Terjaring di Bulan Doa Navina Bertemu di NavAustralia

Oleh: Anita Jeujanan

ALLAH sendirilah yang dalam kemurahan-Nya telah memberikan kepada kami pekerjaan yang mulia ini (yaitu mengabarkan Berita Kesukaan kepada semua orang). Karena itu, kami tidak pernah berputus asa.

2 Korintus 4:1 (FAYH)

Bersyukur bisa tergabung dalam Doa Nasional Navina di Bulan Februari 2022 yang lalu secara online. Dalam satu kesempatan, saya bertemu pak Agung Purnomo di breakout room. Setelah mengetahui bahwa saya sedang menempuh sekolah lanjut di Griffith University di Brisbane Australia, Beliau memberi saran untuk menghubungi pak Grant, Pemimpin Nav-Australia, supaya dibantu untuk terhubung dengan teman-teman di Brisbane. Kami pun bertukar nomor WA dan alamat email pak Grant usai doa berlangsung.

Jumpa perdana dengan Pak Agung dalam ruang doa Bulan Doa Navina Februari 2022.

13 Juli 2022, saya kembali ke Australia untuk melanjutkan studi. Mencoba menghubungi pak Grant by email dan dibalas sekitar 2 mingguan lebih. pak Grant tinggal di Canberra-Sydney dan Beliau sedang mengunjungi keluarga di London selama sebulan penuh. Dengan pertolongan Tuhan dan melalui pak Grant, Saya terhubung dengan pemimpin Navs negara bagian Queensland pak Robert Bolton. Kami berkomunikasi melalui surel dan bertemu secara langsung di Rally perdana Navs Brisbane pada 20 Agustus 2022. Lokasi Rally ternyata cukup jauh, dari Selatan (Robertson) ke Utara North Pine Presbyterian Church Hall 57 Old Dayboro Road Petrie-Brisbane. Saya menempuh perjalanan sendiri, belum paham rute dan hanya berbekal Google Maps. Perjalanan memakan waktu 3 jam lebih dengan berganti kereta, bis bahkan taksi, sempat tersesat tetapi semangat bertemu keluarga melebihi ketakutan tersesat di negara orang.

Teringat akan janji Tuhan dalam Yesaya 54:2-3Lapangkanlah tempat kemahmu,dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!” Saya percaya bahwa ini adalah sebuah misi pengutusan bagi saya. Apalagi melihat kesaksian teman-teman di Regional 5, dengan keberadaan mereka dan jarak tempuh yang tidak mudah namun masih terus mau melakukan bagiannya, secara tidak langsung mempengaruhi niat saya bersekutu bersama di komunitas Brisbane.

Peta Australia – Peta perjalanan dengan public transportasi dari Robertson ke tempat Rally.

Hanya saya orang Indonesia (satu-satunya Asia) plus berkulit coklat. Rata-rata bule Australia asli. Meski sedikit kikuk di awal lantaran perbedaan bahasa, saya merasa diterima dalam komunitas ini.

Usai Rally Perdana bersama pemimpin, staf, dan keluarga Navs Queensland.
(Dokumen Navs Australia)

Saat itu kami belajar tentang Ilustrasi Roda. Materi dibawakan staf fulltime Dustyn McLaren. Selama Rally, kemampuan menghafal ayat dari Pemimpin Brisbane dan semua orang yang hadir saat itu membuat saya terkagum, memotivasi saya untuk terus menghafal ayat. Materi yang di-sharingkan sangat unik, Ilustrasi Roda dibuat dalam bentuk maket dan Virtual Reality (VR). Saya teringat akan materi yang sama yang pernah dibagikan bung Justi dalam Rally Kampus Ambon saat saya kuliah di Univ Pattimura.

Berlanjut ke Rally kedua pada 20 September 2022. Tiga hari sebelumnya, saya bertemu dengan pasangan suami istri Staf Navs Australia Pak Ian McIntosh dan Ibu Helen secara pribadi. Mereka ramah nan bersahaja. Pasangan konselor yang pernah melayani selama 10 tahun di Amerika itu datang dan berbagi cerita bersama di Griffith University. Saya sangat bersyukur untuk kesempatan ini. Saat Rally, Pak Ian berbagi tentang ā€œMengatasi luka. Kepahitan, kekecewaan, kesalahpahaman dan penolakanā€. Saya belajar bahwa kepahitan dan kekecewaan kerap saya alami sebagai manusia biasa, untuk menyelesaikan segalanya dan menerima kenyataan yang tidak bisa saya kendalikan membutuhkan waktu yang lama. Mulailah dengan doa, karena Allah sanggup mengubah hati seseorang.

