Chipo Yang Spesial

Sri Purnama Sari yang lebih dikenal sebagai Chipo telah pergi bersama Bapa, Minggu 25 Mei 2025 di usia 33 tahun. Sebuah kepergian yang sulit dipercaya dan membuat kaget dan duka mendalam. Tuhan kiranya memberi penghiburan buat yang ditinggal.

Chipo tinggal dan melayani pekerjaan Tuhan di Solo. Salah satunya melalui bisnisnya: Nitisari, https://maps.app.goo.gl/QeMVMVNdyBfkFkfw9.

Satu kenangan dari Christina Nainggolan

Saya ingin menyampaikan cerita indah tentang Chipo, semoga menjadi inspirasi dan kenangan indah untuk semua teman dan keluarga yang ditinggalkan.


Pertama kali mengenal Chipo saat Click 2021 (versi pandemi, via Zoom), bukan karena satu grup, namun karena keisengan saya bersama Nita Sembiring untuk “mengunjungi” grup-grup lain setelah acara selesai.

Saat itu kami mengunjungi salah satunya grup yang dipimpin Mbak Fe. Ada Mega Purba, ada Gian Egbert, dan ada alm. Sri Purnamasari yang akrab dipanggil Chipo.

Mereka tentu kaget ada penyusup, namun mereka menyambut kami dengan ramah. Semenjak itu baik Nita maupun saya menjalin pertemanan yang baik dan erat dengan alm. Chipo.


Bulan Agustus 2023 kami mengunjungi alm. Chipo dan menginap di rumahnya, kami berkenalan dengan ibuknya dan ternyata saya pernah satu sekolah dengan kakaknya.

Selama 4 tahun mengenal Almarhumah, banyak cerita lucu dan suka duka yang kami alami bersama. Alm. Chipo adalah orang yang sangat mementingkan orang lain, selalu ingin berguna dan menolong orang lain walaupun alm. sendiri sedang tidak ada waktu atau kurang fit.

Bagi saya cinta kasih dan dedikasinya sangat mengagumkan.

Alm. Chipo juga seorang penyemangat yang luar biasa. Tak pernah tidak, dia selalu percaya akan kemampuan dan keberhasilan teman-temannya dan menjadi penghibur yang penuh pengertian dikala susah.


Pada momen hari Kartini tahun ini alm. mengirim quote di Instagram (kami sering sekali mengobrol lewat DM dan saling mengomentari story) yang intinya memberikan selamat kepada teman-temannya yang dia anggap ‘Kartini modern’, saya bilang, “Kartini, Chip, yang jauh dari kamu. Kamu yang banting tulang demi keluarga, sementara Kartini seorang anak bangsawan yang dilayani”.

Dia menjawab dengan bahasa Jawa yang intinya, “Aih, tau deh ah kakak ini bikin aku melambung aja”.

Saya bilang dengan sepenuh hati, “Well deserved.”


Dulu dia tidak pernah mau menerima pujian, namun sepertinya karena saya pernah menceramahi dia tentang harus mau dan bisa menerima pujian, akhirnya dia terbiasa juga saat saya puji. Dan waktu itu dengan senang dia pun akhirnya menerima pujian saya, dia kirimkan emoji ❤.

Ah Chipo, maafkan kakakmu ini yang kadang suka sok pintar dan kekeuh ya. Kalo bukan karena sayang, gk sampe segitunya kok.

Sekarang Chipo sudah bersama Bapak kita di surga. Sudah dirumah ya, Chip. Tempat kita yang sesungguhnya.

Sungguh hari ini hari yang berat bagi kami. Saya dengar kabar duka ini saat sedang jauh di puncak gunung di luar negeri. Seperti akan jatuh menggelundung ke dasar gunung rasanya, Chip. Langit disini ikut menangis bersamaku, Chip. Kalo Chipo lihat pasti ketawa deh dan bilang, “Ngopo tho, mbak.” Tapi lalu kau pasti akan memelukku, karena aku tau begitu halus hatimu.

Itulah yang akan selalu kukenang, saudara dalam Kristus saya yang baik hati dan tidak ada duanya.


Note: Jika Rekan-rekan ada kenangan, silakan tuliskan (secara singkat) di kolom komentar. Terima kasih.

