Di tanggal 24 Juni hingga 26 Juni 2022 adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta Youth Gathering 2022. Yup, pas banget dengan moment liburan sekolah di semester ini. YG kali ini diadakan di The Pelangi Hotel & Resort, Bogor. Suasana yang adem, membuat hati dan pikiran makin fresh.
Mengangkat tema, “Rooting Deeper in Christ”, menjadikan acara Youth Gathering selain seru, namun juga belajar berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus sejak muda (to know Christ, to make Him known)
Acara ini dikemas apik oleh Timothy Harianja and Team sebagai panitia. Adapun pembicaranya juga keren-keren, seperti Bang Tigor & Kak Dwi, Bang Agus & Kak Shio, Jerry dan Bram menambah semangat para peserta untuk menikmati Firman Tuhan.
Ada juga beberapa kesan dari para peserta dan orang tua:
“Luar biasa semua yg dilakukan kk dan abang YG. Tenaga, pikiran, hati,… Kami sangat berterima kasih ya 🙏🏻 Prisha juga sangat senang dan mau ikut lagi katanya.. 🤗”
“Bener bangettt nih, skali lg makasih tak terhingga buat kakak2 pembimbing yg melayani dg luarbiasa. Anak2 pulang membawa berkat n sukacita, Gio cerita2 seru baru kelar n masih lanjut hahaha 😂 Mereka menikmati persekutuan indah, sharing, kebersamaan 2malam 3hr di YG ini. Tuhan berkati n pakai kaka2 lebih lagi yaa menjangkau jiwa2🤗🥰”
“Terima kasih banyak buat pelayanan Abang” & Kakak” di YG 2022 .. 🙏🏻 pengalaman pertama Davine ikut acara YG nih .. komennya “Davine senang ikut YG, tahun depan mau ikut lagi .. 🤩”
“Sy bunda Kania dan Kinneta jg berterimakasih buat abg dan kakak panita dan pembimbing YG. Bersyukur skali utk acr ini berjalan dgn lancar dan ank2 senang skali. Stiap hr sy tnya bgmn acrnya,,,mrk jwb bagus n senang bgt. Td sampai rmh, Kinneta malah lngsung pinjem hp ayahnya mau telp Kak Debby katanya. Dia mau bilang sdh smpe rmh dgn selamat n mau mngucapkan trimakasih. Ahhh senangnya hati ini,,,liburan ank2 tetap bermakna n ank2 bertambah temannya. Skali lg trima kasih byk ya,,,Tuhan memberkati🙏🏼♥️”
“Terimakasih untuk seluruh kakak panitia, tadi saya agak kaget kok shasya (Samantha) kelihatan sedih di rumah. saya tanya dan jawabannya karena YG cepat selesai, dia Sudah kangen sama teman2xnya Dan kakak2x semua….luar biasa berkesan sekali dia🙏🏽🙏🏽👍🏽👍🏽”
“Terima kasih Kakak2 pembimbing semua, ga henti2 ngakak tadi dengar ceritaan 3 anak peserta YG jd ga brasa macetnya di jalan. Lucu sekaliii… dan 2 kakak pembimbing di mobil juga sangat kagum dg kerjasama, pengertian n dukungan sesama teman pembimbing. Terima kasih banyak ya..kalian keren banget🤗🙏”
“Terima kasih kami orang tua Christa, atas perhatian, cinta kasih yg nyata dan pelayanan kakak2 semua. Ini pertama kalinya Christa ikut acara spt ini krn dr sekolah dan gereja jg tdk ada due to pandemic. Kesan pertama yg sgt berkesan dan mendalam bagi Christa dan kami jg. Tuhan memberkati kakak2 semua 🤗”
So, lebih lengkapnya, kami menyediakan sedikit cuplikan foto dan video di bawah ini. Check this out.
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhankita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakardi dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkankepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
Perjalanan Ade Damanik (Ketua Forum Wanita) bersama Marisa Tedja Hardjono di Regional 3, dimulai tanggal 26 Mei 2022. Mereka mendarat di Solo bertemu dengan rekan-rekan wanita single. Berbincang-bincang sambil menikmati makan siang bersama. Sebelumnya pada 15 April 2022, Ade Damanik memulai perjalanan ke Kota Bandung untuk bertemu Atika (PIC Forum Wanita di Regional 2), Maria (ibu Pimsubreg 2.3), Sonti (ibu Pimsubreg 2.2), serta teman-teman wanita.
