Cibubur, Saatnya Menabur

Bertepatan melandainya masa pandemi, menjadi moment tepat bagi adik-adik remaja Cibubur untuk mengagendakan pertemuan onsite. Tepatnya di tanggal 22 Mei 2022 lalu, mereka bertemu di salah satu tempat di Kota Wisata Cibubur.

Ditemani oleh Kak Debby, Kak Elisabeth, dan Kak Septi, adik-adik ini dapat berkumpul bersama-sama untuk belajar Firman Tuhan. Dan kesempatan kali ini, mereka bisa berdoa bersama, membahas resume buku atome habit untuk membangkitkan kedisiplinan. Ayat alkitab sebagai contoh praktis yg detail dalam membuat komitmen yang terukur, belajar juga dari tokoh Daniel tentang kesetiaannya untuk berdoa pada Allah, dan berakhir dengan sharing bersama.

Karena ini menjadi kerinduan bersama untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan, adik-adik remaja ini berkomitmen untuk bertemu onsite 1 bulan sekali. Apabila Bapak-Ibu dan teman-teman semua, memiliki saudara, ponakan, adik yang berusia remaja, dan tinggal di wilayah Cibubur, yuk sama-sama gabung di kelompok PA ini.

Ditunggu ya, Tuhan memberkati

Pergerakan Kabar Baik dari Kota ke Desa

Perjalanan pengembalaan (8-16 Mei 2022) di kepulauan Tanimbar oleh Bung Justy, Bung Nus, dan Bung Stevi dengan meyakini akan janji Tuhan dalam Kejadian 13:14-17.

Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

Perjalananan pengembalaan ini dilakukan dengan tujuan:Perjalanan

  1. Menguatkan hati dan memotivasi para pekerja dan alumni di Kepulauan Tanimbar agar tetap fokus pada panggilan dan mau berkontribusi dalam mendukung pergerakan kabar baik.
  2. Membangun kesehatian diantara para pekerja dan alumni agar saling bersinergi dalam komunitas dan menyiapkan pemimpin yang berani untuk mengambil tanggung jawab dalam memimpin komunitas baru di kepulauan Tanimbar.
  3. Membentuk dan mengembangkan komunitas-komunitas lokal di kepulauan Tanimbar.

L U M A S E B U
Perjalanan dengan menempuh jarak 83 km ke Lumasebu (Kecamatan Kormomolin) di minggu siang untuk berkunjung ke Kel. Ratuanik (Aris & Ipin). Aris adalah kepala sekolah di SMP Lumasebu dan Ipin adalah salah satu guru di sekolah yang sama. Kedatangan kami memberi kesukaan bagi mereka. Sudah cukup lama mendoakan bagaimana membentuk komunitas di antara para guru. Mencoba melakukan beberapa pendekatan, namun ada saja kendala dan seperti tidak efektif untuk berjalan. Aris berbagi tentang akan diadakannya bible camp untuk siswa menjelang paskah Kristus tahun 2022, dengan harapan akan ada follow-up nya pada kedatangan kami di Kepulauan Tanimbar, bahwa para siswa akan langsung ditangani oleh guru untuk follow up. Setiap guru dengan 6 siswa untuk dibimbing. Agar tujuan ini bisa berjalan, setelah sharing dan diskusi bersama Bung Justi, kami memutuskan akan kembali lagi untuk persekutuan bersama Guru dan Siswa.


K A N D A R
Perjalanan selanjutnya setelah dari Lumasebu adalah ke Desa Kandar (Kec. Selaru) untuk mengunjungi Kel. Halirat (Alo & Fin). Alo adalah Kepala desa Kandar sedangkan Fin, seorang tenaga guru SMK. Karena faktor cuaca dalam minggu itu sangat buruk (gelombang & angin kencang), setelah berkomunikasi dan meminta nasehat dari Kel. Alo Halirat, akhirnya kami sepakat untuk membatalkan perjalanan ke kandar, dan sebagai gantinya akan dilakukan pertemuan di Saumlaki dengan keluarga Halirat. Namun pada akhirnya Alo, sebagai kades tidak dapat melakukan perjalanan ke Saumlaki karena faktor di atas dan karena kesibukan dengan agenda-agenda pemerintahan yang tiba-tiba.

