Sekarang Aku Serahkan Kepadamu..

Perintisan Kampus di Ternate

Oleh: Yoppy Jutan

TUHAN berkata kepada Yosua, “Sekarang Aku serahkan kepadamu Yerikho dengan rajanya dan semua tentaranya yang berani-berani itu.

Tahun ini menjadi doa bagi kami, bagaimana caranya Kabar Baik bisa masuk ke salah satu kampus yang ada di Maluku Utara, tepatnya di Kota Ternate. Sempat berencana beberapa kali tapi tidak terlaksana. Dengan kemurahan Allah, tanggal 13-16 Juli, kami berdua (Yoppy dan Neny) bersama 3 anak kami, melakukan perjalanan laut dengan cuaca yang cukup ekstrim, angin kencang disertai hujan dan gelombang yang tinggi menjadi teman selama hampir 12 jam perjalanan dengan KMP Holy Mary dari Morotai ke Ternate.

Bersyukur bisa singgah beberapa waktu di salah satu pulau, Pulau Dama. Sebelum tiba di pelabuhan akhir, kota Ternate.

Singgah dan injakkan kaki di Pulau Dama, Ujung utara Pulau Halmahera
Ternate

Tujuan perjalanan ke Ternate adalah ingin bertemu dengan salah satu Staf Dosen di Fakultas FKIP, Ibu Rosita Wondal membicarakan strategi penjangkauan kampus Unkhair dan agenda selanjutnya ingin bertemu dengan Dekan serta Ketua Jurusan Fakultas Perikanan untuk membicarakan kerjasama terkait Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia melalui Diklat, Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Sungguh mengucap syukur untuk pekerjaan Tuhan yang ajaib bisa mempertemukan kami dengan Ibu Rosita, sebelumnya kami belum pernah bertemu secara langsung. Ibu Rosita adalah teman dari Usi Vero (tinggal dan bekerja di Pulau Morotai sebagai ASN) bersama Bu Koko (sementara dalam proses studi akhir Program Doktor di UGM). Mereka melayani mahasiswa di Universitas Pasifik Morotai.

Setelah melalui pertimbangan, kenyamanan serta keleluasaan dalam komunikasi mengenai pelayanan, kami bertemu dengan Ibu Rosita di salah satu taman di kota Ternate. Berbagi cerita tentang apa yang selama ini kami hidupi dalam membagi hidup dengan orang-orang muda (mahasiswa) dengan Kejadian 13:14-17 & Matius 28:19-20 sebagai dasar keyakinan kami, bagaimana menjangkau dunia melalui orang-orang muda lewat pekerjaan mereka sebagai tenaga pengajar yang akan tersebar ke berbagai penjuru sehingga kabar baik itu semakin tersebar luas. Hal ini dipandang baik dan memberi semangat baru bagi Beliau. Dengan menitikan airmata, Ibu Ita (sapaan Beliau), mengatakan bahwa, Beliau sangat bersyukur, karena Tuhan mempertemukan kami, yang memiliki keterbebanan yang sama, bagaimana kami memberi hidup kami dengan mengajarkan nilai-nilai kebenaran kepada para mahasiswa, supaya mereka menghidupi dan melakukannya kepada orang lain.

Memang selama ini, Ibu Ita sudah melakukan bagian dia dengan mengumpulkan para mahasiswa dalam pertemuan rutin (satu bulan sekali) dalam Ibadah bersama yang dilaksanakan di salah 1 ruangan di Kampus atau pun di tempat tinggalnya. Tidak banyak mahasiswa yang biasanya menggabungkan diri, jika lengkap, mungkin sekitar 20 orang (gabungan dari beberapa angkatan) di Fakultas tempat Ibu Ita mengajar.

Sharing bersama Ibu Rosita Wondal

Selanjutnya, kami bertemu dengan Dekan, Ketua Jurusan, dan Staf di Fakultas Perikanan, Univ Khairun (sebelumnya sudah membuat janji untuk pertemuan ini) untuk membicarakan kerjasama terkait Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia melalui Diklat, Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat. Tuhan menjawab lebih dari yang kami pikirkan dan doakan, bahwa melalui diskusi singkat dan ringan ini, Yoppy diberi kepercayaan untuk memberikan Mata Kuliah Umum (3 kali pertemuan tatap muka, online maupun offline), dan esok hari adalah pertemuan perdana sekaligus pertama dengan para mahasiswa Perikanan dari kampus tersebut. Janji Tuhan dari Kitab Yosua di atas menjadi nyata, bagaimana Tuhan menyerahkan Kampus ini melalui Fakultas Perikanan kepada kami. Kami berdoa kiranya Tuhan mempertemukan dengan orang-orang muda yang telah Dia tentukan sejak semula.