Pertemuan di Bandung
Perjalanan ini memang sengaja direncanakan setelah kondisi pandemi yang melandai. Mengingat tahun 2021 lalu dibentuk struktur yang baru di Navina sehingga dirasa perlu untuk berjumpa dengan rekan-rekan sekerja yang berada pada wilayah lain apalagi beberapa memang belum pernah ditemui secara pribadi. Ade Damanik melihat perlunya membangun hubungan yang dalam dengan rekan-rekan wanita lainnya supaya komunitas wanita ini dapat bersehati menjadi tempat untuk saling berteduh dan bertumbuh.
Kurang rasanya jika tidak berwisata kuliner di Solo, mulai dari es dawet sampai wedang jahe di angkringan semua dinikmati bersama Dina (Ibu Pimsubreg 3.2), Derni (Ibu pendamping Pimsubreg 3.2), dan rekan-rekan wanita. Setelah Solo, Ade dan Marisa menunjungi Diah di Klaten pada 27 Mei 2022. Mereka berbincang juga dengan orang tua Diah yang dalam masa tuanya terus bersemangat untuk berbagi cerita.
di Klaten
Perjalanan berlanjut ke Semarang, Ade dan Marisa diantar oleh teman-teman wanita Solo, bersyukur sampai dengan selamat di Semarang melalui jalan dengan pemandangan indah yang menyegarkan mata di Tol Boyolali.
Di Semarang, Ade dan Marisa menginap selama 2 malam. Hari pertama dimanfaatkan untuk bertemu dengan Ibu-Ibu staf di Semarang, Kartini dan Ester. Hari kedua dan ketiga, Ade dan Marisa berkesempatan mengitari Kota Semarang dipandu oleh Siska (Ibu Pimsubreg 3.1) dan Ratna (PIC Forum Wanita Regional 3). Mereka mengunjungi rumah tumbuh bersama (RTB) wanita dan bertemu dengan teman-teman mahasiswa wanita. Malam hari tanggal 28 Mei, mereka bertemu dengan teman-teman alumni wanita single. Dalam pertemuan itu, teman-teman wanita single saling berbagi akan hal-hal yang dinikmati dan yang digumuli. Pergumulan tiap-tiap orang mungkin berbeda tetapi bersyukur ada komunitas, kita tidak sendiri. Maka genap sudah tujuan untuk saling mengenal teman-teman single disekitar Jawa Tengah dan bersyukur dengan setiap obrolan yang saling menguatkan.
Bersyukur untuk kesempatan bertemu dengan Ibu-Ibu Pimsubreg baik ketika di Bandung maupun Solo dan Semarang. Pertemuan dengan Ibu-Ibu Pimsubreg ini dimanfaatkan guna membangun kesehatian Forum Wanita dan subreg-subreg untuk dapat bersinergi dalam melakukan pekerjaan pemberitaan kabar baik.
Berikut beberapa kesan rekan-rekan yang ditemui Ade Damanik dan Marisa Tedja.
Menikmati sekali pertemuan dgn kak Ade dan kak Marisa kemaren…..belum pernah bertemu sebelumnya tetapi seperti sudah kenal lamaaaa 😁 Waktu seperti berlalu begitu cepat banyak obrolan ringan yg menyenangkan serasa punya komunitas baru yg bikin fresh😍
Diah, Klaten
Bersyukur dg inisiatif kak Ade & kak Marisa atas kunjungan ini, setelah sebelumnya hanya bisa bertemu secara online. Sharing yg dibagikan diantara teman-teman sangat menyegarkan. Kiranya dg pertemuan ini bisa membuat kita semakin terkoneksi😊
Dina (Ibu Pimsubreg 3.2), Solo
Kesannya ketemu kak Ade dan kak Marisa, senang bisa bertemu dgn orang baru. Sebelumnya dengan kak Ade pernah bertemu tetapi secara virtual. Senang bisa saling berbagi banyak hal. Diberkati dengan semangat mereka berdua untuk membagi hidup bagi teman-teman single. Saya belajar bahwa journey yg Tuhan taruh dalam kehidupan masing-masing mungkin berbeda. Namun garis besarnya adalah untuk IKA bisa semakin dikenal lagi oleh banyak orang.
