Don’t Waste Your Pain (Suffering is Never for Nothing)

Rally Nasional Awal Tahun 2025

Dalam rangka mengawali tahun 2025 Navina mengadakan Rally Nasional Awal Tahun secara daring pada hari Minggu, tanggal 23 Februari 2025 yang lalu. Rally ini dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta dari 266 device yang terhubung dengan aplikasi zoom.

Rally diawali dengan ramah tamah yang dipimpin oleh bu Ocep sebagai MC sesi pertama.

Kemudian bung Justi memberikan sambutan dengan mengingatkan bahwasanya tahun 2024 yang lalu mungkin kita semua banyak mengalami tantangan hidup yang tidak mudah. Namun di sanalah Allah selalu setia ada bersama-sama dengan kita. Sehingga pada rally kali ini biarlah kiranya kita semua bisa menatap tahun 2025 dengan mata yang senantiasa tertuju kepada Kristus dan rencana-Nya.

Sebelum renungan, ada 2 kesaksian mengenai “Penderitaan tidak pernah sia-sia”, yaitu dari Kak Tasha dan Pak Aan. Kesaksian ini bisa didengarkan ulang di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=vsq-q3N3NEU  

Pembicara rally kali ini adalah Michael Wee, yang pernah menjadi direktur nasional EA pada tahun 2010-2024. Ibrani 12:1-3 menjadi dasar dari renungan yang Michael sampaikan. 

Pada akhir sesi, Julia (istri Michael) berbagi mengenai pengalaman bersama Allah yang pernah dialami. Pada tahun 2013 silam, kesehatan Julia menurun, dia merasa sangat lelah dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Sulit untuk mencerna makanan, tidak bisa berpikir, bahkan tidak bisa bernafas. “Jika saya tidak menyuruh diri saya untuk bernapas, saya akan tetap diam”, begitu katanya. Setiap tarikan nafas adalah usaha. Dan dia merasa seperti orang mati tetapi hidup.

Julia pergi ke 2 dokter “terbaik” di Singapura. Salah satu dari mereka melakukan tes, dan mengatakan bahwa hasilnya baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan kesehatannya. Salah satu kepala departemen dokter berkata, penyakitnya bisa jadi kanker, penyakit autoimun atau masalah hormon lainnya. “Saya tahu hanya Tuhan yang tahu dokter mana yang dapat membantu saya, saya berseru kepada Tuhan untuk meminta pertolongan”, ucapnya. Bulan demi bulan pun berlalu. Julia akhirnya menyadari bahwa penderitaan merupakan suatu panggilan agar kita memperhatikan apa yang ingin Tuhan katakan kepada kita. Kesaksian lengkap Julia bisa dibaca ulang di: Kesaksian Julia (English) atau Kesaksian Julia (Terjemahan).

Setelah renungan kita masuk ke sesi kedua yang dipandu oleh bang Agus dan kak Shio istrinya. Bang Agus dan kak Shio memulai dengan memberikan beberapa game yang menarik, dengan hadiah-hadiah unik. Berbagai macam hadiah tsb disediakan oleh sponsor dari rekan-rekan forum bisnis Navina.

Kemudian sesi dilanjutkan dengan satu kesaksian dari kak Ece tentang bagaimana dia memaknai perjalanan dinas/pekerjaan. Kesaksian ini bisa didengarkan di link ini.

Kemudian tibalah satu bagian penting dari rally ini yaitu presentasi Navina dan tantangan untuk bermitra/mendukung, yang disampaikan bang Wawan. Materi presentasi bisa dilihat/dibaca di link ini. Form dukungan bisa diakses di link ini.

Rally ditutup dengan melakukan foto bersama dan doa penutup dipimpin oleh bung Justi.


Eksplorasi konten lain dari Berita Navina

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Berita Navina

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca