Kebersamaan

Perjalanan Ade Damanik (Ketua Forum Wanita) bersama Marisa Tedja Hardjono di Regional 3, dimulai tanggal 26 Mei 2022. Mereka mendarat di Solo bertemu dengan rekan-rekan wanita single. Berbincang-bincang sambil menikmati makan siang bersama. Sebelumnya pada 15 April 2022, Ade Damanik memulai perjalanan ke Kota Bandung untuk bertemu Atika (PIC Forum Wanita di Regional 2), Maria (ibu Pimsubreg 2.3), Sonti (ibu Pimsubreg 2.2), serta teman-teman wanita.

Pertemuan di Bandung

Perjalanan ini memang sengaja direncanakan setelah kondisi pandemi yang melandai. Mengingat tahun 2021 lalu dibentuk struktur yang baru di Navina sehingga dirasa perlu untuk berjumpa dengan rekan-rekan sekerja yang berada pada wilayah lain apalagi beberapa memang belum pernah ditemui secara pribadi. Ade Damanik melihat perlunya membangun hubungan yang dalam dengan rekan-rekan wanita lainnya supaya komunitas wanita ini dapat bersehati menjadi tempat untuk saling berteduh dan bertumbuh. 

Kurang rasanya jika tidak berwisata kuliner di Solo, mulai dari es dawet sampai wedang jahe di angkringan semua dinikmati bersama Dina (Ibu Pimsubreg 3.2), Derni (Ibu pendamping Pimsubreg 3.2), dan rekan-rekan wanita. Setelah Solo, Ade dan Marisa menunjungi Diah di Klaten pada 27 Mei 2022. Mereka berbincang juga dengan orang tua Diah yang dalam masa tuanya terus bersemangat untuk berbagi cerita.

Perjalanan berlanjut ke Semarang, Ade dan Marisa diantar oleh teman-teman wanita Solo, bersyukur sampai dengan selamat di Semarang melalui jalan dengan pemandangan indah yang menyegarkan mata di Tol Boyolali.

Di Semarang, Ade dan Marisa menginap selama 2 malam. Hari pertama dimanfaatkan untuk bertemu dengan Ibu-Ibu staf di Semarang, Kartini dan Ester. Hari kedua dan ketiga, Ade dan Marisa berkesempatan mengitari Kota Semarang dipandu oleh Siska (Ibu Pimsubreg 3.1) dan Ratna (PIC Forum Wanita Regional 3). Mereka mengunjungi rumah tumbuh bersama (RTB) wanita dan bertemu dengan teman-teman mahasiswa wanita. Malam hari tanggal 28 Mei, mereka bertemu dengan teman-teman alumni wanita single. Dalam pertemuan itu, teman-teman wanita single saling berbagi akan hal-hal yang dinikmati dan yang digumuli. Pergumulan tiap-tiap orang mungkin berbeda tetapi bersyukur ada komunitas, kita tidak sendiri. Maka genap sudah tujuan untuk saling mengenal teman-teman single disekitar Jawa Tengah dan bersyukur dengan setiap obrolan yang saling menguatkan.

Bersyukur untuk kesempatan bertemu dengan Ibu-Ibu Pimsubreg baik ketika di Bandung maupun Solo dan Semarang. Pertemuan dengan Ibu-Ibu Pimsubreg ini dimanfaatkan guna membangun kesehatian Forum Wanita dan subreg-subreg untuk dapat bersinergi dalam melakukan pekerjaan pemberitaan kabar baik. 

Berikut beberapa kesan rekan-rekan yang ditemui Ade Damanik dan Marisa Tedja.

Menikmati sekali pertemuan dgn kak Ade dan kak Marisa kemaren…..belum pernah bertemu sebelumnya tetapi seperti sudah kenal lamaaaa 😁
Waktu seperti berlalu begitu cepat banyak obrolan ringan yg menyenangkan serasa punya komunitas baru yg bikin fresh😍

Diah, Klaten

Bersyukur dg inisiatif kak Ade & kak Marisa atas kunjungan ini, setelah sebelumnya hanya bisa bertemu secara online. Sharing yg dibagikan diantara teman-teman sangat menyegarkan. Kiranya dg pertemuan ini bisa membuat kita semakin terkoneksi😊

Dina (Ibu Pimsubreg 3.2), Solo

Kesannya ketemu kak Ade dan kak Marisa, senang bisa bertemu dgn orang baru. Sebelumnya dengan kak Ade pernah bertemu tetapi secara virtual. Senang bisa saling berbagi banyak hal. Diberkati dengan semangat mereka berdua untuk membagi hidup bagi teman-teman single. Saya belajar bahwa journey yg Tuhan taruh dalam kehidupan masing-masing mungkin berbeda. Namun garis besarnya adalah untuk IKA bisa semakin dikenal lagi oleh banyak orang.