Yemima, Semarang
menyenangkan karena bisa sekaligus menjadi rilex time di tengah kesibukan…stress release😅 sangat berkesan karena bisa saling berbagi dan memberi encouragement.
Palupi, Semarang
Sangat terberkati dalam pertemuan beberapa waktu yg lalu, salah satu hal yg menarik adalah kita tidak terpancang program-program dalam mengabarkan IKA, dari pertemanan yg natural banyak hal yg Tuhan bukakan utk masuk ke komunitas-komunitas di lingkungan kita.
Nuning, Solo
Kukira akan sedikit canggung dikarenakan antar teman di Solo pun banyak yg belum pernah berjumpa apalagi bertemu tamu dari luar kota…Tapi bersyukur dengan ke-sanguin-an dari beberapa teman. Dari pertemuan itu banyak belajar bagaimana menikmati masa-masa single dan mengoptimalkannya utk melayani sesama, dan janganlah gentar meski single, kamu bermakna dan bisa menjadi teladan bagi sesamamu. Bagaimana mengoptimalkan masa single walaupun menurut “orang-orang” sudah telat dan harus mengejar keduniawian… Belajar juga dari mba Nuning bagaimana menjalani masa single utk merawat orang tua (karena Chipo sekarang tinggal bertiga dg ibuk dan adik,, bagaimana tetap menjaga kasih utk melayani keluarga). Ikut mengantar kak Ade ke Klaten, di Klaten belajar lagi bagaimana menjangkau teman-teman fokus dan menolong mereka melalui kehidupan sehari-hari kita (Chipo memiliki UMKM sehingga lebih sering bertemu teman-teman fokus). Bersyukur menikmati dua hari bersama Kak Ade dan Kak Marisa, melihat bagaimana Allah bekerja atas kita dibalik setiap kekurangan dan kelebihan kita.
Chipo, Solo
Kesan saya dg kunjungan kak Ade & dr Marisa…..sangat memberkati..ketika sharing dg teman-teman single Solo & Semarang,,saya diberkati dg pergumulan teman-teman dan cukup membangun semangat utk menikmati jorney hidup.
Bertepatan melandainya masa pandemi, menjadi moment tepat bagi adik-adik remaja Cibubur untuk mengagendakan pertemuan onsite. Tepatnya di tanggal 22 Mei 2022 lalu, mereka bertemu di salah satu tempat di Kota Wisata Cibubur.
Ditemani oleh Kak Debby, Kak Elisabeth, dan Kak Septi, adik-adik ini dapat berkumpul bersama-sama untuk belajar Firman Tuhan. Dan kesempatan kali ini, mereka bisa berdoa bersama, membahas resume buku atome habit untuk membangkitkan kedisiplinan. Ayat alkitab sebagai contoh praktis yg detail dalam membuat komitmen yang terukur, belajar juga dari tokoh Daniel tentang kesetiaannya untuk berdoa pada Allah, dan berakhir dengan sharing bersama.
Karena ini menjadi kerinduan bersama untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan, adik-adik remaja ini berkomitmen untuk bertemu onsite 1 bulan sekali. Apabila Bapak-Ibu dan teman-teman semua, memiliki saudara, ponakan, adik yang berusia remaja, dan tinggal di wilayah Cibubur, yuk sama-sama gabung di kelompok PA ini.
Perjalanan pengembalaan (8-16 Mei 2022) di kepulauan Tanimbar oleh Bung Justy, Bung Nus, dan Bung Stevi dengan meyakini akan janji Tuhan dalam Kejadian 13:14-17.
Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
Perjalananan pengembalaan ini dilakukan dengan tujuan:Perjalanan
Menguatkan hati dan memotivasi para pekerja dan alumni di Kepulauan Tanimbar agar tetap fokus pada panggilan dan mau berkontribusi dalam mendukung pergerakan kabar baik.
Membangun kesehatian diantara para pekerja dan alumni agar saling bersinergi dalam komunitas dan menyiapkan pemimpin yang berani untuk mengambil tanggung jawab dalam memimpin komunitas baru di kepulauan Tanimbar.
Membentuk dan mengembangkan komunitas-komunitas lokal di kepulauan Tanimbar.