Gambar 2. Keluarga Halirat (Alo dan Fin)


S E I R A
Berikutnya, perjalanan menuju Seira. Pelayanan di Seira dirintis dan dikembangkan oleh Kel. Jauply (Stevi & Mey) sejak mereka bertugas di Seira sebagai guru di SMK N Seira tahun 2005. Bung stevi kemudian dimutasikan ke saumlaki sebagai pengawas SMK sejak tahun 2018 sedangkan istrinya Mey masih bertugas di seira. Bung stevi selalu ke seira hampir setiap minggu untuk melayani teman-teman di seira. Oleh kemurahan Tuhan pelayanan di seira terus berkembang dengan baik hingga saat ini. Jadi pelayanan di seira merupakan buah-buah pelayanan secara rambatan dari Saumlaki.

Gambar 3. Keluarga Jauply (Stevi dan Mey)

Selasa, 10 mei jam 07.30 WIT kami berangkat ke Seira. Dari Saumlaki dengan transportasi darat, sekitar 1 jam kami tiba di desa Batuputi, dilanjutkan dengan transportasi laut sekitar 45 menit.

Setibanya di Seira, para guru dan siswa telah menantikan kedatangan kami, sungguh bersyukur untuk kesediaan mereka menunggu untuk beberapa saat lamanya dan mereka begitu bersemangat menerima kabar sukacita yang disampaikan oleh Bung Justi.

Selesai ibadah, beberapa guru berkesempatan untuk menanyakan respons para siswa secara pribadi, dan para siswa itu ingin ditolong bertumbuh di dalam Tuhan. Menyadari akan kebutuhan ini, kemudian direncanakan untuk dilakukan pertemuan dengan guru-guru yang pernah di tolong oleh Stevy dan Mey serta yang pernah bertumbuh di dalam pelayanan baik di Ambon maupun di kota lain.
Jam 18.00 WIT, sharing bersama beberapa guru SMKN & SMAN Seira. Kami sangat terbeban dan terharu melihat beberapa dari mereka berbagi sambil menangis. Persekutuan sore itu sangat menolong dan menguatkan hati mereka. Mereka merasa terhibur dan dikuatkan kembali dengan bagian firman yang di bagikan. Hasil dari persekutuan dengan komunitas Guru itu adalah membentuk komunitas guru di Seira dan disepakati untuk pertemuan setiap bulan untuk sharing bersama yang dikoordinir oleh Uteng Utuwaly.

Saya sangat senang dan beryukur untuk persekutuan sore ini. Selama 2 tahun ini saya merasa sendiri, saya punya masalah di tempat kerja, saya sedang menolong siswa tetapi saya merasa tidak ada yang perhatikan saya…Terima kasih Bu Uti untuk kasih dan perhatiannya bagi kami.

Jems

Kunjungan selanjutnya ke Kel. Temin (Anes & Ein) di desa Themin. Anes Adalah kepala desa sedangkan Ein guru SMK. Kami juga sharing dan berdoa bersama perangkat desa yang sudah dikumpulkan terlebih dahulu oleh Anes sebagai kepala Desa. Beberapa dari perangkat desa ini adalah alumni dari sekolah tempat Bung Stevi dan Usi Mey mengajar. Termasuk juga Ein yang pernah tinggal bersama mereka selama studi di sekolah yang sama.