Yemima, Semarang

menyenangkan karena bisa sekaligus menjadi rilex time di tengah kesibukan…stress release😅 sangat berkesan karena bisa saling berbagi dan memberi encouragement.

Palupi, Semarang

Sangat terberkati dalam pertemuan beberapa waktu yg lalu, salah satu hal yg menarik adalah kita tidak terpancang program-program dalam mengabarkan IKA, dari pertemanan yg natural banyak hal yg Tuhan bukakan utk masuk ke komunitas-komunitas di lingkungan kita.

Nuning, Solo

Kukira akan sedikit canggung dikarenakan antar teman di Solo pun banyak yg belum pernah berjumpa apalagi bertemu tamu dari luar kota…Tapi bersyukur dengan ke-sanguin-an dari beberapa teman. Dari pertemuan itu banyak belajar bagaimana menikmati masa-masa single dan mengoptimalkannya utk melayani sesama, dan janganlah gentar meski single, kamu bermakna dan bisa menjadi teladan bagi sesamamu. Bagaimana mengoptimalkan masa single walaupun menurut “orang-orang” sudah telat dan harus mengejar keduniawian… Belajar juga dari mba Nuning bagaimana menjalani masa single utk merawat orang tua (karena Chipo sekarang tinggal bertiga dg ibuk dan adik,, bagaimana tetap menjaga kasih utk melayani keluarga). Ikut mengantar kak Ade ke Klaten, di Klaten belajar lagi bagaimana menjangkau teman-teman fokus dan menolong mereka melalui kehidupan sehari-hari kita (Chipo memiliki UMKM sehingga lebih sering bertemu teman-teman fokus). Bersyukur menikmati dua hari bersama Kak Ade dan Kak Marisa, melihat bagaimana Allah bekerja atas kita dibalik setiap kekurangan dan kelebihan kita.

Chipo, Solo

Kesan saya dg kunjungan kak Ade & dr Marisa…..sangat memberkati..ketika sharing dg teman-teman single Solo & Semarang,,saya diberkati dg pergumulan teman-teman dan cukup membangun semangat utk menikmati jorney hidup.

Ratna (PIC Forum Wanita), Semarang

Perintisan Kampus Madiun & Kediri

Madiun dan Kediri, 29 Maret – 3 April 2022

Pelayanan merupakan serangkaian sikap dan tindakan sebagai buah dari ungkapan hati yang memuliakan Allah dan mentaati amanat agung Kristus. Kita juga merindukan bahwa pelayanan kita akan menjadi berkat bagi sesama.

Yoh 17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan
menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk
melakukannya
.

Perintisan dan pengembangan pelayanan kampus menjadi salah satu perhatian utama dalam misi pelayanan di Sub Regional 4.1 yang secara tertulis sbb: “merintis/mengembangkan komunitas pelayanan kampus-kampus strategis”.
Dalam hal perintisan pelayanan kampus baru, tim Sub Regional 4.1 memprioritaskan pada perintisan pelayanan kampus di 4 kota strategis yaitu: Madiun (Politeknik Negeri Madiun), Kediri (STIKES Baptis), Kupang (Universitas Negeri Nusa Cendana) dan Kefamenanu (Universitas Negeri Timor).

Berikut adalah beberapa catatan penting dari perjalanan (Rovy-Temy) dalam rangka berkoordinasi untuk implementasi perintisan pelayanan kampus di Madiun dan Kediri dari tgl. 29 Maret hingga 3 April 2022 yang lalu.

MADIUN

Kota Madiun sedang berkembang menjadi kota wisata dan pendidikan. Setidaknya ada 10 kampus di Madiun yang diminati mahasiswa berkuliah di Madiun. Dalam perjalanan kami, fokus survey di 2 kampus kota Madiun, yaitu POLITEKNIK Negeri Madiun (Poltek kampus 1 dan kampus 2) dan Universitas PGRI Madiun (Unipma) dan 1 kampus di kab. Madiun yaitu: Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) Kampus Caruban.