L U M A S E B U Perjalanan dengan menempuh jarak 83 km ke Lumasebu (Kecamatan Kormomolin) di minggu siang untuk berkunjung ke Kel. Ratuanik (Aris & Ipin). Aris adalah kepala sekolah di SMP Lumasebu dan Ipin adalah salah satu guru di sekolah yang sama. Kedatangan kami memberi kesukaan bagi mereka. Sudah cukup lama mendoakan bagaimana membentuk komunitas di antara para guru. Mencoba melakukan beberapa pendekatan, namun ada saja kendala dan seperti tidak efektif untuk berjalan. Aris berbagi tentang akan diadakannya bible camp untuk siswa menjelang paskah Kristus tahun 2022, dengan harapan akan ada follow-up nya pada kedatangan kami di Kepulauan Tanimbar, bahwa para siswa akan langsung ditangani oleh guru untuk follow up. Setiap guru dengan 6 siswa untuk dibimbing. Agar tujuan ini bisa berjalan, setelah sharing dan diskusi bersama Bung Justi, kami memutuskan akan kembali lagi untuk persekutuan bersama Guru dan Siswa.
Gambar 1. Sharing dengan Keluarga Ratuanik
K A N D A R Perjalanan selanjutnya setelah dari Lumasebu adalah ke Desa Kandar (Kec. Selaru) untuk mengunjungi Kel. Halirat (Alo & Fin). Alo adalah Kepala desa Kandar sedangkan Fin, seorang tenaga guru SMK. Karena faktor cuaca dalam minggu itu sangat buruk (gelombang & angin kencang), setelah berkomunikasi dan meminta nasehat dari Kel. Alo Halirat, akhirnya kami sepakat untuk membatalkan perjalanan ke kandar, dan sebagai gantinya akan dilakukan pertemuan di Saumlaki dengan keluarga Halirat. Namun pada akhirnya Alo, sebagai kades tidak dapat melakukan perjalanan ke Saumlaki karena faktor di atas dan karena kesibukan dengan agenda-agenda pemerintahan yang tiba-tiba.
Gambar 2. Keluarga Halirat (Alo dan Fin)
S E I R A Berikutnya, perjalanan menuju Seira. Pelayanan di Seira dirintis dan dikembangkan oleh Kel. Jauply (Stevi & Mey) sejak mereka bertugas di Seira sebagai guru di SMK N Seira tahun 2005. Bung stevi kemudian dimutasikan ke saumlaki sebagai pengawas SMK sejak tahun 2018 sedangkan istrinya Mey masih bertugas di seira. Bung stevi selalu ke seira hampir setiap minggu untuk melayani teman-teman di seira. Oleh kemurahan Tuhan pelayanan di seira terus berkembang dengan baik hingga saat ini. Jadi pelayanan di seira merupakan buah-buah pelayanan secara rambatan dari Saumlaki.
Gambar 3. Keluarga Jauply (Stevi dan Mey)
Selasa, 10 mei jam 07.30 WIT kami berangkat ke Seira. Dari Saumlaki dengan transportasi darat, sekitar 1 jam kami tiba di desa Batuputi, dilanjutkan dengan transportasi laut sekitar 45 menit.
Gambar 4. Perjalanan menuju Seira
Setibanya di Seira, para guru dan siswa telah menantikan kedatangan kami, sungguh bersyukur untuk kesediaan mereka menunggu untuk beberapa saat lamanya dan mereka begitu bersemangat menerima kabar sukacita yang disampaikan oleh Bung Justi.
Gambar 5. Ibadah bersama Guru dan Siswa SMK N Seira
Selesai ibadah, beberapa guru berkesempatan untuk menanyakan respons para siswa secara pribadi, dan para siswa itu ingin ditolong bertumbuh di dalam Tuhan. Menyadari akan kebutuhan ini, kemudian direncanakan untuk dilakukan pertemuan dengan guru-guru yang pernah di tolong oleh Stevy dan Mey serta yang pernah bertumbuh di dalam pelayanan baik di Ambon maupun di kota lain. Jam 18.00 WIT, sharing bersama beberapa guru SMKN & SMAN Seira. Kami sangat terbeban dan terharu melihat beberapa dari mereka berbagi sambil menangis. Persekutuan sore itu sangat menolong dan menguatkan hati mereka. Mereka merasa terhibur dan dikuatkan kembali dengan bagian firman yang di bagikan. Hasil dari persekutuan dengan komunitas Guru itu adalah membentuk komunitas guru di Seira dan disepakati untuk pertemuan setiap bulan untuk sharing bersama yang dikoordinir oleh Uteng Utuwaly.