Bersama Pak Ian McIntosh dan Ibu Helen usai Rally (dokumen pribadi)

15 Oktober 2022, kami dikunjungi Pak Grant-Pemimpin The Navigators Australia.  ā€œAlangkah indah jika suatu saat kita bisa bertemu di kampusmu di Brisbane untuk bercerita,ā€ kira-kira begitu bunyi salah satu surat elektronik Pak Grant. Dan Tuhan mempertemukan Saya dengan Beliau.

bersama Pak Grant Dibden (Direktur Nasional Navs Australia) usai Rally

Pak Grant berbagi 10 point kebenaran Injil. Saya diingatkan untuk menghargai pengorbanan Tuhan. Bahwa saya sesungguhnya adalah orang yang tidak masuk hitungan, tapi oleh pengorbanan-Nya di kayu salib, saya memperoleh keselamatan. Dan berkat itu harus bisa saya bagikan kepada orang lain supaya mereka juga dapat mengalami keselamatan dari Allah.

Dalam kesempatan ini, Saya bertemu dengan ketua komunitas warga negara Nigeria di Queensland, pak Blessing, juga salah satu anggota Navs Australia, seorang Mexico, Pak Sergio yang adalah salah satu pelaku bisnis kuliner besar di Brisbane.

Bersama Pak Blessing, Ketua Persekutuan Warga Negara Nigeria di Queensland

Tak habis-habisnya saya bersyukur atas campur tangan Tuhan, melalui momen Bulan Doa Nasional Navina, Tuhan membukakan jalan sehingga saya bisa terhubung dengan komunitas setempat. Tolong doakan supaya keberadaan saya di Brisbane menjadi berkat, Janji Tuhan tergenapi, keturunan rohani muncul dan mendiami kota ini.

Merdeka untuk Berkumpul

Semarang, 16 Agustus 2022

Meskipun banyak hal yang masih sulit diprediksikan, dunia nampaknya semakin baik – jauh lebih baik. Perkuliahan tatap muka segera mulai, sepanjang jalan macet menyambut mahasiswa bukan hanya angkatan 2022, mulai Angkatan 2019 pun berbondong-bondong datang ke kampus.

Jika musim pandemi mengajarkan untuk banyak duduk diam, berdoa, dan mendengar – masa-masa menunggu. Musim baru ini mengajarkan untuk aktif bergerak, untuk rajin menuai.

Waktunya sangat pas, teman-teman mahasiswa di sekitar wilayah Tembalang, Semarang (Undip, Polines, dan Polkesmar) mulai berdatangan menjelang tanggal 17 Agustus. Maka kami ajak mereka untuk bertemu dalam perayaan Kemerdekaan Indonesia.

Kali ini, teman-teman putra dari Rumah Tumbuh Bersama (RTB) Mari menyiapkan makanan sedangkan teman-teman putri dari RTB Rut membukan rumahnya sebagai tempat pertemuan. Ini adalah inisiatif teman-teman yang sudah bekerja, mereka yang lebih dahulu menikmati komunitas sejak masa perkuliahaan dan rindu membagikan kasih Allah.

Sebenarnya sempat gerimis diawal acara, tetapi selanjutnya cuaca cerah. Kami meminjam lahan kosong di depan rumah (milik tetangga samping rumah) yang entah sejak kapan dipasangi lampu sehingga sangat cukup untuk menerangi lahan tersebut, ini pun kemurahan Allah.

Dimulai dengan saling berkenalan. Ada yang sudah mengenal sejak dari pertemuan-pertemuan daring, ada yang baru mengenal dari aplikasi percakapan daring, ada juga yang baru pertama kali kenal karena diajak temannya, sungguh beragam.

Dilanjutkan dengan permainan khas 17-an, memasukkan paku ke botol, oper kelereng dengan sendok, dan lain sebagainya yang dilakukan berkelompok. Berharap teman-teman ini dapat saling mengenal dan akrab. Diakhiri dengan makan bersama.

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

Pengkhotbah 3:13

SATU FREKUENSI

Acara Kebersamaan Subreg 1.4

Hari Sabtu, tanggal 6 Agustus 2022 dipilih oleh keluarga besar Subreg 1.4 (chapter Jakarta Wilayah Timur dan sekitarnya) untuk berkumpul bersama-sama dalam sebuah gathering kebersamaan, yang bertajuk “Satu Frekuensi“. Yup, acara yang dikomandani oleh Bang Stephen Sariwating, berjalan cukup meriah dan sukses. Ini merupakan kali pertama, keluarga Subreg 1.4 chapter Jakarta wilayah timur bergabung dan bertatap muka, bercanda tawa dan kangen-kangenan.

