa STIKES Baptis tsb. Bu Sutik (istri P Lilik) adalah dosen STIKES Baptis, Bu Palupi (istri P Joko) adalah pendamping mhs Stikes Baptis yang praktek di RS Baptis, Pak Joko juga sedang membangun kontak pertemanan dengan mhs pria dari STIKES Baptis tsb. Kami belum sepenuhnya membahas langkah-langkah yang lebih praktis, oleh karena beberapa rekan belum bisa bersama-sama bertemu, seperti kel Wahyu, kel Aris dan kel Rudi dsb. Kunjungan ke Kediri masih perlu dilakukan kembali untuk koordinasi yang lebih lengkap.

Selama di Kediri, kami mengunjungi 1 kel alumni yang sedang sakit dan 1 mahasiswi Unesa yg sedang ikut proses pembinaan iman secara daring di kampus Unesa Surabaya, berharap dapat membangun hati untuk orang-orang muda di kediri.

Dari perjalanan kali ini, beberapa catatan penerapan yang perlu dilakukan adalah:

✓ Fokus rintisan pelayanan kampus di Madiun adalah: Poltek Neg Madiun, Unipma
dan UNS Caruban, yang di Kediri: Stikes Baptis. Perlu tim kecil sebagai
penggerak/pelaksana perintisan dan menentukan pic lokal.
✓ Inventaris jaringan kontak mhs dan dosen di Madiun dan Kediri.
✓ Mendukung progres adanya persekutuan mhsw di bawah PMK Poltek Madiun.
✓ Menentukan hari tertentu untuk berdoa bersama dan updating secara teratur (daring) dan sesekali bersama-sama “walking prayer” .
✓ Menyiapkan langkah acara penjangkauan dan penginjilan (persekutuan bersama
dalam even tertentu).
✓ Merekrut relawan atau prog Navlead untuk fokus melayani mhsw di kampus yg
dirintis setidaknya 1 tahun atau 2 tahun.
✓ Mendoakan adanya rumah pelayanan yg dekat kampus (1 di dekat Poltek , dan 1 di dekat UNS Caruban).
✓ Pertemuan updating dengan tim Madiun dan tim Kediri (1-2 bln sekali).

Terimakasih untuk kesempatan dalam perjalanan ini. Tuhan memberkati.

PIC Perintisan Kampus
Sub Regional 4.1

Bangkitlah dan Jadilah Terang!

Bangkitlah, Menjadi Teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.

Yesaya 60:1

Demikian bunyi tema Natal Regional 2 Navina tahun 2021 yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2021. Natal menjadi momentum yang baik dan tepat untuk menyelesaikan tahun berjalan dan menyambut tahun yang baru. Dalam konteks Navina, tahun 2021 adalah tahun transisi dari periode lama ke periode baru dalam struktur dan perencanaan pelayanan yang akan dicapai. Tema ini terasa menyegarkan, menantang dan memberi energi baru untuk memulai periode baru dalam perjalanan Visi Navina 2026. Itulah latar belakang bagaimana thema Natal Regional 2 ini ditetapkan.

The right man on the right place begitulah kesan tentang persiapan Natal yang dilakukan oleh panitia kecil yang terdiri dari teman-teman pelayanan kampus Regional 2. Walaupun terasa sempit karena hanya praktis diberi waktu 2 minggu untuk mempersiapkan tetapi dengan anugerah Tuhan dan kerjasama panitia, terlihat bahwa tantangan besar berupa gawean Natal ini bisa dihadapi dan dilalui dengan baik.

Perayaan Natal Regional 2 Navina kali ini benar-benar terasa lengkap dengan keikutsertaan seluruh entitas, simpatisan, keluarga dan kontak-kontak, baik yang berdomisili di daerah Jawa Barat dan sekitarnya maupun di Kalimantan. Puji Tuhan untuk teknologi yang memungkin kami semua hadir secara virtual dari tempat masing-masing yang secara geografi sesungguhnya mencakup juga daerah-daerah susah sinyal semisal di pedalaman Kalimantan.

Kesaksian pujian dari teman-teman Kalimantan, siswa/i SMA 3 Bandung, paduan suara pelayanan anak-anak regional 2, kesaksian Pak Iwan Laban serta kesan dan pesan para sesepuh Navina di Regional 2 memberi warna tersendiri dalam perayaan Natal kali ini. Ide-ide luar biasa tentang bentuk dan detail acara bisa dipadukan dengan baik termasuk ice breaker yang dikemas dalam bentuk kuis dengan pertanyaan-pertanyaan yang gokil parah. Kesyahduan perayaan ini bertambah dengan candle light service yang diiringi oleh lagu Silent Night….