Gambar 6. Persekutuan dengan komunitas guru di seira
Saya sangat senang dan beryukur untuk persekutuan sore ini. Selama 2 tahun ini saya merasa sendiri, saya punya masalah di tempat kerja, saya sedang menolong siswa tetapi saya merasa tidak ada yang perhatikan saya…Terima kasih Bu Uti untuk kasih dan perhatiannya bagi kami.
Jems
Kunjungan selanjutnya ke Kel. Temin (Anes & Ein) di desa Themin. Anes Adalah kepala desa sedangkan Ein guru SMK. Kami juga sharing dan berdoa bersama perangkat desa yang sudah dikumpulkan terlebih dahulu oleh Anes sebagai kepala Desa. Beberapa dari perangkat desa ini adalah alumni dari sekolah tempat Bung Stevi dan Usi Mey mengajar. Termasuk juga Ein yang pernah tinggal bersama mereka selama studi di sekolah yang sama.
Setelah mendengar curatan hati mereka dan tantangan yang dihadapi, pembicaraan kemudian dilanjutkan dengan membesarkan hati dan memotivasi mereka untuk melihat ini sebagai suatu panggilan dan bukan sekedar tugas dan tanggung jawab, dan di tutup dengan sharing tentang pemerintahan yang berhasil adalah pemerintahan yang takut akan Tuhan. Dengan mengutip beberapa contoh dari raja-raja Israel di dalam firman Tuhan, kami membagikan dan mengarahkan mereka. Ujung dari pertemuan ini mereka di dorong untuk mulai bertemu sebagai tim untuk saling mendoakan dan belajar satu dengan yang lain dengan memperhatikan teladan tokoh di dalam Firman Tuhan supaya bisa memimpin desa Themin dengan benar dan menjadikan masyarakatnya menjadi contoh untuk desa di sekitar mereka secara khusus dan kepulauan tanimbar pada umumnya. Pertemuan di akhiri dengan mendoakan perangkat desa ini beserta semua harapan mereka.
Gambar 7. Kel. Anes Themin dan perangkat desa
Waktu menunjukan pukul 23.00 WIT sharing berlanjut dengan siswa-siswadari bung Jems. Selesai sharing dan berdoa dengan mereka, kami baru punya kesempatan untuk makan pada jam 24.00 WIT. Tanggal 11 mei, kami mengunjungi dan berdoa dengan Kel.Gaspar Utwaly (salah seorang dari perangkat desa Themin) dan ibu Seba (ibu dari Uteng) yang sudah sekitar 20 tahun buta dan lumpuh. Siangnya, kami melakukan perjalanan kembali ke Saumlaki.
Gambar 8. Kunjugan kel.Gaspar & ibu Seba
LUMASEBU Perjalanan kedua ke desa Lumasebu untuk bersekutu besama para guru SMP N Lumesebu dengan topik “Guru itu profesi atau panggilan” oleh Bung Justi. Selesai ibadah, dilanjutkan dengan sharing komunitas guru dipimpin oleh bung Aris Ratuanik. Setelah makan siang, dilanjutkan dengan ibadah bersama para siswa SMP N Lumasebu dengan Topik “Mencapai masa depan bersama Tuhan”.
Gambar 9. Ibadah bersama siswa SMP N Lumasebu
S A U M L A K I Kegiatan berlanjut dengan mengunjungi pasutri dan alumni : Kel.Basten Arbol, Kel.Joel Abarua, Kel.Yanto Louk, Yoan Melatuni, dan Fin Lerebulan. bersekutu bersama dengan Topik “Kebangkitan Kristus yang Memulihkan”.Ibadah diakhiri dengan ucapan terimakasih dan penyerahan cenderamata. Setelah persekutuan, di lanjutkan dengan sharing dan pertemuan secara pribadi bung Justi dengan keluarga-keluarga pada malam harinya. Sharing dengan Kel.Fano Papilaya, Kel.Stevi Jauply dan Kel.Nus Utwaly.
Gambar 10. Persekutuan bersama alumni Saumlaki
Keesokan harinya, Minggu 15 Mei 2022 sore, persekutuan bersama guru dan dosen, dengan Topik “Guru itu profesi atau panggilan”. Dalam diskusi bersama, guru-guru merasa perlu ada persekutuan guru secara rutin, akhirnya kami menyepakati untuk PA komunitas guru dan dosen setiap bulan dan dipimpin oleh Nus.
