

Perjalanan pengembalaan (8-16 Mei 2022) di kepulauan Tanimbar oleh Bung Justy, Bung Nus, dan Bung Stevi dengan meyakini akan janji Tuhan dalam Kejadian 13:14-17.
Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
Perjalananan pengembalaan ini dilakukan dengan tujuan:Perjalanan
- Menguatkan hati dan memotivasi para pekerja dan alumni di Kepulauan Tanimbar agar tetap fokus pada panggilan dan mau berkontribusi dalam mendukung pergerakan kabar baik.
- Membangun kesehatian diantara para pekerja dan alumni agar saling bersinergi dalam komunitas dan menyiapkan pemimpin yang berani untuk mengambil tanggung jawab dalam memimpin komunitas baru di kepulauan Tanimbar.
- Membentuk dan mengembangkan komunitas-komunitas lokal di kepulauan Tanimbar.
L U M A S E B U
Perjalanan dengan menempuh jarak 83 km ke Lumasebu (Kecamatan Kormomolin) di minggu siang untuk berkunjung ke Kel. Ratuanik (Aris & Ipin). Aris adalah kepala sekolah di SMP Lumasebu dan Ipin adalah salah satu guru di sekolah yang sama. Kedatangan kami memberi kesukaan bagi mereka. Sudah cukup lama mendoakan bagaimana membentuk komunitas di antara para guru. Mencoba melakukan beberapa pendekatan, namun ada saja kendala dan seperti tidak efektif untuk berjalan. Aris berbagi tentang akan diadakannya bible camp untuk siswa menjelang paskah Kristus tahun 2022, dengan harapan akan ada follow-up nya pada kedatangan kami di Kepulauan Tanimbar, bahwa para siswa akan langsung ditangani oleh guru untuk follow up. Setiap guru dengan 6 siswa untuk dibimbing. Agar tujuan ini bisa berjalan, setelah sharing dan diskusi bersama Bung Justi, kami memutuskan akan kembali lagi untuk persekutuan bersama Guru dan Siswa.


K A N D A R
Perjalanan selanjutnya setelah dari Lumasebu adalah ke Desa Kandar (Kec. Selaru) untuk mengunjungi Kel. Halirat (Alo & Fin). Alo adalah Kepala desa Kandar sedangkan Fin, seorang tenaga guru SMK. Karena faktor cuaca dalam minggu itu sangat buruk (gelombang & angin kencang), setelah berkomunikasi dan meminta nasehat dari Kel. Alo Halirat, akhirnya kami sepakat untuk membatalkan perjalanan ke kandar, dan sebagai gantinya akan dilakukan pertemuan di Saumlaki dengan keluarga Halirat. Namun pada akhirnya Alo, sebagai kades tidak dapat melakukan perjalanan ke Saumlaki karena faktor di atas dan karena kesibukan dengan agenda-agenda pemerintahan yang tiba-tiba.

S E I R A
Berikutnya, perjalanan menuju Seira. Pelayanan di Seira dirintis dan dikembangkan oleh Kel. Jauply (Stevi & Mey) sejak mereka bertugas di Seira sebagai guru di SMK N Seira tahun 2005. Bung stevi kemudian dimutasikan ke saumlaki sebagai pengawas SMK sejak tahun 2018 sedangkan istrinya Mey masih bertugas di seira. Bung stevi selalu ke seira hampir setiap minggu untuk melayani teman-teman di seira. Oleh kemurahan Tuhan pelayanan di seira terus berkembang dengan baik hingga saat ini. Jadi pelayanan di seira merupakan buah-buah pelayanan secara rambatan dari Saumlaki.

Selasa, 10 mei jam 07.30 WIT kami berangkat ke Seira. Dari Saumlaki dengan transportasi darat, sekitar 1 jam kami tiba di desa Batuputi, dilanjutkan dengan transportasi laut sekitar 45 menit.


Setibanya di Seira, para guru dan siswa telah menantikan kedatangan kami, sungguh bersyukur untuk kesediaan mereka menunggu untuk beberapa saat lamanya dan mereka begitu bersemangat menerima kabar sukacita yang disampaikan oleh Bung Justi.