Acara pertama dimulai dengan memuji Tuhan dan renungan dari Mas Setya. Renungannya cukup menguatkan, yang pada intinya adalah bagaimana kita bisa satu frekuensi, sementara kita begitu beragam? Ragam umur, ragam asal/budaya, ragam masa lalu, ragam pikiran, ragam kepribadian, ragam kepentingan, … ragam apa lagi? Dasarnya adalah 2 Korintus 5:17Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Kita semua ada di dalam Kristus, ciptaan baru, komunitas baru, satu keluarga, satu umat, satu tubuh, satu bangunan, satu mempelai… mungkin ada gesekan, rasa tidak senang, tetapi tidak bisa terlepas satu sama lain, tidak bisa tidak menerima dan mengasihi. Mungkin kita tidak bisa dekat dengan semua orang, tetapi dengan beberapa orang terdekat, kita sangat dekat dan mendalam. Komunitas lokal, unit yang paling kecil dari ekspresi tubuh Kristus secara lokal, mestilah sangat dekat dan mendalam. Rindu bertemu, berusaha bertemu, mengenal lebih dalam, .. dan akan lebih kreatif dalam berbuat baik. Mas Setya menekankan juga pada komunitas yang sehat di poin komunal dan misional. Dimana itu adalah sifat utama komunitas lokal: komunal, belonging to one another… hidup saling, hidup bersama, dan bagaimana komunitas lahir dan berkembang serta melipatganda.

Kemudian acara berikutnya dilanjutkan dengan games, lomba tumpeng antar kelompok PA, dan outbond mini untuk adik-adik dari usia remaja sampai alumni muda. Sangat menarik dan berkesan. Sepertinya belum semua dapat ikut ya dalam acara ini. Next, kita ajak yuk semua kawan-kawan, keluarga, dan anak-anak untuk bisa seru-seruan bareng dalam acara kebersamaan berikutnya.

Mau tahu keseruannya? yuk simak cuplikan video berikut ini. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Cuplikan Video acara kebersamaan “Satu Frekuensi”

Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.

Ibrani 10:24

Welcoming New Students

New Student, New Life

Awal tahun ajaran baru menjadi waktu yang menggairahkan. Nama-nama baru muncul di daftar kontak whatsapp. Semangat para mahasiswa baru menjadi penyemangat dan juga memberi warna baru.

Pada awal tahun ajaran ini, kami pelayanan Kampus Regional 4 (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara) mengadakan acara pejangkauan bersama-sama melalui ā€˜Book Club’. Ā Acara ini dilakukan pada taggal 25 – 29 Juli 2022, tiap hari dari pukul 18.00-19.30Ā  WIB melalui Zoom.

Bersyukur untuk Mahasiswa dari kampus-kampus: 

  • Surabaya (Unesa, Unair, ITS, UPN, UKDC, Univ. Dinamika)
  • Malang (Univ Brawijaya, ABM, ITN, Uiv Merdeka, Uni Tribuwana Tunggadewi, STIKI)
  • Madura (Uni Tronojoyo)
  • Jember (Uni Jember – Bondowoso) 
  • Bali ( Undiksa, Udayana, Undira)
  • Sumba (STT GKS Lewa)

Ada sekitar 50 mahasiswa yang hadir pada acara ini.

Acara ini bertujuan untuk menyiapkan teman-teman mahasiswa baru untuk memasuki dunia kampus dan sekaligus memperkenalkan mereka dengan komunitas pelayanan kampus navigator di regu-regu lokal. 

Beberapa aktivitas yang dilakukan:

  • Membaca Buku ā€œBukan Sekadar Kuliahā€ yang dituis oleh pak Jerry White. Sebagai persiapan kami mengirimkan buku ke alamat teman-teman mahasiswa baru sekitar seminggu sebelum acara. Bersyukur untuk Navpress Indonesia yang bersedia untuk mencetak ulang buku tersebut. 
  • Paparan materi dari (oleh beberapa Dosen). Beberapa materi yang disampaikan :
  1. Mengapa berkuliah – Handy Wicaksono (dosen Teknik Elektro UK Petra)
  2. Menjadi mahasiswa yang excellent – Royke Kalalo (dosen FK Unair)
  3. Mengatur keseimbangan hidup sebagai mahasiswa – Desmas Patriawan & Adinda Sih PRU (dosen Teknik Mesin ITATS dan dosen Arsitektur ITS)
  4. Analisa kemampuan pribadi – Rony Kurniawan (Koordinator Pelayanan Kampus  Unair)
  5. Finishing well as a student – Dian Trihastuti (dosen Teknik Industri UKWM)
  • Diskusi antara para maba dengan mahasiswa senior yang sudah bergabung di pelayanan kampus.