Perayaan Natal tahun ini bisa mengobati kerinduan akan suasana Natal yang sudah lama tidak dirasakan akibat pandemi” demikian salah satu kesan dari peserta. Begitu juga kesan salah satu anggta Panitia  “adalah sukacita tersendiri melihat para peserta yang terdiri dari semua kategori umur dan entitas

Bagaimana respon kita terhadap situasi di sekitar kita saat ini? “Angkatlah mukamu, lihatlah di sekelilingmu, mereka sedang datang kepadamu,…get up, bangkit, aware….. terang Tuhan sudah ada atas kita, kemuliaan Tuhan sudah ada di atas kita…apakah kita dan anak2 kita sudah ikut bersinar membuat orang lain yang sedang mencari Tuhan melihat terang itu ada pada kita? Apakah kita sudah menjadi saluran berkat kepada orang lain di sekitar kita dalam memenuhi kebutuhan mereka khususnya karena dampak dari pandemi ini? Apakah kita masih bersemangat dalam pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita saat ini? Apakah kita tetap semakin terlihat terangnya bagi orang2 di dalam pekerjaan kita?” demikian pertanyaan2 renungan untuk penerapan pribadi yang diajukan oleh Bang Elisati Hulu mengakhiri khotbah Natal malam itu.

Kesaksian Pak Iwan Laban yang tetap bersemangat melayani di daerah pedalaman  Kalimantan dengan terus berfokus kepada penginjilan, pemuridan, pelipatgandaan pekerja di tempatnya melalui pekerjaan dan kegiatan eskul yang dirintisnya sungguh sangat membesarkan hati dan menyemangati kami semua.

Begitu juga pesan dan kesan dari para sesepuh Navina di Regional 2 tentang Natal “Ini adalah bagian berkat karena Kristus hadir di dunia ini… marilah kita meresap makna kelahiran Kristus dan kedatangan kembali untuk kedua kali supaya kita tidak menjadi malu ketika dia datang kembali..” …. demikian juga pesan yang lain “Yohanes 3:16 bahwa Natal adalah Kasih Allah kepada manusia… jadi mari syukuri bahwa kita masih dikaruniai nafas kehidupan, kesehatan, mari bergandengan tangan menyatakan kasihNya dengan tindakan,  tidak egois, tidak statis, rela berkorban untuk menerima dan menjangkau sesama kita yang masih terhilang

Tak lupa pesan khusus generasi penerus kita “Natal itu identik dengan liburan, refreshing, berkumpul dengan teman, minta uang dari ortu, dsb… ga juga..Natal adalah berbagi..Natal adalah menjadi berkat, bukan menuntut untuk diri sendiri

Masa sulit selama 2 tahun belakangan ini membuat sebagain kita bertanya dimana Allah, sebagian mengalami kehilangan pekerjaan, kita ditinggalkan orang-orang terkasih. Pertanyaannya adalah kapan masalah ini akan selesai? Apakah mungkin TUHAN tidak menjawab? atau akankah situasi ini berakhir?

TERANG itu sudah datang…BANGKIT-lah…MENJADI TERANG-lah…terang itu untuk seluruh bangsa..

Feliz Navidad!!!, we wish you a wonderful and blessed Christmas 2021……

Seminar April 2022

Runtutan acara Seminar: (dalam WIB)

  • 12:30 Ruang dibuka untuk ramah tamah
  • 13:00-13:30 Renungan dan Update Nav (Renungan: Edu Napitupulu, MC: Benny Sitanggang).
  • 13:30-15:30 Seminar dalam breakout room (kapita selekta), dengan dua topik: Keuangan (Uang dan Hati Kita, pembicara: Ir. Erwin Gultom, moderator: Julius Andre) dan Kesehatan (Covid dan DBD pada Anak, pembicara: dr. Frans Huwae, dr. Junita Sinaga SpA, moderator: dr. Yesti).
  • 15:30 Ramah tamah di main room

Peserta

Seminar ini untuk masyarakat/komunitas Navina dan para relasinya yang ingin menikmati bersama (keluarga besar, teman kantor, tetangga, teman gereja, dll). Silakan infokan seminar ini kepada relasi terdekat (tetapi tidak publik/grup umum). Silakan memilih ruang seminar yang cocok.