Bersama Dekan, Ketua Jurusan dan Staf di Fakultas Perikanan, Universitas Khairun

Tantangan dalam menjangkau para mahasiswa yang kami dapati dari hasil diskusi dengan beberapa dosen ini: kurang motivasi untuk serius dengan apa yang sedang dikerjakan (studi); nilai-nilai kebenaran yang tidak kokoh membuat mudah sekali mereka diombang-ambingkan dan memilih untuk mengikuti apa yang dunia tawarkan.

Doa kami untuk di bulan depan, Bung Koko dan Usi Vero akan bertemu dengan para mahasiswa (kontak dari Ibu Ita) dan berbagi tentang kabar baik dan bagaimana bertumbuh dalam kebenaran serta memiliki komitmen yang tetap teguh dan konsisten dalam menghidupinya.

Kuliah Umum

Bersiaplah… Jalanilah… (Papua, Part 2)

Oleh: Jermy Tomasoa

Melanjutkan cerita dari bagian pertama perjalanan penggembalaan ke Papua pada bulan April yang lalu oleh Bung Justi, Bung Jermy, dan Tim Sub Regional 5.3.

JAYAPURA

Selasa, 5 April, kembali ke Jayapura dan sharing bersama Keluarga Pujirahardjo (Mas Samuel dan dr Hety) setelah melakukan vaksin booster di Puskesmas Abepura, tempat dimana dr Hety bekerja.

Bersama Mas Samuel dan Mbak Heti

SARMI

Rabu pagi, melanjutkan perjalanan ke SARMI melalui jalan darat, kira-kira selama 7 jam perjalanan.

SARMI adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua. Nama SARMI adalah singkatan dari nama suku-suku besar dari 87 suku  yang ada disana yakni suku Sobey, Armati, Rumbuai, Maniem dan Isirawa

Kami menginap semalam untuk melakukan perjalanan ke kampung Keder Mengunjungi para alumni: Kel Justinus Rijoli (generasi kedua dari pelayanan kampus Ambon, Kel. Lisye Tuankotta dan Andre Labobar). Mereka berprofesi sebagai guru di SMA N 3 di kampung Keder, Justinus menjadi Kepala Sekolah di sana.

Dengan pertolongan Tuhan, kami diberi kesempatan menggunakan beberapa waktu untuk berdiskusi dengan siswa, percakapan berlangsung dengan lancar, hangat dan begitu seru. Mereka memberi respon baik saat bung Justi bertanya kesediaan mereka mendengarkan firman Tuhan. “Menggapai Masa Depan bersama Tuhan” adalah topik yang dibagikan oleh bung Justi. Mereka memberi diri untuk diperdamaikan dengan Tuhan, kami memuji Tuhan untuk pekerjaan-Nya yang ajaib.

Hal yang kami pelajari melalui momen ini:

  • Perlu kepekaan akan pimpinan Roh Kudus
  • Perlu keberanian untuk menyampaikan Injil Kerajaan Allah

Kami diberi kesempatan berbagi dengan para Guru dan sharing secara pribadi dengan Tim di Sarmi (Keder), menguatkan hati dalam setiap pergumulan dan memberi dorongan untuk menjangkau para guru dan siswa untuk Injil.

JAYAPURA

Kembali ke Jayapura hari jumat, 8 April 2022, jam 05.00 WIT. Saya melakukan aktifitas di kantor dan bung Justi melanjutkan agenda pelayanan dengan sharing pribadi dengan teman-teman alumni.

9 April 2022, gathering dengan alumni di Jayapura dalam suasana yang lebih rileks. Pertemuan pasca pandemi ini bertujuan untuk membangun kesehatian dan berkolaborasi dengan para alumni galery Papua untuk pengembangan skill dan ketrampilan dalam dunia usaha supaya setelah lulus dari kampus, mereka bisa memulai usaha dengan tujuan penjangkauan untuk Injil dan mendidik orang lain berkarakter Kristus.

KEROOM

Selesai acara gathering, kami mengunjungi Keluarga Simanjuntak (Romel dan Ika) di Kabupaten Kerom untuk menguatkan hati, mendengarkan pergumulan, dan mendoakan mereka.