Merdeka untuk Berkumpul

Semarang, 16 Agustus 2022

Meskipun banyak hal yang masih sulit diprediksikan, dunia nampaknya semakin baik – jauh lebih baik. Perkuliahan tatap muka segera mulai, sepanjang jalan macet menyambut mahasiswa bukan hanya angkatan 2022, mulai Angkatan 2019 pun berbondong-bondong datang ke kampus.

Jika musim pandemi mengajarkan untuk banyak duduk diam, berdoa, dan mendengar – masa-masa menunggu. Musim baru ini mengajarkan untuk aktif bergerak, untuk rajin menuai.

Waktunya sangat pas, teman-teman mahasiswa di sekitar wilayah Tembalang, Semarang (Undip, Polines, dan Polkesmar) mulai berdatangan menjelang tanggal 17 Agustus. Maka kami ajak mereka untuk bertemu dalam perayaan Kemerdekaan Indonesia.

Kali ini, teman-teman putra dari Rumah Tumbuh Bersama (RTB) Mari menyiapkan makanan sedangkan teman-teman putri dari RTB Rut membukan rumahnya sebagai tempat pertemuan. Ini adalah inisiatif teman-teman yang sudah bekerja, mereka yang lebih dahulu menikmati komunitas sejak masa perkuliahaan dan rindu membagikan kasih Allah.

Sebenarnya sempat gerimis diawal acara, tetapi selanjutnya cuaca cerah. Kami meminjam lahan kosong di depan rumah (milik tetangga samping rumah) yang entah sejak kapan dipasangi lampu sehingga sangat cukup untuk menerangi lahan tersebut, ini pun kemurahan Allah.

Dimulai dengan saling berkenalan. Ada yang sudah mengenal sejak dari pertemuan-pertemuan daring, ada yang baru mengenal dari aplikasi percakapan daring, ada juga yang baru pertama kali kenal karena diajak temannya, sungguh beragam.

Dilanjutkan dengan permainan khas 17-an, memasukkan paku ke botol, oper kelereng dengan sendok, dan lain sebagainya yang dilakukan berkelompok. Berharap teman-teman ini dapat saling mengenal dan akrab. Diakhiri dengan makan bersama.

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

Pengkhotbah 3:13

Kebersamaan

Perjalanan Ade Damanik (Ketua Forum Wanita) bersama Marisa Tedja Hardjono di Regional 3, dimulai tanggal 26 Mei 2022. Mereka mendarat di Solo bertemu dengan rekan-rekan wanita single. Berbincang-bincang sambil menikmati makan siang bersama. Sebelumnya pada 15 April 2022, Ade Damanik memulai perjalanan ke Kota Bandung untuk bertemu Atika (PIC Forum Wanita di Regional 2), Maria (ibu Pimsubreg 2.3), Sonti (ibu Pimsubreg 2.2), serta teman-teman wanita.

Pertemuan di Bandung

Perjalanan ini memang sengaja direncanakan setelah kondisi pandemi yang melandai. Mengingat tahun 2021 lalu dibentuk struktur yang baru di Navina sehingga dirasa perlu untuk berjumpa dengan rekan-rekan sekerja yang berada pada wilayah lain apalagi beberapa memang belum pernah ditemui secara pribadi. Ade Damanik melihat perlunya membangun hubungan yang dalam dengan rekan-rekan wanita lainnya supaya komunitas wanita ini dapat bersehati menjadi tempat untuk saling berteduh dan bertumbuh. 

Kurang rasanya jika tidak berwisata kuliner di Solo, mulai dari es dawet sampai wedang jahe di angkringan semua dinikmati bersama Dina (Ibu Pimsubreg 3.2), Derni (Ibu pendamping Pimsubreg 3.2), dan rekan-rekan wanita. Setelah Solo, Ade dan Marisa menunjungi Diah di Klaten pada 27 Mei 2022. Mereka berbincang juga dengan orang tua Diah yang dalam masa tuanya terus bersemangat untuk berbagi cerita.

Perjalanan berlanjut ke Semarang, Ade dan Marisa diantar oleh teman-teman wanita Solo, bersyukur sampai dengan selamat di Semarang melalui jalan dengan pemandangan indah yang menyegarkan mata di Tol Boyolali.