Covid pada Anak (dr. Frans Huwae)

Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO mengumumkan pandemi COVID-19 dan kasus pertama di Indonesia tanggal 2 Maret 2020 atau sekitar 4 bulan setelah kasus pertama di Wuhan. Kasus COVID-19 meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu sehingga memerlukan perhatian. Lebih jauh lagi, beberapa varian baru dari virus SARS-CoV-2 seperti varian Alpha (B.117), Beta (B1.351), dan Delta (B.1.617) juga telah ditemukan penyebarannya di berbagai daerah di Indonesia dengan risiko penularan tinggi.

Saat ini terdapat varian baru dari Covid-19 yaitu varian B.1.1.529 yang diberi nama Omicron. Pada awal dan pertengahan Maret 2022 telah didentifikasi varian Omicron BA.2 dan Deltacron, namun mengenai virulensi, morbiditas dan mortalitasnya belum diketahui pasti karena masih dalam penelitian.

Kasus COVID-19 positif anak di Indonesia lebih banyak dibandingkan negara-negara lain di Asia maupun di dunia dengan menyumbang angka kesakitan 2.9% pada usia 0-5 tahun, 10.4% pada usia 6-18 th. Sedangkan angka kematian 0-18 th sebesar 0.5% dan angka kesembuhan 97.3%.

Varian Omicron masih merupakan ancaman kematian bagi anak. Apa yang perlu menjadi perhatian serius orang tua, dalam menjaga anak dari paparan virus Covid19 dan komplikasi berat apa yang perlu diketahui.

DBD pada Anak & Remaja (dr. Junita Sinaga SpA)

Infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dangue, dengan 4 serotipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4 yang ditularkan oleh nyamuk betina Ae aegypti dan Ae albopictus.

Setiap tahun insidens infeksi dangue meningkat dramatis secara global sekitar 390 (284-528) juta orang mulai dari asimtomatis sampai yang simtomatis. Study prevalens memperhitungkan terdapat 3,9 miliar orang di 129 negara berisiko terinfeksi dan 70% berada di benua asia.

Penelitian terkait insidens infeksi dangue di Indonesia selama 50 tahun menunjukkan peningkatan tajam, pada tahun 1968 adalah 0,50 kasus per 100.000 menjadi 77,96 kasus pada tahun 2016 dengan siklus setiap 6-8 tahun. Pada tahun 2017 tercata 59,047 kasus demam berdarah dangue (DBD) dan kematian terkait DBD tersebut sebanyak 444 atau insidens 22,55 per 100.000 tahun dengan CFR 0.75%

Anak Indonesia adalah kelompok rentan mengalami infeksi dangue, sejak tahun 2016 sampai 2019 kasus usia 0-14 tahun insidens nya berturut-turut 51,66%, 53,8%, dan sampai tahun 2020 mencapai 53,41%. Karena tingginya insidens ini perlu penanganan yang tepat untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dangue di Indonesia.

Uang dan Hati Kita (Ir. Erwin Gultom)

“Di mana hartamu berada, di situ hatimu berada”, tentunya kita familiar dengan frasa tersebut bukan? Harus kita akui bahwa Firman Tuhan ini memang selalu relevan dengan kondisi kita. Mungkin kita pernah dalam kondisi dimana hati merasa tidak tenang ketika bepergian telalu lama dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, karena kita menyimpan harta benda berharga di rumah. Mungkin pernah juga kita tiba-tiba khawatir melihat portfolio investasi yang nilainya anjlok akibat pandemi atau perang. Dan mungkin juga kita pernah mengalami kondisi dimana hati merasa galau ketika akan memberi persembahan/perpuluhan. Untuk itu adalah baik jika kita sama-sama mendiskusikan sebuah topik tentang Uang dan Hati Kita.

Dalam kapita selecta ini kita akan belajar bagaimana kita dapat mengelola uang berdasarkan prinsip-prinsip di Alkitab. Baik itu mengelola pengeluaran bulanan, sikap terhadap harta benda yang kita miliki, juga terhadap perpuluhan atau persembahan lain nya. Banyak pelajaran dan pengalaman yang menarik bisa kita lihat. Sampai bertemu secara virtual di tanggal 10 April 2022.

Kontak: Gloria.