Keluarga Simanjuntak

Minggu 10 April 2022, bersekutu bersama keluarga Tomasoa (Jermi, Judi, dan Grace)

keluarga Tomasoa

TIMIKA

Bung Justi melanjutkan perjalanan ke Timika pada Senin, 11 April 2022 pagi, bersama Kel Tehuayo (Kres dan En) sebagai pemimpin kluster 5.3.5. Esok harinya, bung Justi melanjutkan agenda sharing Paskah di tempat bung Kres bekerja sebagai Kepala Sekolah (SMA YPK Timika).

“Respons Manusia atas Doa yang pertama Tuhan Yesus” adalah materi yang dibagikan, diambil dari Lukas 23:33-34. Mengucap syukur untuk pekerjaan Tuhan yang besar disaat guru dan siswa ditantang untuk memberi diri diperdamaikan dengan Tuhan, mereka berdiri dan kami mendoakan mereka.

Acara dilanjutkan dengan sharing bersama para Guru, bagaimana mengubah dunia melalui sekolah dimana mereka bekerja yaitu dimulai dari diri sendiri dengan memberi diri dan bertumbuh dalam kebenaran dan Firman Tuhan.

Beberapa kesan dari Guru dan Siswa:

Saya senang dengan kehadiran bapa Justi disini, Saya senang dengan sharing Firman Tuhan supaya dapat mengubah hidup Saya menjadi lebih baik.

Sintia Mamala (Guru Agama Kristen)

Bapa Justi pimpinnya bagus ya, sangat simpel sekali. Mudah dimengerti. Terima kasih sudah mau datang melayani kami di sini.

Thomas, Guru Kimia

Terima kasih bapa Pattikawa, sudah mau datang ke kami menguatkan kami. Saya akhirnya bisa mengerti bahwa Saya harusnya bukan sekedar guru, tetapi guru yang bisa membawa pesan-pesan Tuhan untuk anak didik Saya.

Aya Wakanno, Guru PKn

Saya ingin menjadi seperti orang yang disalibkan di samping Yesus, yang punya iman yang kuat dan percaya bahwa Tuhan akan datang sebagai Raja untuk menyelamatkan dia.

Joe, siswa

Setelah itu, bu Justi bertemu dengan para alumni di Timika.

bersama alumni di Timika

Saya sangat berterima kasih untuk bapa Justi yang datang ke kami di Timika. Saya sudah dipilih Tuhan, Saya harus sungguh-sungguh dengan Tuhan, mau sama dengan penjahat yang bersama-sama dengan Yesus saat di salibkan, yang masih diberi kesempatan bertemu Tuhan. Saya merasakan banyak hal yang baik (kepuasan abadi). Saya bersyukur karena Tuhan mengutus orang-orang baik untuk hadir dalam hidup Saya.

Yulianus Mote, Mahasiswa UTI (Timika)/ Alumni SMA YPK Timika

Dilanjutkan sharing pribadi bersama bung Krest dan usi En untuk, menguatkan hati untuk terus bersandar dan mempercayai Tuhan dalam segala pergumulan, bahwa kelemahan kita menjadi sarana kebergantungan kita dengan Tuhan dan bagaimana kita dapat bekerja sama secara tim untuk memajukan IKA di Timika.

Kembali ke Jayapura dan bertemu Kel. Bung Yani Alfons. Bersyukur untuk kemurahan Tuhan bagi mereka yang terbeban untuk menjangkau anak-anak muda di Papua melalui dunia usaha.

Kel. Bung Yani Alfons

KARUBAGA

Karubaga, adalah ibukota dari Kabupaten Tolikara.  Ini adalah perjalanan ke-2 setelah tahun 2014.  Kami akan mengunjungi jemaat Filipus dalam rangka perayaan Paskah 2022. Tema perayaan paskah: “Melalui ibadah paskah ini jemaat Filipus dapat mengerti dampak  dari kematian Yesus di kayu salib dan mengambil bagian dalam penderitaan-Nya.  Gembala sidang jemaat Filipus adalah Pak Yakob, yang merupakan salah satu yang ditolong oleh Bung Demianus (alumni Makassar, yang pernah ditolong dr Boko) selain Yhon Wetipo (Timika) dan Panco (almarhum).  Bung Demi dan Pak Yakob mempunyai kerinduan agar di Karabuga orang tidak hanya sekedar beribadah tetapi juga dimuridkan, mereka berdoa supaya jemaat Filipus dapat bertumbuh dalam pemuridan.