Setelah mendengar curatan hati mereka dan tantangan yang dihadapi, pembicaraan kemudian dilanjutkan dengan membesarkan hati dan memotivasi mereka untuk melihat ini sebagai suatu panggilan dan bukan sekedar tugas dan tanggung jawab, dan di tutup dengan sharing tentang pemerintahan yang berhasil adalah pemerintahan yang takut akan Tuhan. Dengan mengutip beberapa contoh dari raja-raja Israel di dalam firman Tuhan, kami membagikan dan mengarahkan mereka. Ujung dari pertemuan ini mereka di dorong untuk mulai bertemu sebagai tim untuk saling mendoakan dan belajar satu dengan yang lain dengan memperhatikan teladan tokoh di dalam Firman Tuhan supaya bisa memimpin desa Themin dengan benar dan menjadikan masyarakatnya menjadi contoh untuk desa di sekitar mereka secara khusus dan kepulauan tanimbar pada umumnya. Pertemuan di akhiri dengan mendoakan perangkat desa ini beserta semua harapan mereka.

Waktu menunjukan pukul 23.00 WIT sharing berlanjut dengan siswa-siswadari bung Jems. Selesai sharing dan berdoa dengan mereka, kami baru punya kesempatan untuk makan pada jam 24.00 WIT. Tanggal 11 mei, kami mengunjungi dan berdoa dengan Kel.Gaspar Utwaly (salah seorang dari perangkat desa Themin) dan ibu Seba (ibu dari Uteng) yang sudah sekitar 20 tahun buta dan lumpuh. Siangnya, kami melakukan perjalanan kembali ke Saumlaki.

LUMASEBU
Perjalanan kedua ke desa Lumasebu untuk bersekutu besama para guru SMP N Lumesebu dengan topik Guru itu profesi atau panggilanoleh Bung Justi. Selesai ibadah, dilanjutkan dengan sharing komunitas guru dipimpin oleh bung Aris Ratuanik. Setelah makan siang, dilanjutkan dengan ibadah bersama para siswa SMP N Lumasebu dengan Topik Mencapai masa depan bersama Tuhan”.

S A U M L A K I
Kegiatan berlanjut dengan mengunjungi pasutri dan alumni : Kel.Basten Arbol, Kel.Joel Abarua, Kel.Yanto Louk, Yoan Melatuni, dan Fin Lerebulan. bersekutu bersama dengan Topik Kebangkitan Kristus yang Memulihkan. Ibadah diakhiri dengan ucapan terimakasih dan penyerahan cenderamata. Setelah persekutuan, di lanjutkan dengan sharing dan pertemuan secara pribadi bung Justi dengan keluarga-keluarga pada malam harinya. Sharing dengan Kel.Fano Papilaya, Kel.Stevi Jauply dan Kel.Nus Utwaly.

Keesokan harinya, Minggu 15 Mei 2022 sore, persekutuan bersama guru dan dosen, dengan Topik Guru itu profesi atau panggilan. Dalam diskusi bersama, guru-guru merasa perlu ada persekutuan guru secara rutin, akhirnya kami menyepakati untuk PA komunitas guru dan dosen setiap bulan dan dipimpin oleh Nus.

Terima kasih bu Uti untuk FT yang dibagikan bagi kami, sebagai guru saya merasa tertolong dengan materi ini, terkadang saya terlalu hati-hati dalam berinteraksi, saya merasa hanya mengerjakan profesi saya, tetapi saya mulai paham bahwa guru bukan sekedar profesi

Yoan

Mengakhiri perjalanan penggembalaan dengan berbagi antara Bung Justi dan tim, mengingatkan kami kembali tentang sehati sepikir dalam bekerja sama sebagai tim, menguatkan satu dengan yang lain dari janji Tuhan di dalam Kejadian 13 demi pencapaian yang terhilang untuk menduduki kota-kota yang sunyi.

TANTANGAN DAN PERGUMULAN

  1. Bung Aris akan memulai PA dengan siswa dan komunitas guru di lumasebu, sebagai kepala sekolah banyak tugas yang harus dikerjakan dan juga sering berurusan ke kabupaten, sehingga perlu komitmen
  2. Uteng Utuwaly yang mengkoordinir komunitas guru di seira, sedang fokus untuk merawat ibunya yang sakit (buta dan lumpuh). Beberapa dari mereka juga masih honorer dengan penghasilan yang sangat rendah.
  3. Stevi dan Nus, setiap bulan akan ke seira dan Lumasebu untuk PA dengan komunitas guru disana. Sebagai ASN perlu bijaksana mengelola waktu sehingga tidak mengganggu tugas pokok.
  4. Ada beberapa keluarga dan alumni yang belum mempunyai pekerjaan tetap, sehingga belum terlalu serius/fokus dalam pelayanan.