Beberapa kesan yang ditulis oleh mahasiswa baru:

Keyzra Ezekiel Destino Samosir (UPN Jatim, Akutansi): “Acara ini sangat bagus bagi MABA maupun bagi mahasiswa/mahasiswi karena memberikan penerangan bagaimana untuk menjalani perjalanan akademik di perkuliahan secara baik dan menyeluruh. Dan juga memberikan nasehat-nasehat yang penting bagi mahasiswa-mahasiswi”

Ester Kartika Sari (Uni Trunojoyo Madura, Psikologi): “Terimakasih banyak untuk pertemuan nya, semoga kita bisa bertumbuh bersama dalam satu Allah :)”

Gavriel Pramuda Kurniaadi (ITS, Sistem Informasi): “Sangat menyenangkan karena bisa kenal orang-orang baru dan mendapatkan materi-materi yang tentunya bisa membangkitkan semangat untuk kuliah. Mungkin masukannya jamnya bisa lebih malam seperti jam 19.00 atau lebih awal seperti jam 17.00 karena bertabrakan dengan jam makan malam. Terima kasih atas semuanya :)”

Elta (Uni Brawijaya, Statistika): “Banyak pelajaran, tips and trick, dan hal baru yang didapat baik dalam perkuliahan maupun pertumbuhan rohani. Terima kasih sudah diberi kesempatan untuk mengikuti acara ini sehingga saya sebagai mahasiswa baru semakin diperlengkap untuk kuliah dan memuliakan nama Allah. Untuk masukan, kedepannya kalau kondisi semakin membaik dan memungkinkan, bisa diadakan secara offline.”

Asrin V.J.Radjah (STT GKS Lewa, Teologia): “Puji Tuhan selama mngikut kegiatan ini dri hari pertama smpai hari terakhir ada bnyak hal baru, pemahaman baru yg sy dpatkan, yg sngat bermanfaat dan membantu sy dlam berproses dibangku perkuliahan,untuk itu sya sngat mngucapkan trimkasih kepada kk” dan om” smua yg sdh memberi kami kesempatan untuk bljar, harapan sya kegiatan ini tdk berhenti smpe disini saja, tapi juga dijalankan ditahun-tahun yang akan datangšŸ˜‡skli lagi Trimksih untuk kesempatan bljar bersama selama 5 hari.. Tuhan berkatišŸ˜‡”

Sarah Dwi Putri Melita (Universitas Negeri Surabaya, Ilmu Hukum): “Kesannya selama saya ikut kegiatan ini seruu banget. Karena saya bisa mengerti materi baru yang disampaikan dengan sangat baik serta bertemu teman-teman baru, utamanya yang satu universitas.”

Yokebeth Patria Senadi (Uni Airlangga, Psikologi): “Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam welmab book club selama 5 hari berturut-turut, semoga rangkaian kisah dan pertemuan persekutuan tetap terus berlanjut dan bisa ketemu ofline aihihihihi. Tuhan Yesus memberkati <3”

Regional 4 Virtual Youth Gathering

Mengisi libur sekolah kali ini, pelayanan siswa Regional 4 mengadakan virtual youth gathering. Acara ini diadakan pada tanggal 9 Juli  2022 dan diikuti oleh 50 Siswa. Dikoordinir oleh kel Trisuta dan dibantu oleh kel Hardi Susan, kak Femy, Kak Rita, dan kak Dewi.

Peserta dan kakak-kakak pembimbing

Virtual youth gathering kali ini mengambil tema The Children of The most High (Matius 5:25).

Sesi 1 dibawakan oleh pak Anung dengan pesan sebagai anak Tuhan perlu mengembangkan kemampuan yang Tuhan berikan untuk menjadi berkat.

Sesi 2 dibawakan oleh kak Chika dengan pesan siswa belajar mengenali bakat minatnya dan mengembangkannya.

Dan sesi penutup dibawakan oleh pak Rovy dengan pesan setiap anak Tuhan sangat berharga sebagai anak raja, seharusnya menunjukkan kehidupan yang mulia.

Pada youth gathering kali ini juga ada 6 workshop yang bisa diikuti oleh peserta, yaitu:

  • Workshop 1: Coding dibantu oleh kak Natan
  • Workshop 2: Menggambar on line oleh Kak Vanessa
  • Workshop 3: Canva oleh Kak Hardi
  • Workshop 4: Membuat konten youtube oleh Kak Anna
  • Workshop 5: Cooking oleh Kak Okta
  • Workshop 6: Bahasa Inggris oleh Kak Elsa
Kakak-kakak yang membantu workshop

Kerinduan kami melalui acara ini siswa dapat memuliakan Tuhan melalui bakat yang Tuhan berikan.