Di Semarang, Ade dan Marisa menginap selama 2 malam. Hari pertama dimanfaatkan untuk bertemu dengan Ibu-Ibu staf di Semarang, Kartini dan Ester. Hari kedua dan ketiga, Ade dan Marisa berkesempatan mengitari Kota Semarang dipandu oleh Siska (Ibu Pimsubreg 3.1) dan Ratna (PIC Forum Wanita Regional 3). Mereka mengunjungi rumah tumbuh bersama (RTB) wanita dan bertemu dengan teman-teman mahasiswa wanita. Malam hari tanggal 28 Mei, mereka bertemu dengan teman-teman alumni wanita single. Dalam pertemuan itu, teman-teman wanita single saling berbagi akan hal-hal yang dinikmati dan yang digumuli. Pergumulan tiap-tiap orang mungkin berbeda tetapi bersyukur ada komunitas, kita tidak sendiri. Maka genap sudah tujuan untuk saling mengenal teman-teman single disekitar Jawa Tengah dan bersyukur dengan setiap obrolan yang saling menguatkan.

Bersyukur untuk kesempatan bertemu dengan Ibu-Ibu Pimsubreg baik ketika di Bandung maupun Solo dan Semarang. Pertemuan dengan Ibu-Ibu Pimsubreg ini dimanfaatkan guna membangun kesehatian Forum Wanita dan subreg-subreg untuk dapat bersinergi dalam melakukan pekerjaan pemberitaan kabar baik. 

Berikut beberapa kesan rekan-rekan yang ditemui Ade Damanik dan Marisa Tedja.

Menikmati sekali pertemuan dgn kak Ade dan kak Marisa kemaren…..belum pernah bertemu sebelumnya tetapi seperti sudah kenal lamaaaa 😁
Waktu seperti berlalu begitu cepat banyak obrolan ringan yg menyenangkan serasa punya komunitas baru yg bikin fresh😍

Diah, Klaten

Bersyukur dg inisiatif kak Ade & kak Marisa atas kunjungan ini, setelah sebelumnya hanya bisa bertemu secara online. Sharing yg dibagikan diantara teman-teman sangat menyegarkan. Kiranya dg pertemuan ini bisa membuat kita semakin terkoneksi😊

Dina (Ibu Pimsubreg 3.2), Solo

Kesannya ketemu kak Ade dan kak Marisa, senang bisa bertemu dgn orang baru. Sebelumnya dengan kak Ade pernah bertemu tetapi secara virtual. Senang bisa saling berbagi banyak hal. Diberkati dengan semangat mereka berdua untuk membagi hidup bagi teman-teman single. Saya belajar bahwa journey yg Tuhan taruh dalam kehidupan masing-masing mungkin berbeda. Namun garis besarnya adalah untuk IKA bisa semakin dikenal lagi oleh banyak orang.

Yemima, Semarang

menyenangkan karena bisa sekaligus menjadi rilex time di tengah kesibukan…stress release😅 sangat berkesan karena bisa saling berbagi dan memberi encouragement.

Palupi, Semarang

Sangat terberkati dalam pertemuan beberapa waktu yg lalu, salah satu hal yg menarik adalah kita tidak terpancang program-program dalam mengabarkan IKA, dari pertemanan yg natural banyak hal yg Tuhan bukakan utk masuk ke komunitas-komunitas di lingkungan kita.

Nuning, Solo

Kukira akan sedikit canggung dikarenakan antar teman di Solo pun banyak yg belum pernah berjumpa apalagi bertemu tamu dari luar kota…Tapi bersyukur dengan ke-sanguin-an dari beberapa teman. Dari pertemuan itu banyak belajar bagaimana menikmati masa-masa single dan mengoptimalkannya utk melayani sesama, dan janganlah gentar meski single, kamu bermakna dan bisa menjadi teladan bagi sesamamu. Bagaimana mengoptimalkan masa single walaupun menurut “orang-orang” sudah telat dan harus mengejar keduniawian… Belajar juga dari mba Nuning bagaimana menjalani masa single utk merawat orang tua (karena Chipo sekarang tinggal bertiga dg ibuk dan adik,, bagaimana tetap menjaga kasih utk melayani keluarga). Ikut mengantar kak Ade ke Klaten, di Klaten belajar lagi bagaimana menjangkau teman-teman fokus dan menolong mereka melalui kehidupan sehari-hari kita (Chipo memiliki UMKM sehingga lebih sering bertemu teman-teman fokus). Bersyukur menikmati dua hari bersama Kak Ade dan Kak Marisa, melihat bagaimana Allah bekerja atas kita dibalik setiap kekurangan dan kelebihan kita.