UCAPAN SYUKUR DAN DOA

  1. Mengucap syukur untuk kemurahan Tuhan dan pemeliharaan-Nya sehingga perjalanan ini bisa berlangsung dengan baik. Doakan setiap benih Firman Tuhan yang sudah ditaburkan agar Tuhan menumbuhkannya, hingga berbuah dan berlipatganda.
  2. Bersyukur untuk kemurahan Tuhan melalui komitmen dan kerjasama para alumni di kluster 5.2.5, sehingga dana yang dibutuhkan sebesar Rp 20.600.000,- (dua puluh juta enam ratus ribu rupiah) dapat terpenuhi.
  3. Bersyukur juga untuk setiap peran dan kontribusi dari setiap orang selama perjalanan pengembalaan ini.
  4. Doakan Nus dan Stevy dalam melakukan follow up paska kunjungan ini agar diberi hikmat dan bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dalam mendengar dan menangkap semua kebutuhan dari setiap komunitas
  5. Doakan juga Aris & Ipin dalam menggkoordinir komunitas Guru di Lumasebu, dan Uteng dalam mengkoordinir komunitas Guru di Seira
  6. Doakan juga rencana retreat guru di kluster 5.2.5 – Kepuluan Tanimbar yang direncanakan dilakukan tahun 2023.
  7. Terima kasih untuk setiap doa dan dukungan Bapak/Ibu dan semua saudara dalam perjalanan ini yang tidak sempat kami sebutkan satu demi satu. Semoga cerita ini memotifasi kita semua untuk terus bergandengan tangan sambil melangkah maju merebut kota-kota sunyi dan kampus-kampus sunyi untuk Kerajaan Allah. Tuhan yang sudah memanggil kita kiranya menguatkan hati kita semua untuk terus setia sampai Dia datang.
Oleh: NUS UTWALY

Tidak Jauh dari Kita Masing-masing

Housewarming Opiet, 21 Mei 2022

Mengapa kita pindah? Mengapa kita pindah rumah? Ada banyak alasan yang mungkin. Kadang alasannya mungkin aneh, seperti: bosan dengan rumah lama. Dan semua alasan itu sah-sah saja, valid. Dengan berbagai alasan itu, orang menemukan tempat tinggalnya yang mungkin lebih menetap.

Tetapi pindah ke rumah (baru), juga membawa tantangan atau  masalah baru. Dari hal-hal yang terlihat sangat sepele seperti suara-suara yang berbeda dari rumah lama atau kebocoran yang ada saja, dll dll (berhubungan dengan kondisi rumah), atau hal-hal yang berhubungan dengan orang/tetangga baru.

Tantangan dan masalah membuat kita tetap hidup, bertumbuh dan kreatif.

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. 

Kis. 17:24-28

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Ef. 1:22-23

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Kej 12:1-3

Hal pertama dari beberapa kutipan Alkitab tsb: Allah di atas semuanya. Kis 17:24. Dia mengatur pergerakan setiap orang. Orang mereka-reka, tetapi sebenarnya semua dalam kedaulatan Tuhan. Ketika seseorang ada di suatu tempat, dia bisa dengan yakin mengakui, bahwa Allah telah mengaturnya. Allah juga tahu semua lekuk geografis di suatu tempat. Tidak ada tempat yang tersembunyi atau di luar jangkauan-Nya. Ketika kita hadir di suatu tempat, tarik lah nafas dan bersyukur atas kehadiran-Nya di situ. Termasuk orang-orang di situ, Allah adalah penguasa atas segala sesuatu (Ef 1:22). Karena itu, Dia bisa berkata kepada kita: pergilah! Karena semua tempat ada dalam kuasa-Nya.