Selesai ibadah, beberapa guru berkesempatan untuk menanyakan respons para siswa secara pribadi, dan para siswa itu ingin ditolong bertumbuh di dalam Tuhan. Menyadari akan kebutuhan ini, kemudian direncanakan untuk dilakukan pertemuan dengan guru-guru yang pernah di tolong oleh Stevy dan Mey serta yang pernah bertumbuh di dalam pelayanan baik di Ambon maupun di kota lain.
Jam 18.00 WIT, sharing bersama beberapa guru SMKN & SMAN Seira. Kami sangat terbeban dan terharu melihat beberapa dari mereka berbagi sambil menangis. Persekutuan sore itu sangat menolong dan menguatkan hati mereka. Mereka merasa terhibur dan dikuatkan kembali dengan bagian firman yang di bagikan. Hasil dari persekutuan dengan komunitas Guru itu adalah membentuk komunitas guru di Seira dan disepakati untuk pertemuan setiap bulan untuk sharing bersama yang dikoordinir oleh Uteng Utuwaly.


Saya sangat senang dan beryukur untuk persekutuan sore ini. Selama 2 tahun ini saya merasa sendiri, saya punya masalah di tempat kerja, saya sedang menolong siswa tetapi saya merasa tidak ada yang perhatikan saya…Terima kasih Bu Uti untuk kasih dan perhatiannya bagi kami.
Jems
Kunjungan selanjutnya ke Kel. Temin (Anes & Ein) di desa Themin. Anes Adalah kepala desa sedangkan Ein guru SMK. Kami juga sharing dan berdoa bersama perangkat desa yang sudah dikumpulkan terlebih dahulu oleh Anes sebagai kepala Desa. Beberapa dari perangkat desa ini adalah alumni dari sekolah tempat Bung Stevi dan Usi Mey mengajar. Termasuk juga Ein yang pernah tinggal bersama mereka selama studi di sekolah yang sama.
Setelah mendengar curatan hati mereka dan tantangan yang dihadapi, pembicaraan kemudian dilanjutkan dengan membesarkan hati dan memotivasi mereka untuk melihat ini sebagai suatu panggilan dan bukan sekedar tugas dan tanggung jawab, dan di tutup dengan sharing tentang pemerintahan yang berhasil adalah pemerintahan yang takut akan Tuhan. Dengan mengutip beberapa contoh dari raja-raja Israel di dalam firman Tuhan, kami membagikan dan mengarahkan mereka. Ujung dari pertemuan ini mereka di dorong untuk mulai bertemu sebagai tim untuk saling mendoakan dan belajar satu dengan yang lain dengan memperhatikan teladan tokoh di dalam Firman Tuhan supaya bisa memimpin desa Themin dengan benar dan menjadikan masyarakatnya menjadi contoh untuk desa di sekitar mereka secara khusus dan kepulauan tanimbar pada umumnya. Pertemuan di akhiri dengan mendoakan perangkat desa ini beserta semua harapan mereka.


Waktu menunjukan pukul 23.00 WIT sharing berlanjut dengan siswa-siswadari bung Jems. Selesai sharing dan berdoa dengan mereka, kami baru punya kesempatan untuk makan pada jam 24.00 WIT. Tanggal 11 mei, kami mengunjungi dan berdoa dengan Kel.Gaspar Utwaly (salah seorang dari perangkat desa Themin) dan ibu Seba (ibu dari Uteng) yang sudah sekitar 20 tahun buta dan lumpuh. Siangnya, kami melakukan perjalanan kembali ke Saumlaki.


LUMASEBU
Perjalanan kedua ke desa Lumasebu untuk bersekutu besama para guru SMP N Lumesebu dengan topik “Guru itu profesi atau panggilan” oleh Bung Justi. Selesai ibadah, dilanjutkan dengan sharing komunitas guru dipimpin oleh bung Aris Ratuanik. Setelah makan siang, dilanjutkan dengan ibadah bersama para siswa SMP N Lumasebu dengan Topik “Mencapai masa depan bersama Tuhan”.