Chipo, Solo

Kesan saya dg kunjungan kak Ade & dr Marisa…..sangat memberkati..ketika sharing dg teman-teman single Solo & Semarang,,saya diberkati dg pergumulan teman-teman dan cukup membangun semangat utk menikmati jorney hidup.

Ratna (PIC Forum Wanita), Semarang

Reuni Alumni di Sukoharjo

Pada 9 Januari 2022, telah berlangsung Acara Temu Reuni Alumni Nav di Kota Sukoharjo. Berlokasi di  Warung Makan Apung, Waduk Mulur, Sukoharjo. Warung ini milik orang M, kontak pelayanan Mas Yoyok yang sedang belajar mengenal Isa Almasih. Seperti Namanya, acara ini dihadiri oleh keluarga alumni-alumni Kota Solo, mengundang Pak Rudi MK dan Bu Kartin sebagai pembicara.

Suasana Reuni Alumni di Sukoharjo

Acara berlangsung seru, diisi dengan pujian, games yang mencairkan suasana, serta renungan Firman Tuhan yang sederhana dan lucu tetapi sangat menyentuh, menegur, dan memberkati yang hadir.

Kami belajar tentang keluarga-keluarga yang menjadi etalase Ilahi, bagaimana  Tuhan berkenan memakai kita yang lemah yang sudah ditebus Tuhan Yesus menjadi terang bagi Lingkungan. Menekankan perlunya kebersamaan untuk menjadi Komunitas yang erat sehingga dapat menjadi saluran berkat untuk Lingkungan.

Kesan Firman Tuhan dari Pak Joko Setyo

Bukan hanya orang dewasa, ada anak-anak yang ikut hadir. Mereka ditolong oleh Kak Ika, Chipo dan Tyas untuk bersekutu dan melakukan permainan dengan hadiah-hadiah menarik sehingga mereka juga dapat menikmati acara ini.

Kebersamaan anak-anak
Narasumber: Pak Joko Setyo Wahyadi 

Momentum

Momentum dapat diartikan sebagai kesempatan atau saat yang tepat, demikian yang dirasakan oleh Komunitas Pelmas Klaten. Persekutuan Komunitas Pelmas Klaten sebenarnya sudah ada sejak dulu. Akan tetapi, beberapa waktu belakangan karena satu dan lain hal, rekan-rekan komunitas Klaten terpencar. Bersyukur ada momentum untuk mengumpulkan kembali tulang-tulang yang terpisahkan.

Pertemuan ini diinisiasi oleh Pak Rudi MK yang tanggal 11 Desember 2021 lalu berkunjung ke Klaten. Berawal dari acara temu kangen yang disambut baik oleh rekan-rekan Klaten yang juga rindu untuk disiram dan bertumbuh bersama, maka terbitlah ide untuk melanjutkan persekutuan ini.

Pertemuan 11 Desember 2021

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan perdana tersebut, rekan-rekan Klaten kembali bersekutu pada 15 Januari 2022. Bertempat di kediaman Keluarga Siswandi, pada pertemuan kedua ini, rekan-rekan melanjutkan bahasan Firman Tuhan dari pertemuan perdana lalu. Belajar dari Kisah Para Rasul 11:20-30 dan Kisah Para Rasul 13:1-4, rekan-rekan diingatkan untuk setia pada peran masing-masing disetiap lini dimana Tuhan percayakan tanpa meninggalkan visi dan misi Tuhan yaitu memberitakan Injil dan kabar sukacita. Pertemuan ini sekaligus mematangkan keinginan rekan-rekan klaten untuk terus terkoneksi.

Suasana Pertemuan 15 Januari 2022

Rencana-rencana dan sesuatu yang ingin dikembangkan di Klaten masih didiskusikan. Namun sementara ini, rekan-rekan menjadwalkan pertemuan rutin sebulan sekali untuk memupuk hati masing-masing dengan Firman Tuhan. Satu hal yang pasti, tujuan utama sudah terpatri yaitu memberitakan Injil dan membagikan kabar sukacita.

Narasumber: Pak Abu P. & Pak Tono (Koordinator Komunitas Klaten)