Hal kedua. Kemana orang pergi, Allah berharap mereka menemukan Diri-Nya. Karena Allah bisa ditemui dimana saja. Dia tidak jauh dari kita masing-masing. Dan dengan kehadiran TUBUH KRISTUS di seluruh penjuru dunia, Allah bisa ditemui melalui mereka. Melalui kita umat-Nya, Allah memenuhi dunia ini (Ef 1:23). Dunia bisa bertemu SANG KEPALA dengan melihat anggota tubuh-Nya. Kehadiran kita dimanapun adalah penting.

Sikap orang terhadap kita sangat menentukan nasib hidup dia. Siapa memberkati kita, akan diberkati Tuhan. Kita bukan periferal, dunia ini/orang-orang lain yang periferal (Ef 1:23 MSG). Apakah sikap hidup kita membuat orang lain memberkati kita? Ataukah sebaliknya?


Jadi, kehadiran kita di suatu tempat adalah penting. Tidak tergantung apakah kita bergabung dengan suatu gereja apa atau tidak, bergabung dengan Nav atau tidak. JUST OUR PRESENCE is very important. Dengan hidup kita, Allah hendak melebarkan kerajaan-Nya.

Masalah dengan rumah baru, sekecil apapun, adalah valid. Tetapi bagi orang percaya, di balik masalah-masalah (kecil) ada maksud baik Tuhan.

Tiga langkah nyata untuk kita terapkan:

  • Ambil langkah-langkah kecil untuk terhubung dengan orang lain/tetangga: lebih dulu menyapa, tersenyum, bertanya, menjawab, berbagi hal kecil di grup wa, dst. Be present.
  • Lihat kesempatan untuk membina hubungan lebih mendalam, lakukan tindakan kasih yang tepat, ngobrol tentang kehidupan/berbagi hidup, menyatakan nilai-nilai, dst. Hidup bersama mereka dengan rileks dan tekun/sabar, maka hubungan akan terbina. Be Jesus.
  • Selebihnya, Roh Kudus akan memimpin. Pekalah dengan apa yang perlu disampaikan tentang Kristus, dan bagaimana menyampaikannya. Be open and wise.

Contoh: Filipus dan sida-sida (Kis 8). Banyak lagi contoh di Alkitab yang menarik dan unik, tentang bagaimana membina hubungan dengan orang baru. Silakan pelajari.


Nav sebagai komunitas lokal selalu mendukung pergerakan atau masuknya kawan-kawan baru ke suatu lokal. Kepemimpinan dan masyarakat Nav lokal akan menyambut setiap anggota baru. Setiap orang biasanya punya kelompok kecil masing-masing, dan fanatik dengan kelompoknya :), tetapi mereka akan terlatih untuk melayani bersama-sama sebagai sesama anggota komunitas lokal. Karena orang dalam satu lokal, apa pun statusnya, adalah anggota komunitas lokal, anggota tubuh Kristus lokal, yang harus bersatu. Jangan ada yang kesepian.

Nav akan punya inisiatif-inisiatif, baik di remaja, kampus, couples, alumni muda/singel, dst dst… Setiap orang bisa punya peran/kontribusi di entitas-entitas tsb. Silakan bekerja sama. Silakan pemimpin mengelola. Silakan setiap orang berinisiatif.

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Yesaya 54:2‭-‬3

Mengunjungi Jember

16 April 2022

Berbarengan dengan menjemput anak yang kuliah di Banyuwangi, Rudi MK & Kartini mengunjungi Kota Jember, Jawa Timur. Sebetulnya pertemuan ini direncanakan bersama kel. Handy Wicaksono sebagai Pimsubreg 4.2 dan rekan-rekan sub reg 4.2  yang rindu untuk memulai pelayanan kampus di Kota Jember. Akan tetapi, rencana tersebut terhambat oleh waktu dan agenda yang sudah disusun.

Kabar yang sangat baik dari kawan-kawan di Jember. Rekan-rekan di Jember ini rata-rata adalah alumni senior yang sampai saat ini aktif melayani dalam komunitas masing-masing. Ada yang aktif di sekolah, gereja, serta paguyuban. Potensi besar untuk pengembangan komunitas Jember. 