Tiba di Wamena Kamis 14 April 2022 siang. Di jemput oleh Pak Yakob, Ainus, dan Lewi yang sengaja datang dari Tolikara untuk menemani kami sebagai penduduk asli selama perjalanan ke Karubaga. Perjalanan Wamena ke Karubaga selama 2,5-3 jam dengan mobil, melewati medan yang menantang (jalanan yang rusak dan sebelah kira kanan jalan adalah jurang).

Perjalanan ke Tolikara kali ini penuh dengan pergumulan, karena adanya penembakan-penambakan yang sering terjadi disana, ditambah trauma yang pernah kami alami di tahum 2014.  Dalam perjalanan ke sana bung Justi sempat berdoa “Tuhan kami yakin Engkau akan menyertai kami dan melindungi kami selama perjalanan ini, dan ada banyak saudara yang mendoakan perjalanan ini, namun kalau karena jiwa-jiwa di Tolikara, nyawa kami harus dikorbankan, jadilah kehendakMu dan jangan kehendak kami”.

Kami tiba sore hari disambut cuaca yang dingin dan listrik yang padam. Kami mendiskusikan agenda Jumat-Minggu, bagaimana bung Justi akan berbagi firman Tuhan di sana.

“Dampak kematian Kristus dan bagimana mengambil bagian di dalamnya”  adalah topik yang dibagikan Jumat pagi, yang dilanjutkan dengan sharing dengan Pak Yakob dan beberapa pelayan sampai pada malam hari tentang Visi Pemuridan dan Amanat Agung Kristus.

Sabtu, 16 April 2022, bung Justi berbagi dari Matius 28:16-20 mengenai “Apakah Anda ingin Membuat Perubahan? Kuncinya adalah Pemuridan“.

Terima kasih bung Justi sudah mengingatkan kembali dan mendorong Saya untuk memulai lagi apa yang pernah Saya alami. kadang Saya merasa kurang percaya diri dan tidak mampu, namun Sharig tadi menguatkan dan memberi Saya motivasi kembali untuk mau memuridkan orag lain

Paulus (pernah dimuridkan dr Boko bersama Demianus dan Sponcor Panjaitan)

Minggu, 17 April 2022, Ibadah minggu Paskah dengan Tema “Kasih Allah yang tidak berubah”. Kami bersyukur untuk pekerjaan Roh kudus dan respons orang-orang atas Firman Tuhan yang dibagikan. 

Sesudahnya bung Justi sharing dengan beberapa anggota jemaat lainnya dan menyemangati anak-anak muda Papua supaya sejak muda mereka hidup sungguh-sungguh dengan Tuhan dan mengalami Tuhan agar itu dapat menjadi referensi untuk mereka menceritakannya kepada orang lain.

Setelah makan siang, kami (saya, bung Justi, Demianus dan Meis) meninggalkan Karubaga kembali ke Wamena.  Berdiskusi saat makan malam, bagaimana memulai mengembangkan komunitas pemuridan di Tolikara.

diskusi ketika makan malam

Bersyukur untuk dasar yang sudah di letakkan bung Demianus di Tolikara.  Juga untuk pekerjaan Tuhan selama 4 hari disana.  Doakan agar Tuhan memberi hikmat kepada bung Yakob dan tim untuk mem-follow-up dan memulai pemuridan di antara jemaat Filipus di Karubaga,  dan doakan bung Demianus juga dalam mendampingi bung Yakob dan Tim dalam follow up.

Tiba di Jayapura, melanjutkan sharing pribadi dengan Keluarga Nanlohy (Adi, Susi dan anak-anak),

Keluarga Nanlohy

MERAUKE

Kami melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Merauke dan tiba selasa pagi. Bersama bung Edy, bung Justi bertemu beberapa keluarga: Keluarga Kuriwosiri (Melky dan Lena, namun Lena sedang ke Jakarta jadi tidak ketemu ), Keluarga  Cahyono (Rian & Eri), Keluarga dr Litha Gultom dan Keluarga Melmambessy, juga bertemu dengan Eby, peserta NavLEAD dari kampus Musamus Merauke.

Rabu 20 April 2022 sore, bung Justi meninggalkan Merauke dan Papua menuju Ambon, melalui Makassar.  Memanfaatkan waktu transit untuk berkunjung ke Keluarga Panjaitan (Sponsor dan Rida) bersama dengan bung Atus Gamar. Sharing tentang dinamika kehidupan dan bagaimana menghidupi dan menjalani panggilan kita dengan semua duka dukanya bersama teman-teman alumni di Makassar. Melanjutkan kembali perjalanan ke bandara dan tiba di Ambon sore itu.