Hari pertama tiba, kami orientasi ke sekitar kampus 1 Poltek.

Kampus 1 Politeknik Negeri Madiun
Pak Rovy sharing dengan Elia di dalam kampus-1 Poltek

Hari kedua kunjungan kami ke kampus 1 Poltek ini, kami gunakan untuk diskusi dan sharing dengan sdr. Elia yang bekerja sebagai tenaga kependidikan (tendik/karyawan) di sekretariat pusat kampus 1 Poltek Negeri Madiun. Dalam sharing tersebut kami mendiskusikan bagaimana melayani mahasiswa dengan mendukung aktifitas persekutuan mahasiswa kristen (PMK) hingga memiliki hubungan persahabatan yang tulus menuju kelompok pelayanan pemuridan.

Sdr. Elia adalah salah satu penggerak persekutuan mahasiswa kristen di kampus Poltek ini. Ia dapat mengumpulkan data mahasiswa kristen yang ada di Poltek jika diperlukan untuk acara persekutuan atau membuat kontak baru. Sdr. Elia saat ini sedang menempuh studi S2 di kampus Universitas Widya Mandala (Sby) dengan harapan dapat membuka peluang menjadi dosen di Poltek tsb. Sdr. Elia ini juga salah satu pekerja pelayanan pemuda di Jemaat GK PUA Madiun, dan juga telah mengikuti program Navlead Batch 4 selama 1tahun. Jadi, sdr Elia mempunyai peran strategis dalam perintisan pelayanan kampus Poltek Neg Madiun ini. Ia sedang mendoakan 5 kontak mhs untuk diajak belajar bersama dalam kelompok PA.

Di depan persis kampus-1 Poltek Negeri Madiun ini, terdapat kampus Universitas Merdeka. Kami mendoakan kemungkinan kesempatan yang terbuka melayani mahasiswa di kampus tersebut.

Kampus Universitas Merdeka ( berlokasi di depan Poltek Negeri Madiun)
Kampus-2 Politeknik Negeri Madiun

Kami juga mengunjungi dan mendoakan kampus-2 pengembangan dari kampus-1 Poltek Neg Madiun. Lokasi kampus 2 Politeknik Madiun ini cukup jauh dari kampus-1 nya. Kampus 2 ini berada di jalur ring-road area barat kota Madiun, di sekitar lingkungan kampus masih belum banyak perumahan masyarakat. Kami melihat proyek pembangunan fasilitas laboratorium teknik perkereta-apian yang tentunya akan menjadi salah satu prodi unggulan Politeknik ini.

Di lokasi berbeda, kami juga mendoakan peluang pelayanan kampus di Universitas PGRI Madiun (UnipMa) dan PSDKU Unesa Magetan (yg untuk sementara memakai ruang kuliah di SMK PGRI Maospati). Ada sekitar 1200 mhs yang kuliah di Unipma.

Kampus UNIPMA [kiri] dan PSDKU UNESA MAGETAN [kanan]

Pak Mulyono, PIC pelayanan Madiun, kami biasa memanggilnya mas Mulyono, sedang mengambil S2 di Unipma ini, juga sedang melihat kemungkinan untuk menemukan kesempatan kontak dengan mahasiswa atau peluang sbg dosen.

Sementara untuk PSDKU UNESA di Magetan ini, kami mendoakan peluang pelayanan kampus dan kelanjutan program perkuliahannya oleh karena tampaknya program ini sedang dalam evaluasi oleh kedua pihak: Pemkot Magetan dan UNESA Surabaya.

Hal yang mengejutkan kami, di tgl 31 Maret 2022 ialah saat menemukan dan doa keliling kampus di area kampus Universitas Sebelas Maret Solo di Caruban.

Universitas Sebelas Maret di Caruban

Kunjungan di kampus UNS Caruban membuat kami terkesan, sambil memikirkan apa yang sedang Tuhan kerjakan di kampus ini ya ??… Kampus yang baik dan begitu berharga, tempat dimana orang-orang muda generasi baru berkumpul dan belajar, rasanya tidak banyak orang mendengar kehadiran kampus ini (atau kami saja yang terlambat tahu ??). Masyarakat di sekitar kampus nampak masyarakat yang begitu sederhana, dan mungkin karena masih pandemi, belum banyak terlihat mahasiswa sedang beraktifitas di dalam kampus. Kampusnya bersih, dan berada dikawasan masyarakat sederhana. Konon berdasarkan informasi yang kami dengar dari pedangang di depan kampus, ia menawarkan rumah kontrakan untuk mahasiswa dengan harga 750rb-1 jt/tahunnya yang menurut kami itu harga yang sangat murah. Apakah ada yang tertarik berinvestasi rumah di sekitar kampus ini???