Oleh sebab itu, kunjungan Kel. Rudi MK bermaksud untuk menguatkan dan mendorong teman-teman di Jember untuk tetap setia sebagai pekerja ujung bumi. Rudi dan Kartin juga menyempatkan waktu untuk mampir dan mendoakan Universitas Negeri Jember.

Berikut kesan dari rekan yang ditemui di Jember.

Kehadiran mas Rudi MK dan mbak Kartini di Jember dapat mengumpulkan 1 alumni dan 5 pasutri yang ada di Jember dan Bondowoso, sehingga dapat saling mengenal dengan keluarga mas Rudi serta memperoleh penjelasan perkembangan pembagian wilayah pelayanan, serta visi dan misi pelayanan Navigator Indonesia. Dengan kehadiran mas Rudi, kami para alumni merasa terperhatikan dan termotivasi untuk bersatu hati mendukung perintisan pelayanan di Universitas Negeri Jember, di samping kami tetap melayani di oikos kami masing-masing.

Agung Setijo, Koordinator Alumni Jember

Sangat menyenangkan dan merindukan acara tersebut. Memberi dukungan moril buat kami teman-teman Alumni (komunitas di Jember Bondowoso).

Goodman Siadari

PERJALANAN MOBILE ALONGSIDER SUB REG 5.3 #Part 1

Aku berdoa, semoga dengan kehendak ALLAH aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

Roma 1:10–12

Inilah janji Tuhan yang mendorong tim subreg 5.3 bersama pendamping dan supervisor subreg 5.3 untuk melakukan perjalanan kunjungan di beberapa kota di subreg 5.3 Papua. Langkah ini diambil sebagai respon atas keyakinan janji Tuhan dari Kejadian 13:14–17.

Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram:Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

Sebagai pemimpin sub reg 5.3 bung Jermy dan rekan-rekan pimkluster yaitu bung Hadi (kluster 5.3.1), bang Gerson (kluster 5.3.4), bung Chrest (kluster 5.3.5) dan bung Edy (kluster 5.3.6) serta didampingi oleh pendamping dan supervisor subreg 5.3 bung Justi, mulai melakukan kunjungan ke masing-masing kluster di subreg 5.3. Ini merupakan kunjungan pertama sejak pandemi COVID-19 tahun 2020.

Adapun yang menjadi tujuan dari perjalanan ini adalah:

  1. Membangun hati para alumni di kota-kota sunyi untuk berkontribusi bagi pergerakan Injil di suku-suku yang terdalam.
  2. Mendorong kesehatian diantara para almuni agar terbentuk komunitas yang saling mendukung dan melengkapi untuk bergerak ke kanan dan ke kiri dalam lingkup wilayah mereka.
  3. Menyiapkan hati para alumni untuk hidup memuridkan di antara yang terhilang di kota-kota sunyi.

Sorong

Perjalanan pertama adalah kunjungan bung Justi ke Sorong tanggal 30 Maret, bertemu dengan bung Hadi sebagai pimkluster 5.3.1 serta teman-teman alumni di kota Sorong. Mereka semangat sekali untuk berbagi tentang: Mengasihi ALLAH dengan Kasih Mula-Mula

Wamena

Keesokan harinya bung Justi melakukan perjalanan ke Jayapura, tepatnya tanggal 31 Maret 2022. Setelah bertemu dengan beberapa alumni di Jayapura, selanjutnya pada tanggal 1 April, bung Jermy dan bung Justi melakukan perjalanan ke Wamena dan Tiom.  

Dengan menggunakan transportasi udara dan menempuh waktu kurang lebih 55 menit, kami tiba di Wamena pukul 13.00 WIT. Kami langsung bertemu dengan bang Gerson yang merupakan pimkluster 5.3.4. Bang Gerson mengajar di STKIP Wamena. Kami berbagi dan menyepakati hal teknis terkait rencana penggembalaan di daerah Wamena, Tiom, dan juga Tolikara.