TANTANGAN DAN PERGUMULAN

  1. Tinus sebagai kepala sekolah di Sarmi dengan banyak tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan sehingga dibutuhkan penyerahan untuk mengkoordinir guru dan juga siswa.
  2. Lisye dan Andre sebagai guru juga memerlukan kapasitas dan komitmen untuk PA dengan para siswa.
  3. Kres Tehuayo sebagai kepala sekolah di Timika punya tanggung jawab yang besar sehingga dibutuhkan hikmat untuk menolong para guru dan siswa bersama-sama dengan isterinya Sentya (En).
  4. Yani Alfons dan Samuel Pujirahardjo sebagai ASN mengkoordinir para alumni di Jayapura untuk memulai pendekatan bisnis guna menjangkau mahasiswa, sehingga dibutuhkan kapasitas, kreativitas dan inovasi.
  5. Demianus Sapan dan Yakob sebagai perintis gereja baru di Tolikara, memiliki kerinduan untuk memulai pemuridan di gereja, dibutuhkan kapasitas dan team work.
  6. Edy Melmambessy bersama tim di Merauke yang memiliki pekerjaan sebagai dosen dan ASN, dibutuhkan hikmat untuk mengelola waktu agar bisa memuridkan.

UCAPAN SYUKUR DAN DOA

  1. Memuji Tuhan untuk pekerjaan Roh Kudus selama penggembalaan di kota-kota di Papua seperti: Sarmi, Timika, Tolikara, Jayapura dan Merauke.
  2. Mengucap syukur untuk penggenapan janji Tuhan dari Yehezkiel 36:37-38, sehingga banyak jiwa yang memberikan dirinya untuk bertobat dan berkomitmen untuk bertumbuh dalam firman Tuhan baik di Sarmi, Timika dan Tolikara.
  3. Mengucap syukur untuk kecukupan perjalanan di Papua sebesar Rp. 46.750.000,- . (empat puluh enam juta tujuh ratus lima puluh  ribu rupiah).
  4. Mengucap syukur untuk tindak lanjut yang telah dilakukan oleh Keluarga Tehuayo sehingga para siswa dan guru yang telah berkomitmen untuk bertumbuh dalam KPA telah memulai PA.
  5. Mengucap syukur untuk tindak lanjut yang telah dilakukan oleh Demianus dan pak Yakob sehingga permuridan sudah mulai jalan di gereja mereka.
  6. Tolong mendoakan Tinus, Lisye dan Andre agar bisa bertumbuh bersama sehingga mempengaruhi para guru untuk dapat belajar bersama sebagai suatu komunitas.  Juga mendoakan mereka agar bisa menindaklanjuti siswa-siswa yang telah mengambil keputusan untuk ditolong bertumbuh menjadi murid Kristus.
  7. Tolong doakan Yani dan Samuel sebagai koordinator tim bisnis untuk mengkoordinir teman-teman alumni di Jayapura dalam rangka membangun kompetensi generasi muda Papua dalam bidang bisnis melalui kampus-kampus swasta sebagai jembatan penjangkauan mahasiswa bagi Injil Kerajaan Allah.
  8. Bersyukur untuk dasar yang sudah di letakkan bung Demianus di Tolikara.  Juga untuk pekerjaan Tuhan selama 4 hari disana.  Doakan agar Tuhan memberi hikmat kepada bung Yakob dan tim untuk mem-follow-up dan memulai pemuridan di antara jemaat Filipus di Karubaga,  dan doakan bung Demianus juga dalam mendampingi bung Yakob dan Tim dalam follow up.
  9. Tolong doakan Edy dan tim di Merauke dalam menggerakan pemuridan di area masing-masing bersama komunitas yang ada, agar terus tumbuh sesuai dengan kemurahan ALLAH.
  10. Tolong doakan Jermy sebagai ASN agar terus bergantung pada hikmat Tuhan serta diberi kapasitas dan hikmat dalam mengelola waktu agar terus mebersarkan hati, mendorong dan memotivasi para pimkluster dan koordinator kota bersama bung Justi sebagai supervisor dan pendamping baik melalui pertemuan online maupun on site.
  11. Bersyukur untuk bp/ibu yang turut berkontribusi melalui pemberian yang diberikan sehingga perjalanan ini dapat terlaksana. Kiranya Tuhan terus memberkati bp/ibu untuk terus bekerjasama menjangkau banyak jiwa untuk kemuliaan Tuhan.
  12. Tolong doakan rencana perjalanan saya dan bung Justi untuk mengunjungi Manokwari dan Wasior pada tanggal 17 Juli sampai dengan 25 Juli 2022, kiranya Tuhan mencukupi kebutuhan biaya yang dibutuhkan serta dipertemukan dengan para mahasiswa yang haus akan firman Tuhan.