Kunjungan pendampingan perintisan kampus di Madiun ini, kami akhiri dengan mengikuti PA Pekerja Pelayanan Madiun yang diselenggarakan di gedung PUA pada tgl 3 April setelah pembukaan ibadah perdana secara onsite jemaat GK PUA. Setelah selesai PA tersebut, kami berdua menyampaikan hasil survey, diskusi dan masukan pemikiran kami kepada tim Pekerja Pelayanan Madiun. Secara berkala, kami akan berkoordinasi dan meng-update perkembangan perintisan pelayanan kampus ini dengan tim Pekerja di bawah koordinasi Mas Mulyono sebagai koordinator pelayanan Madiun.

Tim Pekerja Madiun – PA dan sharing

Saat kami join di PA Pekerja Madiun (kel Mulyono, kel Edi, kel Sugianto, kel Supriyanto, Sdri. Suswati, sdri Irine (Navlead) dan Elia (Navlead)), mereka sedang belajar bersama dari surat 1Yohanes , sangat menarik diskusi dan berbagi pelajaran hidup dari surat tsb. Yesus Kristus adalah dasar di dalam persekutuan yang saling melayani, di dalam rumah, dan di dalam jemaat.

Selama kami di Madiun, kami menyempatkan mengunjungi 4 keluarga pekerja untuk bersekutu dan silahturahmi, kalau sudah bersekutu, rasanya waktu selalu tidak cukup…. Kami juga mengunjungi rumah mahasiswa kristen Unesa asal Madiun yang sedang ikut proses pemuridan di kampus Unesa Surabaya, berharap kelak bisa berkolaborasi melayani orang-orang muda di Madiun.

KEDIRI

Seperti Madiun, Kediri merupakan ibukota wilayah karesidenan. Kediri dikelilingi beberapa kota disekitarnya seperti Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk, namun juga ada 2 kecamatan yang besar yang mendekati seperti kota yaitu Pare dan Kertosono. Pelayanan Navs di Kediri lebih banyak diikuti rekan-rekan alumni yang bekerja di RS Baptis Kediri. Sebagian lagi adalah para alumni pelayanan kampus kota lain, namun mereka berasal dari Kediri dan sekitarnya.

Kampus STIKES Baptis Kediri

Kesempatan untuk pelayanan kampus di STIKES Baptis ini dimungkinkan karena adanya rekan alumni yang terlibat baik sebagai dosen maupun sebagai pendamping praktek para mahasiswa di RS. Rekan-rekan alumni tsb telah melakukan pendekatan pribadi ke beberapa mahasiswa sambil melihat kehausan mahasiswa tersebut untuk belajar F.Tuhan dan kerinduan dimuridkan .

Bersekutu dan sharing kel Lilik dan kel Joko

Dalam kesempatan bersekutu dengan kel Lilik dan kel Joko, Sabtu 2 April 2022, kami diskusi kemungkinan/peluang untuk menjangkau mahasiswa STIKES Baptis tsb. Bu Sutik (istri P Lilik) adalah dosen STIKES Baptis, Bu Palupi (istri P Joko) adalah pendamping mhs Stikes Baptis yang praktek di RS Baptis, Pak Joko juga sedang membangun kontak pertemanan dengan mhs pria dari STIKES Baptis tsb. Kami belum sepenuhnya membahas langkah-langkah yang lebih praktis, oleh karena beberapa rekan belum bisa bersama-sama bertemu, seperti kel Wahyu, kel Aris dan kel Rudi dsb. Kunjungan ke Kediri masih perlu dilakukan kembali untuk koordinasi yang lebih lengkap.

Selama di Kediri, kami mengunjungi 1 kel alumni yang sedang sakit dan 1 mahasiswi Unesa yg sedang ikut proses pembinaan iman secara daring di kampus Unesa Surabaya, berharap dapat membangun hati untuk orang-orang muda di kediri.