S A U M L A K I
Kegiatan berlanjut dengan mengunjungi pasutri dan alumni : Kel.Basten Arbol, Kel.Joel Abarua, Kel.Yanto Louk, Yoan Melatuni, dan Fin Lerebulan. bersekutu bersama dengan Topik “Kebangkitan Kristus yang Memulihkan”. Ibadah diakhiri dengan ucapan terimakasih dan penyerahan cenderamata. Setelah persekutuan, di lanjutkan dengan sharing dan pertemuan secara pribadi bung Justi dengan keluarga-keluarga pada malam harinya. Sharing dengan Kel.Fano Papilaya, Kel.Stevi Jauply dan Kel.Nus Utwaly.



Keesokan harinya, Minggu 15 Mei 2022 sore, persekutuan bersama guru dan dosen, dengan Topik “Guru itu profesi atau panggilan”. Dalam diskusi bersama, guru-guru merasa perlu ada persekutuan guru secara rutin, akhirnya kami menyepakati untuk PA komunitas guru dan dosen setiap bulan dan dipimpin oleh Nus.
Terima kasih bu Uti untuk FT yang dibagikan bagi kami, sebagai guru saya merasa tertolong dengan materi ini, terkadang saya terlalu hati-hati dalam berinteraksi, saya merasa hanya mengerjakan profesi saya, tetapi saya mulai paham bahwa guru bukan sekedar profesi
Yoan


Mengakhiri perjalanan penggembalaan dengan berbagi antara Bung Justi dan tim, mengingatkan kami kembali tentang sehati sepikir dalam bekerja sama sebagai tim, menguatkan satu dengan yang lain dari janji Tuhan di dalam Kejadian 13 demi pencapaian yang terhilang untuk menduduki kota-kota yang sunyi.


TANTANGAN DAN PERGUMULAN
- Bung Aris akan memulai PA dengan siswa dan komunitas guru di lumasebu, sebagai kepala sekolah banyak tugas yang harus dikerjakan dan juga sering berurusan ke kabupaten, sehingga perlu komitmen
- Uteng Utuwaly yang mengkoordinir komunitas guru di seira, sedang fokus untuk merawat ibunya yang sakit (buta dan lumpuh). Beberapa dari mereka juga masih honorer dengan penghasilan yang sangat rendah.
- Stevi dan Nus, setiap bulan akan ke seira dan Lumasebu untuk PA dengan komunitas guru disana. Sebagai ASN perlu bijaksana mengelola waktu sehingga tidak mengganggu tugas pokok.
- Ada beberapa keluarga dan alumni yang belum mempunyai pekerjaan tetap, sehingga belum terlalu serius/fokus dalam pelayanan.
UCAPAN SYUKUR DAN DOA
- Mengucap syukur untuk kemurahan Tuhan dan pemeliharaan-Nya sehingga perjalanan ini bisa berlangsung dengan baik. Doakan setiap benih Firman Tuhan yang sudah ditaburkan agar Tuhan menumbuhkannya, hingga berbuah dan berlipatganda.
- Bersyukur untuk kemurahan Tuhan melalui komitmen dan kerjasama para alumni di kluster 5.2.5, sehingga dana yang dibutuhkan sebesar Rp 20.600.000,- (dua puluh juta enam ratus ribu rupiah) dapat terpenuhi.
- Bersyukur juga untuk setiap peran dan kontribusi dari setiap orang selama perjalanan pengembalaan ini.
- Doakan Nus dan Stevy dalam melakukan follow up paska kunjungan ini agar diberi hikmat dan bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dalam mendengar dan menangkap semua kebutuhan dari setiap komunitas
- Doakan juga Aris & Ipin dalam menggkoordinir komunitas Guru di Lumasebu, dan Uteng dalam mengkoordinir komunitas Guru di Seira
- Doakan juga rencana retreat guru di kluster 5.2.5 – Kepuluan Tanimbar yang direncanakan dilakukan tahun 2023.
- Terima kasih untuk setiap doa dan dukungan Bapak/Ibu dan semua saudara dalam perjalanan ini yang tidak sempat kami sebutkan satu demi satu. Semoga cerita ini memotifasi kita semua untuk terus bergandengan tangan sambil melangkah maju merebut kota-kota sunyi dan kampus-kampus sunyi untuk Kerajaan Allah. Tuhan yang sudah memanggil kita kiranya menguatkan hati kita semua untuk terus setia sampai Dia datang.
Oleh: NUS UTWALY
Eksplorasi konten lain dari Berita Navina
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.