Kunjungan TDN ke Regional 4

TDN Bersama Pimsubreg dan Staf Muda Regional 4

Dalam kemurahan dan kasih setia Tuhan, pada tanggal 25-26 Juni 2022 Regional 4 mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi dan berdiskusi Bersama Tim Direktur Nasional (TDN) Navina. TDN yang hadir ialah Pak Rudi – Ibu Kartin dan Pak Justi – Ibu Joice.

Pada hari pertama diadakan penyampaian strategi Navina dalam mengalirkan IKA di Indonesia, dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan ketiga PimSubReg dan keluarga pendamping di regional 4. Di hari berikutnya, pemaparan dan diskusi dilakukan juga dengan beberapa staf muda di regional 4. Kesempatan ini digunakan untuk menyamakan persepsi dan menyatukan hati sebagai satu tim Amanat Agung Kristus di regional 4. 

Gambar 1. TDN dan tim pemimpin regional 4

Rally Pekerja Kampus Surabaya

Pada tanggal 26 Juni 2022 (malam) Pak Justi mengisi rally pekerja kampus Surabaya di kediaman Pak Rovy. Tema yang dibagikan adalah ‘Bagaimana Mengembangkan Pelayanan Yang Berkelanjutan’. Meskipun diadakan pada musim liburan, tetapi masih ada beberapa mahasiswa yang bisa datang pada acara ini. Menjaga terus di dalam hati kita apa yang ada di dalam hati Allah menjadi pesan Pak Justi kali ini. 

Gambar 2. Rally pekerja kampus Surabaya

Pelayanan Malang

Berikutnya, pada tanggal 28 Juni 2022, Pak Justi melanjutkan perjalanan ke Malang untuk bertemu dengan komunitas Malang. Dengan membagikan Firman Tuhan dari Kejadian 13, Pak Justi menguatkan teman-teman di Malang untuk terus hidup dengan visi menjadi pekerja Kristus. Menghidupi visi dimulai dari tempat mereka ‘berdiri’ dan mengembang ke jaringan di sekitar mereka. Dimulai dari keluarga dan komunitas yang ada lalu mengembang ke komunitas di sekitar mereka. Menggunakan identitas mereka di masyarakat (ketua RT, pengurus RT) untuk memberkati lingkungan tempat tinggal mereka dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Pak Justi juga mengingatkan kembali bahwa di setiap hubungan yang kita punya kita harus membawa visi Allah di dalamnya.  

Bersyukur untuk tim kepemimpinan Di Malang yang terdiri dari: Kel. Billy, Kel. Argo dan Kel. Danang. Didukung oleh beberapa keluarga yang setia menghidupi visi di kota Malang. Kerinduan kami, komunitas di kota Malang terus bertumbuh menjadi komunitas yang dewasa yang sehat dan berbuah.

Gambar 3. Persekutuan bersama komunitas Malang

Pelayanan Madiun

Pak Justi melanjutkan perjalanan ke kota Madiun pada tanggal 29 Juni 2022. Pak Justi membagi Firman Tuhan dari Matius 28:19-20 dan Kisah Rasul 1:8. Pak Mulyana berbagi kesan yang didapat sebagai berikut:

“Sebagai umat pilihan Allah kita diberi kuasa untuk menjadi berkat sebagai rekan kerja Allah memperluas kerajaanNya.Hikmat, akal budi dan berjalan dalam terang melengkapi kita untuk melangkah menyebarkan Injil dalam segala aspek kehidupan.Berbagai latar belakang yang kita miliki akan dipakai Allah untuk mrnggenapi janji-janjiNya. Pada Pelayanan Regional 4.1 Madiun merupakan salah satu destinasi pengembangan pelayanan yang ada di wilayah Jawa Timur. Bu Justi memberi motivasi dan pencerahan kepada Team Pekerja untuk selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan dan senantiasa sehati dalam Kristus menerapkan visi dan misi pelayanan Regional 4.1. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam menjangkau jiwa-jiwa baru melalui kehidupan sehari-hari. Yang penting ada niat dan semangat disertai hikmat berjuang bersama (kolaborasi) antara pimpinan, rekan pelayanan  dan jemaat /murid . Madiun mempunyai kesempatan yang luas untuk ladang pelayanan baik pada penjangkauan (masyarakat), gereja dan mahasiswa. Diperlukan komitmen bersama untuk bisa mewujudkan semua itu. Dukungan doa, pendampingan, perencanaan, pelaksanaan yang kontinyu dan evaluasi secara teratur.”