Terima kasih bu Uti untuk FT yang dibagikan bagi kami, sebagai guru saya merasa tertolong dengan materi ini, terkadang saya terlalu hati-hati dalam berinteraksi, saya merasa hanya mengerjakan profesi saya, tetapi saya mulai paham bahwa guru bukan sekedar profesi
Yoan
Gambar 11. Persekutuan bersama komunitas guru di Saumlaki
Mengakhiri perjalanan penggembalaan dengan berbagi antara Bung Justi dan tim, mengingatkan kami kembali tentang sehati sepikir dalam bekerja sama sebagai tim, menguatkan satu dengan yang lain dari janji Tuhan di dalam Kejadian 13 demi pencapaian yang terhilang untuk menduduki kota-kota yang sunyi.
Gambar 12. Pertemuan Tim Kluster 5.2.5 di bandara Saumlaki
TANTANGAN DAN PERGUMULAN
Bung Aris akan memulai PA dengan siswa dan komunitas guru di lumasebu, sebagai kepala sekolah banyak tugas yang harus dikerjakan dan juga sering berurusan ke kabupaten, sehingga perlu komitmen
Uteng Utuwaly yang mengkoordinir komunitas guru di seira, sedang fokus untuk merawat ibunya yang sakit (buta dan lumpuh). Beberapa dari mereka juga masih honorer dengan penghasilan yang sangat rendah.
Stevi dan Nus, setiap bulan akan ke seira dan Lumasebu untuk PA dengan komunitas guru disana. Sebagai ASN perlu bijaksana mengelola waktu sehingga tidak mengganggu tugas pokok.
Ada beberapa keluarga dan alumni yang belum mempunyai pekerjaan tetap, sehingga belum terlalu serius/fokus dalam pelayanan.
UCAPAN SYUKUR DAN DOA
Mengucap syukur untuk kemurahan Tuhan dan pemeliharaan-Nya sehingga perjalanan ini bisa berlangsung dengan baik. Doakan setiap benih Firman Tuhan yang sudah ditaburkan agar Tuhan menumbuhkannya, hingga berbuah dan berlipatganda.
Bersyukur untuk kemurahan Tuhan melalui komitmen dan kerjasama para alumni di kluster 5.2.5, sehingga dana yang dibutuhkan sebesar Rp 20.600.000,- (dua puluh juta enam ratus ribu rupiah) dapat terpenuhi.
Bersyukur juga untuk setiap peran dan kontribusi dari setiap orang selama perjalanan pengembalaan ini.
Doakan Nus dan Stevy dalam melakukan follow up paska kunjungan ini agar diberi hikmat dan bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dalam mendengar dan menangkap semua kebutuhan dari setiap komunitas
Doakan juga Aris & Ipin dalam menggkoordinir komunitas Guru di Lumasebu, dan Uteng dalam mengkoordinir komunitas Guru di Seira
Doakan juga rencana retreat guru di kluster 5.2.5 – Kepuluan Tanimbar yang direncanakan dilakukan tahun 2023.
Terima kasih untuk setiap doa dan dukungan Bapak/Ibu dan semua saudara dalam perjalanan ini yang tidak sempat kami sebutkan satu demi satu. Semoga cerita ini memotifasi kita semua untuk terus bergandengan tangan sambil melangkah maju merebut kota-kota sunyi dan kampus-kampus sunyi untuk Kerajaan Allah. Tuhan yang sudah memanggil kita kiranya menguatkan hati kita semua untuk terus setia sampai Dia datang.
Mengapa kita pindah? Mengapa kita pindah rumah? Ada banyak alasan yang mungkin. Kadang alasannya mungkin aneh, seperti: bosan dengan rumah lama. Dan semua alasan itu sah-sah saja, valid. Dengan berbagai alasan itu, orang menemukan tempat tinggalnya yang mungkin lebih menetap.
Tetapi pindah ke rumah (baru), juga membawa tantangan atau masalah baru. Dari hal-hal yang terlihat sangat sepele seperti suara-suara yang berbeda dari rumah lama atau kebocoran yang ada saja, dll dll (berhubungan dengan kondisi rumah), atau hal-hal yang berhubungan dengan orang/tetangga baru.