Dari perjalanan kali ini, beberapa catatan penerapan yang perlu dilakukan adalah:

✓ Fokus rintisan pelayanan kampus di Madiun adalah: Poltek Neg Madiun, Unipma
dan UNS Caruban, yang di Kediri: Stikes Baptis. Perlu tim kecil sebagai
penggerak/pelaksana perintisan dan menentukan pic lokal.
✓ Inventaris jaringan kontak mhs dan dosen di Madiun dan Kediri.
✓ Mendukung progres adanya persekutuan mhsw di bawah PMK Poltek Madiun.
✓ Menentukan hari tertentu untuk berdoa bersama dan updating secara teratur (daring) dan sesekali bersama-sama “walking prayer” .
✓ Menyiapkan langkah acara penjangkauan dan penginjilan (persekutuan bersama
dalam even tertentu).
✓ Merekrut relawan atau prog Navlead untuk fokus melayani mhsw di kampus yg
dirintis setidaknya 1 tahun atau 2 tahun.
✓ Mendoakan adanya rumah pelayanan yg dekat kampus (1 di dekat Poltek , dan 1 di dekat UNS Caruban).
✓ Pertemuan updating dengan tim Madiun dan tim Kediri (1-2 bln sekali).

Terimakasih untuk kesempatan dalam perjalanan ini. Tuhan memberkati.

PIC Perintisan Kampus
Sub Regional 4.1

Atur Strategi, Alumni Muda Reg.1 Siap Beraksi.

Hari Minggu, 13 Maret 2022. Adalah hari dimana para penggerak alumni muda regional 1, menyatukan hati dan pikiran.

Bertukar rasa, ide dan gagasan. Tujuannya hanya 1, memajukan IKA di generasi muda. Agar tak jadi tumpul, namun menjadi runcing dan mengerucut. Karena generasi mudalah yang menjadi generasi penerus pekabaran injil.

Kami menyebutnya “the real life”. Yah, setelah lulus dari kuliah, dan mulai memasuki fase bekerja, tentu inilah yang akan menjadi tantangan baru setiap pribadi dari alumni. Kekuatan fondasi kerohanian di dalam Allah, menjadi tonggak utama.

Sang komandan, Tigor Boraspati, mengajak timnya, dari berbagai wilayah di regional 1, Joshua Tobing, Joshua Bonasuhul, Calvin Syatauw, Efer Koritelu, dan Abraham Widodo. Perkumpulan yang akan terus diadakan setiap bulan, bertujuan “membakar” kembali semangat generasi muda untuk terus mengabarkan injil di wilayahnya masing-masing.

Strategi demi strategi kita mulai siapkan, diantaranya :

  1. Kembalinya menghafal ayat, membuat fondasi kerohanian semakin kuat.
  2. Adanya support expose leader ke alumni.
  3. Ada juga tipe pola PA yang diterapkan, PA kelompok, dan PA pribadi (men to men)
  4. Komitmen belajar pemuridan yang terus dijaga.
  5. Dan mulai bergerilya mencari penggerak-penggerak baru di wilayah masing-masing.

Kiranya ini menjadi “estafet” penyebaran IKA, menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga warisan Firman Allah, dan harapannya ke depan akan hadir anak-anak muda yang mau setia,sedia dan senang diajar. Dibentuk karakternya sesuai dengan pola dan design Allah.

Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,”

Titus 2:6-7

Click From Home 2021

Alumni Muda, Ngumpul yuk!

Mungkin beberapa minggu terakhir tidak asing ya mendengar tagline diatas? 

Sabtu dan Minggu, 27-28 November 2021 telah berlangsung acara komunitas alumni muda CLICK 2021. Mengusung konsep CLICK From Home, kesempatan bagi alumni muda dimana pun berada untuk saling terhubung secara daring. Ada sekitar 180-an alumni muda yang mengikuti acara ini.

Acara CLICK 2021 ini dipersiapkan oleh 15 orang panitia yangi terdiri dari alumni muda dengan latar belakang sangat bervariasi: berdomisili di pulau paling barat Indonesia (Sumatra, Batam) sampai paling timur Indonesia (Papua, Jayapura). Mix antara Generasi Millenials dan Generasi Z, 53% wanita dan 47% pria. Puji Tuhan, dengan kasih karunia Allah, kemajuan teknologi yang menjembatani jarak-jarak yang jauh, kerinduan dan kesatuan hati untuk tetap melayani meski berbeda background (dan juga zona waktu 😊), acara CLICK 2021 bisa berjalan dengan baik.