Gambar 4. Persekutuan bersama komunitas Madiun

Pada Kamis siang Pak Justi berkesempatan juga bertemu dengan Elia dan Irin untuk memotivasi dan membesarkan hati  mereka untuk  menjangkau kampus madiun. Elia menyampaikan: “Kami di Madiun  ikut merasakan hati dan semangat Pak Justi untuk pelayanan kampus. Kami merasa disegarkan kembali untuk bisa terus mendoakan hati dan panggilan yang Tuhan berikan kepada kami, supaya kami tidak melayani karena tuntutan/ekspektasi dari orang lain. Kami juga diingatkan kembali untuk menghidupi janji dan panggilan yang Tuhan berikan kepada kami, tidak bersandar pada diri sendiri namun lebih bersandar pada Tuhan dan meminta pada Tuhan untuk memimpin dan mempertemukan/menunjukan kami dengan apa yang Tuhan mau kami kerjakan untuk kemajuan Injil Kerajaan Allah”.

Gambar 5. Pak Justi bersama Irin dan Elia

Pada hari yang sama Pak Justi meneruskan perjalanan Solo untuk kemudian lanjut ke Jakarta.

Terimakasih TDN untuk kunjungan ke Regional 4. Kiranya Tuhan semakin dikenal dan ditinggikan di seluruh Regional 4.

RALLY NAVIGATOR LAMPUNG

Dua tahun lebih waktu yang cukup berat untuk dilalui selama masa pandemik. Bersyukur untuk kasih Tuhan yang masih terus menyertai, akhirnya Rally Navigator Lampung dapat dilaksanakan secara onsite kembali pada tanggal 5 Juni 2022.

Berlokasi di Pantai Kalianda tepatnya di Pantai Wartawan, yang merupakan salah satu objek wisata yang baru berkembang lagi setelah empat tahun lalu diterpa Tsunami Krakatau.

Peserta yang mengikuti Rally kali ini beragam dari Pelayanan Paguyuban, Pelmas, Alumni Muda dan Mahasiswa. Ada juga peserta yang dulunya bekerja di Lampung dan sekarang sudah pindah ke Madiun, rela menyempatkan waktu untuk datang dan menikmati persekutuan ini lagi.

Rally dimulai dengan perkenalan singkat, pujian bersama dan diikuti oleh kesaksian/sharing perjalanan hidup atau berkat yang dialami. Kesaksian beberapa teman mengenai penyertaan Allah yang tak putus-putusnya dalam perjalanan kehidupan. Ada yang mendapat kabar sukacita dengan bertambah anggota keluarga baru, ada yang sembuh dari kecelakaan maupun usaha yang Tuhan berkati dan berkembang secara perlahan.

Kemudian masuk ke sharing Firman Tuhan yang dibawakan oleh bu Lydia dengan topik “Penolong yang Sepadan”. Yang menjadi pengantar adalah bagian Firman Tuhan mengenai Hukum yang Utama dan Terutama.

“Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Lukas 10:27 TB

Beberapa highlight yang dibagikan yaitu:

  • Pintu untuk kita dapat berfungsi sebagai penolong yaitu Menerima Yesus, Menerima diri sendiri, dan Menerima orang lain.
  • Yang dapat memuaskan kita hanya Yesus Kristus.
  • Posisi wanita dan pria dengan latar belakang yang berbeda, temperamen, budaya, keluarga menjadi keunikan tersendiri dalam mencari penolong yang sepadan. Mencintai Tuhan terlebih dahulu adalah hal yang pertama dilakukan.
  • Suami adalah milik Tuhan, penyerahan seutuhnya kepada Tuhan adalah hal yang wajib dilakukan Istri. Istri harus tunduk. Suami harus mengasihi istri.
  • Menjadi penyegaran kembali bagi yang sudah berkeluarga maupun yang akan memasuki fase ini.
  • Tujuan akhir dalam membangun kehidupan berkeluarga kembali kepada tujuan utama yaitu untuk memuliakan Tuhan. Mazmur 34:4  “Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

“tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah”

I Petrus 3:4 TB

Rally dilanjutkan dengan makan bersama dan berbagai kegiatan lainnya seperti karaoke, permainan volley air, menikmati pemandangan di sekitar pantai yang membuat semua merasa sukacita dan mengucap syukur untuk karya ciptaan serta kebaikan Tuhan.