Tantangan dan masalah membuat kita tetap hidup, bertumbuh dan kreatif.
Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.
Kis. 17:24-28
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Ef. 1:22-23
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Kej 12:1-3
Hal pertama dari beberapa kutipan Alkitab tsb: Allah di atas semuanya. Kis 17:24. Dia mengatur pergerakan setiap orang. Orang mereka-reka, tetapi sebenarnya semua dalam kedaulatan Tuhan. Ketika seseorang ada di suatu tempat, dia bisa dengan yakin mengakui, bahwa Allah telah mengaturnya. Allah juga tahu semua lekuk geografis di suatu tempat. Tidak ada tempat yang tersembunyi atau di luar jangkauan-Nya. Ketika kita hadir di suatu tempat, tarik lah nafas dan bersyukur atas kehadiran-Nya di situ. Termasuk orang-orang di situ, Allah adalah penguasa atas segala sesuatu (Ef 1:22). Karena itu, Dia bisa berkata kepada kita: pergilah! Karena semua tempat ada dalam kuasa-Nya.
Hal kedua. Kemana orang pergi, Allah berharap mereka menemukan Diri-Nya. Karena Allah bisa ditemui dimana saja. Dia tidak jauh dari kita masing-masing. Dan dengan kehadiran TUBUH KRISTUS di seluruh penjuru dunia, Allah bisa ditemui melalui mereka. Melalui kita umat-Nya, Allah memenuhi dunia ini (Ef 1:23). Dunia bisa bertemu SANG KEPALA dengan melihat anggota tubuh-Nya. Kehadiran kita dimanapun adalah penting.
Sikap orang terhadap kita sangat menentukan nasib hidup dia. Siapa memberkati kita, akan diberkati Tuhan. Kita bukan periferal, dunia ini/orang-orang lain yang periferal (Ef 1:23 MSG). Apakah sikap hidup kita membuat orang lain memberkati kita? Ataukah sebaliknya?
Jadi, kehadiran kita di suatu tempat adalah penting. Tidak tergantung apakah kita bergabung dengan suatu gereja apa atau tidak, bergabung dengan Nav atau tidak. JUST OUR PRESENCE is very important. Dengan hidup kita, Allah hendak melebarkan kerajaan-Nya.
Masalah dengan rumah baru, sekecil apapun, adalah valid. Tetapi bagi orang percaya, di balik masalah-masalah (kecil) ada maksud baik Tuhan.
Tiga langkah nyata untuk kita terapkan:
Ambil langkah-langkah kecil untuk terhubung dengan orang lain/tetangga: lebih dulu menyapa, tersenyum, bertanya, menjawab, berbagi hal kecil di grup wa, dst. Be present.
Lihat kesempatan untuk membina hubungan lebih mendalam, lakukan tindakan kasih yang tepat, ngobrol tentang kehidupan/berbagi hidup, menyatakan nilai-nilai, dst. Hidup bersama mereka dengan rileks dan tekun/sabar, maka hubungan akan terbina. Be Jesus.
Selebihnya, Roh Kudus akan memimpin. Pekalah dengan apa yang perlu disampaikan tentang Kristus, dan bagaimana menyampaikannya. Be open and wise.
Contoh: Filipus dan sida-sida (Kis 8). Banyak lagi contoh di Alkitab yang menarik dan unik, tentang bagaimana membina hubungan dengan orang baru. Silakan pelajari.
Nav sebagai komunitas lokal selalu mendukung pergerakan atau masuknya kawan-kawan baru ke suatu lokal. Kepemimpinan dan masyarakat Nav lokal akan menyambut setiap anggota baru. Setiap orang biasanya punya kelompok kecil masing-masing, dan fanatik dengan kelompoknya :), tetapi mereka akan terlatih untuk melayani bersama-sama sebagai sesama anggota komunitas lokal. Karena orang dalam satu lokal, apa pun statusnya, adalah anggota komunitas lokal, anggota tubuh Kristus lokal, yang harus bersatu. Jangan ada yang kesepian.
Nav akan punya inisiatif-inisiatif, baik di remaja, kampus, couples, alumni muda/singel, dst dst… Setiap orang bisa punya peran/kontribusi di entitas-entitas tsb. Silakan bekerja sama. Silakan pemimpin mengelola. Silakan setiap orang berinisiatif.
Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.