Tiom

Keesokan harinya,Sabtu, 2 April 2022 kami melakukan perjalanan dari Wamena menuju ke Tiom ibukota kabupaten Lanny Jaya. Perjalanan dimulai jam 17:00 waktu setempat dan tiba di Tiom jam 19:00 WIT.

Gambar 3. Kami tiba di Tiom

Di Tiom ini kami berencana ketemu dengan para alumni di Tiom pada hari Minggu, 3 April 2022 jam 5 sore. Sebagian besar alumni yang bekerja di Tiom keluarga mereka tinggal di Wamena, sehingga hari Sabtu dan Minggu mereka ke Wamena.

Kami menjalani kota Tiom untuk mendoakan kota ini sesuai janji Tuhan dari Yosua 1:3,5.

Pada sore hari sebelum kami sharing dengan alumni yaitu: Kel. Obatius Wanimbo, Revan, juga dengan salah satu ondoafi bpk. Yakob Kogoya. Kami berkesempatan bersama mereka mendoakan kota Tiom secara khusus dan kabupaten Lanny Jaya.

Gambar 5. Mendoakan kota Tiom bersama Obatius Wanimbo dan Revan Jikwa

Gambar 6. Sharing bersama Kel. Obatius Wanimbo, Revan

Gambar 7. Bung Jermy dan pak Yakob Jikwa

Pada malam hari kami sharing dengan kedua alumni, mendengar kesaksian mereka tentang pekerjaan baik yang sementara dikerjakan ALLAH dalam kehidupan mereka.

Terima kasih untuk apa yang bp hamba lakukan bagi kami, pada waktu kuliah dulu. Kami sungguh merasakan berkat dan pemeliharaan Tuhan bagi kami. Jika kami tidak terlibat dulu, mungkin kami tidak seperti sekarang ini.

Obatius, generasi pertama yang ditolong dalam pemuridan di Jayapura.

Dulu saya biasa jualan Cepos (red: koran) dan bp Jermy bisa datang untuk ajak PA. Sekarang saya rasakan anugerah Tuhan dalam kehidupan saya.

Revan

Mereka menyampaikan terima kasih bagi kunjungan kami.

Kami selalu mendoakan Obatius dan teman-teman yang ada di Tiom, seperti Anip, Arius, Rina, James, Wemius. Dan kami sudah merencanakan untuk datang ke Tiom, tapi terkendala karena pandemi COVID-19,” kata bung Jermy. Bersyukur hari ini bisa bertemu lagi.

Suatu kemurahan bagi kami bisa bertemu dengan teman-teman. Kami sungguh memuji Tuhan melihat pekerjaan baik yang sementara Allah kerjakan melalui hidup teman-teman. Tetap semangat dan terus fokus pada Dia,“ kata bung Justi. “Harapan kami teman-teman bisa ketemu dan mendoakan kabupaten Lanny Jaya agar generasi muda Lanny Jaya diselamatkan dan mengalam kekayaan kasih karunia ALLAH.

Sharing malam itu kami tutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih atas kesediaan mereka menerima dan melayani kami meskipun dengan segala keterbatasan fasilitas, namun kesediaan untuk melayani kami itu menjadi tanda bahwa mereka bertumbuh dalam buah-buah Roh.

Tantangan untuk didoakan:

  1. Mayoritas alumni bekerja di Tiom namun keluarga mereka di Wamena. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kehidupan rumah tangga mereka.
  2. Tanggung jawab para alumni yang sebagian besar adalah ASN dan anggota legislatif sehingga menyita waktu untuk memulai pertemuan komunitas di Tiom.
  3. Tantangan politik dan keamanan yang turut mempengaruhi situasi pembangunan dan kehidupan masyarakat di Tiom.

Wamena

Keesokan harinya, kami bersama kel. Obatius kembali ke Wamena. Suatu sukacita kami bisa menginjakan kaki di kota Tiom, medoakan kota itu serta merencanakan pengembangan alumni di kota Tiom.

Selanjutnya di Wamena kami bertemu dengan James Kogoya, salah satu almuni lulusan Universitas Cenderawasih yang merupakan generasi pemuridan yang kedua.