Kehidupan terus dilanjutkan. Yang menjadi sumber kekuatan adalah selalu bepegang kepada janji Allah melalui kehadiran komunitas yang selalu mendukung dan terus menjadi kesaksian dalam kehidupan yang dijalani.  Dalam setiap hubungan yang dibangun, Allah yang dimuliakan.

Smart for Christ – Retreat Siswa Regional 5

Tuhan ALLAH  telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi  Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Yesaya 50 : 4

Memanfaatkan waktu liburan setelah berakhirnya semester di bulan Juni, Forum Siswa Regional 5 yang dikoordinir oleh Bung Ocep dan Tim telah berkomitmen untuk melaksanakan Retreat Siswa Regional 5 secara virtual yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Juni yang lalu.

Retreat dengan Tema “Smart for Christ” dari Yesaya 50:4 dengan 5 topik:

  • Aku Berharga, Kamu juga
  • Chat dengan Tuhan
  • Tanggung Jawabku Belajar, kalau kamu?
  • Berani Tampil Beda
  • I have a dream

Yang dibawakan oleh: Bung Nus, Bung Jermy, Bung Roy, Bung Yoppy, dan Bung Justi mendapat respon yang luar biasa dari para siswa. Diikuti oleh sekitar 100 lebih peserta, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (yang paling muda usia 7 tahun atau SD kelas 1) hingga yang akan masuk ke Perguruan Tinggi dari sub regional 5.1 (Tobelo), sub regional 5.2 (Masohi, Tual, Elat, Seira, Saumlaki, Dobo, Moa), sub regional 5.3 (Timika dan Jayapura) dan peserta regional 5 yang berada di luar kota (Solo dan Jogja).

Rangkaian acara, penyampaian materi Firman Tuhan diselingi dengan sharing dalam kelompok dan games semakin membuat peserta seperti enggan untuk berpisah, bahkan 3 hari bagi mereka tidaklah cukup, ada yang masih ingin menambah waktu pelaksanaan retreat ini menjadi 1 minggu, bahkan kerinduan dan doa mereka, supaya acara ini bisa dilaksanakan secara langsung, offline, bertemu muka dengan muka.

Kami memuji Tuhan untuk pekerjaan-Nya yang besar, pada saat penyampaian materi terakhir, I have a Dream, salah satu pelajaran dari tokoh Yusuf , sang pemimpi, yang takut akan Tuhan sehingga Tuhan menjadikannya berhasil, dan beberapa point penting lainnya, para peserta ditantang untuk menyerahkan hidupnya dipakai Tuhan, hampir sebagian besar anak-anak mengangkat tangan mereka, tanda bahwa mereka mau membuka hati kepada Sang Juruselamat, menjadi satu-satunya Tuhan dalam hidup mereka.

Kami berdoa, kiranya melalui orang-orang muda ini, ada sukacita yang besar di Sorga, karena yang terhilang akan diperdamaikan dengan Sang Pencipta dan menduduki kota-kota yang sunyi.

Kesan Peserta dari Timika

Beberapa kesan dari para peserta:

Kami bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Kami belajar bahwa, jika kami memiliki mimpi, tidaklah merasa tak mampu, karena mimpi itu menggerakan kami mencapai cita-cita, asalkan kami selalu mengandalkan Tuhan .

Tim Tobelo

Kami sangat senang, sangat bersyukur boleh mengikuti kegiatan ini, mendapat pelajaran baru yang tidak pernah kami dapatkan sebelumnya, kami senang bisa bertemu dengan teman-teman dari tempat yang berbeda, sekalipun secara online, apa yang kami dapat sangat mempengaruhi hidup kami, kami belajar untuk lebih lagi dekat dengan Tuhan, takut akan Tuhan, menjadi berkat untuk banyak orang, tidak boleh ada iri hati melihat kesuksesan orang lain.

Tim Maluku (Masohi,Tual, Elat, Seira, Saumlaki, Dobo, Moa)

Kami bersyukur karena bisa mengikuti kegiatan ini, merasakan perubahan dalam diri kami, mulai berdoa tiap malam, memang ini suatu keharusan bagi kami, dan juga kami menjadi semakin dikuatkan dalam menghadapi segala sesuatu.

Tim Papua