CLICK 2021 ini mengusung tema besar Purposeful Life yang didasarkan pada Efesus 1:11-12.

It’s in Christ that we find out who we are and what we are living for. Long before we first heard of Christ and got our hopes up, he had his eye on us, had designs on us for glorious living, part of the overall purpose he is working out in everything and everyone.

Ephesians 1:11-12 (MSG)

Tema ini dipilih berdasarkan hasil studi dan survey mengenai pergumulan dan kerinduan teman-teman alumni muda, khususnya di masa-masa pandemi tahun 2020-2021 ini. Terlepas dari pergumulan mengenai Covid-19, anxiety, relationship, dll, yang dirasakan oleh teman-teman alumni muda, tapi ‘memiliki hidup yang bertujuan’ menjadi kerinduan tertinggi di kalangan alumni muda saat ini.

Acara ini dibagi menjadi tiga sesi dengan topik pada masing-masing sesi yaitu Do You Know Who You Are?, It’s Not About the Title, dan Click to Your Manual Guide. Sesi-sesi ini diisi oleh pembicara-pembicara yang yang memiliki pengalaman pribadi dari tiap temanya. Antusias alumni muda terlihat dari banyaknya pertanyaan untuk masing-masing pembicara. Ada juga sesi Mixology Class, belajar meracik aneka teh ala cafe di rumah masing-masing.

Berharap acara CLICK 2021 ini menjadi wadah untuk alumni muda bisa berkumpul lagi (meski secara virtual), menjadi reminder akan pentingnya berkomunitas dengan sesama orang percaya di masa-masa seperti ini, dan menjadi ajakan buat alumni muda untuk berpartisipasi dalam komunitas. Dengan memiliki komunitas yang sehat dan saling bertumbuh, alumni muda bisa terus menjadi berkat dan memancarkan kasih Kristus dimanapun mereka ditempatkan. Sebagai tindak lanjut, ada beberapa komunitas alumni muda yang dibentuk berdasarkan minat, seperti Komunitas Olahraga, Komunitas K-Pop, Komunitas Kreatif, Komunitas Musik, English Community, Komunitas Pendaki, dan Scolarship Hunter.

Silahkan kunjungi akun Instagram @clicknavina untuk melihat keseruan CLICK 2021.

Narasumber berita: Yosua Adi Siregar – Ketua Panitia CLICK 2021

dilaporkan oleh: Gloria

Bisnis Apartemen Bawah Laut

Sebuah Refleksi Singkat di Akhir Pelayanan Tahun 2021

Yoppy Jutan (Tobelo, Halmahera Utara – Maluku Utara)

Awal tahun 2020 saat Pandemi Covid 19 melanda Indonesia, seluruh akses transportasi tertutup sehingga Kami tidak dapat memasarkan ikan dari nelayan binaan melalui exportir di Manado, Jakarta, dan Bali. Kami belajar untuk tetap tenang dan tinggal di dalam Dia, karena Dia berkata: “Akulah Gembala yang baik!” karena di saat merasakan seperti “terkurung dalam kandang” justru DIA datang dan memberi makanan. Di saat tidak dapat mengirim ikan ke Bali, justru Kami malah mendapatkan pekerjaan lain dari Bali sebagai tenaga konsultan Penataan Zona Rantai Dingin Komoditas Perikanan di Indonesia Timur pada Kawasan Benoa Maritime Tourism Hub di Bali. Dalam kurun waktu 3 bulan kemudian usaha bersama nelayan binaan kembali berjalan secara normal.

Kini, di masa Pandemi tahap ke 2 di tahun 2021, saat usaha Kami bersama nelayan belum genap setahun beroperasi, akhirnya harus benar-benar terhenti dan nota nelayan per tanggal 13 April 2021 adalah bukti transaksi terakhir yang Kami terima dari exportir ikan hias dan karang di Denpasar, Bali. Kali ini bukan karena alasan tertutupnya akses transportasi, tetapi karena berbagai alasan teknis dari nelayan (mereka adalah warga keturunan Philipina), sebagian crew terpaksa memilih kembali ke negara Philipina dengan alasan keperluan mendesak menggunakan armada semut dengan menempuh perjalanan 2 hari 2 malam dari Tobelo. Beberapa diantaranya setelah kembali ke Tobelo, mereka membawa bibit babi dan ayam Philipina untuk menjalani usaha peternakan sebagai pekerjaan transisi.