Saya senang sekali bisa ketemu dengan bp Justi dan juga bp. Jermy. Setelah kurang lebih 12 tahun baru kita ketemu lagi. Terima kasih untuk kasih, doa dan perhatiannya bagi saya, sehingga saya bisa kuat menghadapi berbagai tantangan hidup saat ini.

James

Kami bersyukur juga bisa ketemu dengan James dan teman-teman. Berharap bisa kumpul dan berdoa bersama untuk daerah pegunungan tengah, “ ujar bung Justi. “Nanti teman-teman bisa kumpul pada waktu libur, saya akan ke Wamena untuk kunjungi teman-teman dan kita bisa berdiskusi bersama bagaimana memenangkan anak-anak muda di pegunungan tengah,” sela bung Jermy.

Pertemuan singkat ini diakhiri dengan doa dan harapan untuk bisa bertemu dengan teman-teman semua pada waktu mendatang.

Gambar 9. Bung Jermy, Obatius Wanimbo dan James Kogoya

Selanjutnya pada malam hari kami melanjutkan kunjungan ke kampus STKIP Wamena di Pikhe karena ada ibadah bagi mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebenarnya jadwal ibadah setiap hari senin adalah ibadah yang terpisah yakni putra sendiri dan putri sendiri. Namun setelah kami berdiskusi dengan bang Gerson bahwa ini kesempatan bagi kami untuk berbagi maka akhirnya bisa disepakati ibadah tersebut adalah gabungan dan bung Justi yang akan pimpin ibadah tersebut.

Dengan mengusung tema “Respon Manusia terhadap doa Tuhan Yesus di Kayu Salib”, bu Justi mulai menyampaikan khotbah tentang karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus di kayu salib. Di akhir khotbahnya para mahasiswa ditantang untuk merenungkan karya pengorbanan Kristus di kayu salib mengenai respon ketika mendengar doa Tuhan Yesus “Ya, Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat“.  Mendengar khotbah tantangan ini, beberapa mahasiswa dengan kesadaran penuh merespon khotbah ini. Suatu sukacita besar oleh karena beberapa mahasiswa berdiri merespon firman Tuhan yang disampaikan.

Sungguh kami memuji Tuhan, oleh karena dukungan doa banyak orang mahasiswa STKIP Wamena bersedia untuk merespon doa Tuhan Yesus di kayu salib.

Kami bersama kel. bang Gerson bertemu dan  mengucap syukur atas  apa yang telah Tuhan kerjakan malam itu, dan mendoakan rencana tindak lanjut para mahasiswa yang respon tadi. Selain itu kami juga membesarkan hati bang Gerson dan mendorongnya untuk memulai memuridkan beberapa mahasiswa yang merespon firman Tuhan tadi. Selanjutnya kami mengucap terima kasih bagi bang Gerson sekeluarga yang telah melayani kami selama kami di Wamena.

Gambar 11. Foto bersama keluarga bang Gerson

Tantangan untuk didoakan:

  1. Ibadah di Kampus STKIP Wamena dimotori oleh Pelayanan PERKANTAS bahkan kebijakan pihak kampus bagi mahasiswa yang tidak ikut ibadah dimaksud diabsen untuk menerima ganjaran.
  2. Upaya tindak lanjut bagi para mahasiswa yang telah merespon panggilan Tuhan dalam ibadah tersebut oleh Bang Gerson.
  3. Bang Gerson cukup hati-hati untuk memulai memuridkan para mahasiswa oleh karena berpikir para mahasiswa telah terlibat di PERKANTAS
  4. Bang Gerson ragu-ragu untuk mengambil langkah iman untuk mendoakan mahasiswa dari kampus lain, karena berpikir waktunya tidak ada untuk melayani.

Keesokan harinya kami kembali ke Jayapura, untuk mempersiapkan diri melanjutkan perjalanan kunjungan ke Sarmi. (#part 2)

Gambar 12. Kami siap kembali ke Jayapura untuk perjalanan lanjutan ( #part 2)