Awal Juni 2021, setelah memutuskan untuk melakukan istirahat sejenak dan membiarkan sumberdaya ikan karang di alam kembali mengalami recovery sambil menanti semua crew nelayan bersatu kembali, puji Tuhan, disaat bersamaan, justru Kami pun mendapat kontrak kerja sebagai koordinator ahli dalam pekerjaan “Transplantasi Karang” dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bersyukur karena melalui pekerjaan ini, dapat turut serta berkontribusi melakukan pemulihan kerusakan ekosistem terumbu karang yang adalah apartemen bawah laut atau rumah bagi ribuan jenis ikan karang (termasuk ikan hias laut yang Kami pasarkan) dan juga jenis-jenis ikan konsumsi yang merupakan sumber pangan bagi manusia di dunia.

Ketika selesai melakukan survey dan memberikan laporan pendahuluan, Kami mendapat berita bahwa kegiatan ini sudah dihapus karena adanya refocusing anggaran APBN untuk penanganan Covid 19. Namun hanya oleh kasih karunia Allah, akhirnya pekerjaan ini dapat dilanjutkan lagi melalui kuasa atau hak aspirasi Anggota DPR RI asal Maluku Utara.

Pekerjaan ini merupakan suatu tantangan tersendiri karena bekerja dibawah laut dan menghabiskan sekitar 100 tabung oksigen untuk melakukan penanaman dan perawatan sekitar 3600 ranting karang pada 160 media keras berupa rangka besi berbentuk spider. Selain menantang, Kami sangat bersyukur karena melalui pekerjaan dengan limit waktu 6 bulan (Juni-November) ini, dapat bekerjasama dengan staf di Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Halmahera Utara dan Marine Center Saro, dan berinteraksi dengan anak-anak muda di komunitas Halmahera Dive Club, mahasiswa dan dosen di Universitas Halmahera, serta memberi edukasi bagi ratusan masyarakat di 2 desa sasaran di Pulau Meti Kecamatan Tobelo Timur dan di Desa Luari, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Doc. Pribadi: Tim Work Transplantasi Karang

Proses pertumbuhan karang membutuhkan waktu yang cukup lama. Meskipun jenis karang yang Kami pilih adalah karang yang tergolong cepat pertumbuhannya, namun rata-rata jenis karang tersebut justru hanya bertumbuh sekitar 5-6 mm per bulan.

Salah satu syarat utama agar karang dapat tumbuh adalah tersedianya media atau substrat yang keras agar dapat tinggal atau menempel dan bertumbuh dengan baik. Saat berada di kedalaman 5-10 meter dibawah laut, terlihat ada banyak sekali ranting karang yang berserakan dan ada sedikit gejala untuk tumbuh sendiri, namun tidak dapat bertahan lama dan akhirnya mati akibat hempasan gelombang laut dan perubahan pola pergerakan arus bawah laut.

Oleh sebab itu, melalui pekerjaan ini Kami harus menyediakan media berupa kerangka besi dan mengikat bibit karang agar melekat erat pada pokoknya yakni media besi untuk proses penempelan ranting karang. Bersyukur setelah melewati masa 1-3 bulan awal sudah mulai terlihat adanya proses sementasi atau penempelan ranting karang pada pokok besi disertai adanya pertumbuhan tunas baru. Lingkungan sekitar media transplan pun perlahan-lahan mulai berdatangan gerombolan ikan untuk tinggal serta mencari makan diantara apartemen buatan ini.

“Akulah pokok Anggur Yang Benar dan Bapa-Kulah pengusahanya! “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Yohanes 15:1,4.

Kami akhirnya menarik satu pelajaran bahwa sebagai orang yang dipilih Allah, seharusnya Kami dapat berbuah lebih banyak lagi dalam komunitas dan orang banyak di sekitar, dapat mengembang ke kanan dan ke kiri meluaskan tenda tempat kediaman, melalui berbagai bentuk pelayanan apapun termasuk melalui bisnis ikan yang Kami peroleh dari “apartemen bawah laut” di perairan Halmahera, namun semua itu tidak mungkin dapat berkembang dengan sendirinya, kalau bukan karena Allah ada di dalam Kami. Kami ini hanyalah sebuah ranting, Kami harus selalu datang dan tinggal pada Pokok yaitu Yesus Kristus, sebab di luar Allah (Sang Pengusaha) Kami tidak dapat berbuat apa-apa!

Salam dan Doa,

Tobelo, 12-12-2021